Ende  

Kopra 775 Ton, Begini Potensi Ekspor Komoditas Pertanian di Ende

Avatar photo
Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende
Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende

Kopra menempati ranking tertinggi dalam data potensi ekspor komoditas pertanian dari Kabupaten Ende. Komoditas ini berada di puncak dengan jumlah 775, 07 ton.

Data tersebut berdasarkan Iqfast atau Indonesia Quarantine Full Automation System. Iqfast merupakan rumah besar sistem informasi karantina yang dibangun dan digunakan di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian di seluruh Indonesia.

BACA JUGA : HSA Habiskan Rp 400 Juta Uang Korupsi di “Star One” Ende

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende,Ir. Konstan, M.M, yang ditemui di ruangannya mengatakan, data Iqast Kabupaten Ende, per Januari hingga September 2020 menunjukan trend positif. Beberapa komoditas ekspor unggulan menunjukan angka peningkatan.

Selain Kopra, kata Konstan, komoditas lain seperti Kopi, Kelapa bulat, Mede, juga tercatat memiliki potensi yang, tidak dapat dikatakan sedikit.

Di bawah Kopra, terdapat komoditas Kakao, yang menempati peringkat dua. Kakao tercatat menyumbang 610 ton.

Selanjutnya berturut-turut, Kelapa bulat dengan 476 ton, Mede 125 ton, Porang 59 ton, Kopi 46 ton, dan Kelapa bungkil 10 ton. Data tersebut berdasarkan lalu lintas komoditas dari Ende menuju Jawa dan Sulawesi.

BACA JUGA : Shana Fatina Bongkar 3 Kebutuhan Utama Pariwisata di Flores

Pendataan potensi ekspor dibuat dalam mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat, atau disingkat Gratieks, yang kini digalakkan Kementrian Pertanian. Itu sebagai salah satu upaya mengenjot produk ekspor komoditas pertanian.

Selain melakukan pendataan, Karantina Pertanian Ende juga melakukan survei dan sosialisasi ke desa-desa. Sosialisasi penting dilakukan guna menjelaskan kepada masyarakat, komoditas unggulan dalam perdagangan ekspor.

Sehingga diharapkan, masyarakat mampu memilah dan peningkatkan produktifitas komoditas yang bernilai ekspor atau sesuai dengan permintaan pasar.

Dalam menyukseskan Gratieks, Karantina Pertanian Ende juga melakukan kerjasama dengan beberapa instansi, seperti Dinas Pertanian Kabupaten Ende. Tak hanya itu, para pengusa juga dilibatkan. Hal ini mengingat peran pengusaha yang berkaitan langsung dengan proses perdagangan.

Diharapkan ke depan, potensi komoditas-komoditas ekpor mengalami peningkatan dan menjawab permintaan ekspor sesuai program Gratieks. (ARA/EN)