Ende  

Domi Mere Sedih, Suami-Istri ASN Dipisah Karena Tugas

Avatar photo
Bakal calon wakil bupati Ende dari paket Deo Do, Dominikus Minggu Mere
Bakal calon wakil bupati Ende dari paket Deo Do, Dominikus Minggu Mere

Bakal calon wakil bupati Ende, Dominikus Mere mengungkapkan kesedihannya mencermati penugasan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ende yang memisahkan suami dan istri. Penugasan semacam itu, kata Domi Mere, seharusnya tidak boleh dilakukan.

“Saya kadang-kadang sedih melihat satu pegawai ditempatkan di tempat berbeda, sakolo ghea (satu orang di-red) Ndori, sakolo ghea Ende, ya itu tidak boleh,” tutur Domi Mere.

Advertisement
melki laka lena
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan sambutan dalam acara peminangan politik secara adat bakal calon wakil bupati Ende, Sabtu 29 Juni 2024.

Pemisahan suami-istri karena alasan penugasan seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pemerintah. Dirinya pun mengaku sedih lantaran realita tersebut masih ditemukan di Kabupaten Ende.

BACA JUGA 

Penuturan Domi Mere, pada masa kepemimpinan bupati Ende, Don Wangge, pemisahan tugas antara suami dan istri yang berstatus ASN di tempat berbeda tidak dilakukan.

Bupati Don Wangge, sebutnya, memiliki kelembutan hati sehingga penugasan ASN suami-istri di tempat berbeda tidak dilakukan.

“Bupati sebelumnya,” kata Domi Mere, “pak Don Wangge, hatinya tetap lembut, tidak pisahkan suami-istri di tempat lain”.

Penempatan tugas ASN di Ende yang tidak mempertimbangkan aspek hubungan rumah tangga merupakan kekurangan pemerintah saat ini dan sudah seharusnya diperbaiki.

Dirinya mengungkapkan, apabila terpilih nantinya, ia berkomitmen memperbaiki penataan birokrasi khusus masalah penempatan tugas yang tidak mempertimbangan aspek hubungan rumah tangga.

“Ini mungkin sesuatu yang harus kita perbaiki, kita luruskan,” tandasnya.

TONTON YOUTUBE KAMI

Kendati demikian, dirinya tetap memberikan apresiasi atas hal-hal positif yang telah dilakukan oleh pemerintahan Djafar Achmad.

Domi Mere mencontohkan akses transportasi laut dengan masuknya kapal-kapal pengangkut barang, roll-on/roll-off atau Ro-ro di kabupaten Ende. Tanpa sungkan, Domi Mere mengakui bahwa hal tersebut merupakan aspek positif yang telah dilakukan oleh pemerintah bagi masyarakat.

Pengakuan tersebut, tutur Domi Mere, oleh karena kehadiran dirinya dan bakal calon bupati Ende, Yosef Badeoda, tidak sekedar mengeritik melainkan untuk memperbaiki berbagai kurang. “Yang bagus kita bilang bagus, yang kurang kita perbaiki”.

BACA JUGA

Kehadiran dirinya sebagai calon wakil bupati dan Yosef Badeoda sebagai calon bupati Ende, bertujuan mewujudkan visi Ende Baru yang akan dilakukan dengan memperbaiki berbagai kekurangan saat ini, ungkapnya.

Dirinya meyakini dengan kompetensi dan pengalamannya di bidang birorakrasi, ia sanggup memperbaiki berbagai kekurangan khususnya persoalan penataan birokrasi di Ende.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa dirinya dan bakal calon bupati Ende, Yosef Badeoda, telah mencapai kesepakatan bahwa ia akan bertugas mengurus penataan birokrasi apabila terpilih dalam Pilkada Ende tahun ini.

Salah satu perbaikan yang akan ia lakukan, kata Domi Mere, ialah penempatan tugas ASN yang mempertimbangkan aspek hubungan rumah tangga. (ARA/EN)