Najib Razak, Mantan PM Malaysia Divonis 12 Tahun Penjara

  • Bagikan
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak usai jalani sidang (28/7/20)

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, divonis 12 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan dalam sidang skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Selasa (28/07).

Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur mengatakan tim pengacara mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah gagal meyakinkan bahwa tuduhan terhadap Najib tidak benar, termasuk pencucian uang sebesar RM42 juta.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur, Hakim Mohd Nazlan Ghazali memutuskan bahwa Najib bersalah atas semua dakwaan yang dilayangkan padanya.

Totalnya ada tujuh dakwaan, yakni tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan, tiga tuduhan pencucian uang terkait penyelewenangan dana 42 juta ringgit dari SRC International (mantan anak perusahaan 1MDB), dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Setelah divonis bersalah, tim kuasa hukum Najib mendorong penundaan hukuman hingga Senin pekan depan. Namun, hakim menolak permintaan tersebut.

Najib telah mengatakan akan mengajukan banding atas vonis yang diterimanya.

Untuk diketahui, 1MDB didirikan Najib pada 2009. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia dengan menjalin kemitraan global dan mempromosikan investasi asing secara langsung.

Namun, dana yang terakumulasi mencapai miliaran dollar itu, ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi.

Para penyelidik dari Amerika Serikat (AS) menyebut, setidaknya ada 4,5 miliar dolar AS dicuri dari 1MDB dan dicuci oleh rekan Najib untuk membeli hotel, kapal pesiar barang mewah lainnya. Selain itu, lebih dari 700 juta dolar AS diduga mengalir ke rekening Najib.

Pada tahun 2015, komisi anti-korupsi Malaysia telah menemukan bukti aliran dana 1MDB sebesar 10,6 juta dolar AS mengalir ke rekening pribadi Najib. Dana itu tepatnya berasal dari SRC International yang merupakan unit perusahaan 1MDB.

Namun alih-alih menyelidiki, jaksa agung justru mengabaikan hasil temuan tersebut. Jaksa agung bahkan dengan berani, menolak mengeluarkan izin penyelidikan lebih lanjut terhadap Najib.

Kasus 1MDB kembali diselidiki saat rival Najib, Mahathir Mohamad, terpilih menjadi perdana menteri Malaysia pada pertengahan 2017. Dia memecat jaksa agung dan pejabat komisi anti-korupsi Malaysia yang memiliki hubungan dekat dengan Najib. (*/EN)

  • Bagikan