Arkas Secara Online, Kepsek Diminta Jemput Perubahan Era Digital

Avatar photo
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe saat memberikan sambutan dalam “Workshop Penyusunan Arkas (Aplikasi Rencana Kerja Anggaran Sekolah) Tahun 2020”, bertempat di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende (1/7/20).
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe saat memberikan sambutan dalam “Workshop Penyusunan Arkas (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) Tahun 2020,” bertempat di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende (1/7/20).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende berharap, semua sekolah menyesuaikan perubahan mekanisme dari manual ke sistem online secara cepat. Hal tersebut dikatakan Kadis P dan K, Mathildis Mensi Tiwe dalam Workshop Penyusunan Arkas (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) Tahun 2020, bertempat di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende (1/7/20).

Arkas merupakan peralihan dari mekanisme penyusunan rencana kegiatan dan anggaran, yang semula manual beralih ke metode online melalui sistem aplikasi. Penggunaan Arkas telah dimulai sejak bulan Januari tahun 2020.

Dalam mekanisme ini, dapat dijelaskan, menjelang tahun ajaran baru pihak sekolah akan membuat rencana kegiatan dan besaran anggaran. Rencana ini disusun dalam sebuah laporan.

Setelah selesai, pihak sekolah akan melakukan konsultasi dan verifikasi ke Bidang masing-masing pada dinas P dan K.

Jika disetuji, maka tahap selanjutnya, pihak sekolah mengirim atau mengupdate data tersebut melalui Aplikasi, yang disediakan Kementrian Pendidikan. Pengiriman data ini dilakukan oleh bendahara dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang ada disetiap sekolah.

Tahap terakhir dinas P dan K akan mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasi itu dimaksudkan sebagai syarat terakhir untuk pencairan dana BOS kepada sekolah.

Adanya sistem secara online berguna dalam penerapan tertib administrasi. Menurut Kadis Mensi, sistem dimaksud mempermudah kerja dan membuat pihak sekolah semakin akuntabel dalam pelaporan.

Namun, karena sistem tersebut baru diterapkan pada tahun ini, dirinya memaklumi beberapa sekolah masih sulit untuk menyesuaikan.

Dinas P dan K juga membantu pihak sekolah. Salah satunya dengan menyelenggarakan Workshop, sebagai sarana sosialisasi bagi semua sekolah di Kabupaten Ende.

Dalam Workshop, Kadis Mensi Tiwe menekankan, untuk menyesuaikan perubahan di era digital, dibutuhkan peran penting para Kepala Sekolah. Kepemimpinan di sekolah merupakan manager, yang inovatif, koordinatif, dan menjemput perubahan zaman. Bukan pasif menunggu instruksi.

“Jadi ilmu organisasi, sebenarnya mengadopsi ilmu anatomi tubuh manusia. Banyak anggota dalam satu tubuh. Kepala atau pemimpin harus mampu menghasilkan konsep, menjemput perubahan dan menggerakaan organ lain,” jelasnya.

Kepada para Kepala Sekolah se-Kecamatan Detusoko, dikatakannya perubahan teknologi di era digital amatlah cepat, karena itu dibutuhkan kecepatan yang sama dalam menyesuaikan diri. Menurut Kadis Mensi, itu merupakan tuntutan terkini bagi para Kepala Sekolah.

Melalui Workshop penyusunan Arkas, dinas P dan K Kabupaten Ende mengharapkan, para Kepala Sekolah mampu menyesuaikan berbagai perubahan di dunia pendidikan. (ARA/EN)