Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ini Dia Pemain Perse Ende yang Sampai Persija

Avatar photo
Andi Lala skuad Persija Jakarta era 70-an
Andi Lala skuad Persija Jakarta era 70-an

Penggemar Perse Ende tentu belum pada tahu kalau dalam sejarah klub kesayangannya ada satu pemain yang sempat bermain untuk Persija Jakarta. Namanya Yos Ans.

Kala membela Perse Ende, Yos Ans sering disapa Ose. Pemain Perse kelahiran Mataloko, Kabupaten Ngada ini membela Perse Ende selama tiga tahun berturut-turut mulai tahun 1967, 1968 dan 1969. Dirinya membela Perse Ende ketika ia melanjutkan studinya di Kota Ende.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ose merupakan skuad inti Perse Ende yang dipercayakan bermain sebagai miedfielder atau pemain tengah. Posisi itu dipercayakan kepadanya karena dia lihai membagi bola dan menjaga keseimbangan permainan.

Saat membela Perse Ende, Ose sempat terpilih mewakili Nusa Tenggara Timur untuk bermain di Stadion Tambak Sari, Surabaya dalam ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON. Dia terpilih mewakili skuad NTT bersama dua pemain Perse lainnya, Djafar Usman dan Genes Lay.

Proses menuju Stadion Tambak Sari ini melalui seleksi, tutur Ose (1/6/23). Awalnya mereka diseleksi melalui ajang di tingkat daerah kala itu namanya Pordaf atau Pekan Olahraga Tingkat Daerah Flores yang diselenggarakan di Sikka. Dari sini terpilih beberapa pemain mewakili Flores untuk seleksi di tingkat provinsi.

Untuk masuk ke skuad yang mewakili provinsi NTT mereka selanjutnya diseleksi di Kota Kupang. Nah, di sinilah dia bersama dua orang rekannya di Perse Ende terpilih ke dalam skuad Provinsi NTT untuk ajang PON.

“Menang di sini kami seleksi PON. Flores itu Pordaf, Pekan Olahraga Daerah Flores, di Maumere. Bikinlah kesebelasan Flores main di Kupang. Di Kupang baru terpilih 20 orang, dari Perse Ende kami bertiga,” cerita Ose (1/6/23).

Setelah itu karir sepakbola Ose dilanjutkan di klub Persami, Kabupaten Sikka. Ose membela klub ini selama 3 tahun sejak 1970 hingga 1973. Dia hijrah ke sana karena telah menyelesaikan pendidikannya di Ende dan mulai mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten itu.

Di Persami karir sepakbola Ose kian mentereng. Pada gelaran El Tari Memorial Cup (ETMC) di Kabupaten Ngada tahun 1972, Ose terpilih sebagai pemain terbaik turnamen tersebut.

Namun, di dalam dirinya, tekad dia dalam dunia pendidikan terlampau kuat, tutur Ose, karena itu uang hadiah sebagai pemain terbaik ETMC dia gunakan berangkat ke Jakarta melanjutkan pendidikan. Ose bahkan masih ingat nominalnya, Rp 38 ribu, diberikan oleh Bupati Sikka kala itu Laurensius Say.

Ketika di Jakarta Ose tak cuma berkuliah namun ia juga bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. Ose bekerja sebagai penyanyi di tempat-tempat hiburan malam dan karena tuntutan pekerjaannya itu dia mulai ganti nama jadi Yos Ans. Pergantian nama Ose jadi Yos Ans ini atas saran mentor yang membawanya ke dunia musik, Broery Pesolima.

Di sela-sela waktu dia juga masih bermain sepakbola dan beberapa lama kemudian dia masuk skuad tim Persija Jakarta.

“Di Jakarta saya masuk Persija. Ada Rully Nere, tanya saja Rully Nere. Waktu itu Persija ada Rully Nere, Ronny Pattinasarany, Andi Lala, Anjas Asmara, Yos Ans. Yos Ans itu (singkatan), Yosef Adrianus Nae Soi,” ucapnya.

Yos Ans membela Persija Jakarta tak lama sebab pada saat yang sama karirnya di dunia pendidikan mulai mencerahkan usai mendapat kesempatan melanjutkan studi di luar negeri. Yosef Adrianus Nae Soi alias Ose alias Yos Ans akhirnya menyeriusi dunia yang dipilihnya itu. Dia kemudian menjadi dosen, menjadi anggota DPR RI dan sekarang ini menjadi Wakil Gubernur NTT. (ARA/EN)