Mengenal Li Ziqi, YouTuber Desa yang Pecah Rekor Dunia

Avatar photo
YouTuber Li Ziqi dalam salah satu videonya di YouTube
YouTuber Li Ziqi dalam salah satu videonya di YouTube

YouTuber asal China, Li Ziqi, dianugerahi rekor dunia dari Guinness World Records karena meraup subscriber terbanyak untuk channel berbahasa Mandarin di YouTube.

Guinness World Records membuat pengumuman yang menyebut bahwa Li menerima rekor tersebut setelah mencapai 14,1 juta subscriber pada bulan lalu.

Yang membuatnya luar biasa adalah video milik Li Ziqi hanyalah kehidupan normal di pedesaan. Kehidupan sehari-hari yang sederhana, seperti berkebun dan memasak, ternyata menarik jutaan penonton.

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis (4/2/2021), Li Ziqi lahir pada 6 Juli 1990. Saat ini dia hampir berusia 31 tahun.

Sejak kecil Li Ziqi hidup bersama neneknya di daerah terpencil di Mianyang Provinsi Sichuan, China. Dia tinggal bersama neneknya dan sering dimunculkan dalam videonya.

Saat berusia 14 tahun, Li Ziqi memutuskan untuk merantau ke kota, ia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran hingga menjadi DJ.

Mendengar kabar sang nenek sakit, Li Ziqi kembali ke desa dan memutuskan untuk hidup di desa kembali bersama neneknya. Dari sinilah karier di dunia maya ia mulai.

Belajar dari mendiang sang kakek, Li Ziqi pandai memasak. Ia memasak masakan tradisional yang lezat dan mengunggah di akun Youtube miliknya. Tak seperti kebanyakan food vlogger yang mengeksplor makanan siap saji, Li Ziqi memulainya dari bahan-bahan yang ia tanam, ia rawat, dan ia petik dari kebunnya.

Dia kerap memanen hasil Bumi dan menunjukkan kepada pemirsa bagaimana dia memasak makanan, menyiapkan bahan-bahan dari mentah. Video-videonya ternyata memikat pemirsa dari seluruh dunia.

Sampai saat ini, Li telah meraup lebih dari dua miliar penayangan di channel YouTube-nya. Dia juga memiliki lebih dari lima juta fans yang mengikuti toko online-nya di platform e-commerce Taobao.

Videonya yang paling populer adalah ketika dia membuat makanan ringan untuk festival musim semi dari hasil panen seperti kacang tanah, apel dan mangga, kemudian menggunakan tungku kayu api tradisional. Video ini telah ditonton 82 juta kali. (CMP/EN)