Giussepe Paterno, Wisudawan S1 Tertua di Italia

Avatar photo
Giussepe Paterno, 96 tahun, wisudawan tertua di Italia (foto, Reuters)
Giussepe Paterno, 96 tahun, wisudawan tertua di Italia (foto, Reuters)

Giussepe Paterno, baru saja tercatat sebagai wisudawan S1 tertua di Italia. Giussepe diwisuda pada usia 96 tahun.

Pekan ini Giussepe telah mendapat tepuk tangan meriah saat menerima gelar dari University of Palermo, Italia. Giussepe menerima gelar bersama rekan mahasiswa lain, yang 70 tahun lebih muda.

BACA JUGA : Kim Jong Un Umumkan Lockdown, Korut Diambang Kasus Pertama Covid-19

Giussepe Paterno lahir di Italia pada 1924. Dia tumbuh dalam keluarga miskin di daerah Sisilia.

Karena miskin dia hanya menerima pendidikan Sekolah Dasar pada usia anak-anak. Pada usia dewasa, Giussepe bergabung dengan angkatan laut Italia. Dia bertugas selama Perang Dunia Kedua, sebelum akhirnya menikah dan bekerja di perusahaan kereta api.

Menghadapi masa-masa sulit, keinginan Giussepe dalam bidang pendidikan amat tinggi. Itu terbukti ketika Giussepe lulus dari Sekolah Menengah Atas pada usia 31 tahun.

Setelah itu Giussepe menyimpan keinginan untuk melangkah lebih jauh. “Pengetahuan itu seperti koper yang saya bawa, itu harta karun,” kata Giussepe, seperti dilansir Reuters (31/7/20).

Komitmen Giussepe di bidang pendidikan mulai terwujud pada tahun 20017. Dia mendaftar sebagai mahasiswa di University of Colombo, Italia.

BACA JUGA : Najib Razak, Mantan PM Malaysia Divonis 12 Tahun Penjara

Sebagai seorang mahasiswa, Giussepe mengetengahkan esainya pada Mesin Ketik manual yang diberikan ibunya. Dia menjauh dari Google demi buku-buku cetak. Karena enggan menggunakan teknologi saat belajar, Giussepe sempat kesulitan ketika kuliah online diterapkan selama pandemi Corona.

Namun tantangan dimasa pandemi bukan barang baru baginya. Dia pernah melewati yang lebih berat dari itu. Bertaruh nyawa ketika Perang Dunia II, salah satunya.

Kegigihan Giussepe berbuah manis pada Rabu, 28 Juli 2020, ketika dia lulus dari universitas. dia mendapat banyak pujian.

ketika ditanya, apa yang akan dilakukannya ke depan, Giussepe menjawab akan menulis.

“Proyek saya untuk masa depan adalah mengabdikan diri menulis. Saya ingin meninjau kembali semua teks yang dulu tidak sempat saya eksplorasi,” ucapnya. (REU/EN)