Menu

Mode Gelap

Budaya · 12 Okt 2021 01:34 WIB

Pengembangan Produk Wisata Desa Harus Dimulai Dari Masyarakat


					Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban (kiri), Kepala Desa Wolofeo Philipus Loba, dan pemateri dari yayasan Indecon, saat pelatihan Pengembangan Produk Wisata Desa (11/10/21) Perbesar

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban (kiri), Kepala Desa Wolofeo Philipus Loba, dan pemateri dari yayasan Indecon, saat pelatihan Pengembangan Produk Wisata Desa (11/10/21)

Pengembangan produk wisata desa harus dimulai dari masyarakat. Pengembangan produk wisata merupakan rangkaian inovasi guna menambah nilai suatu produk dan mempromosikannya. Tujuannya, menambah daya pikat dan menarik minat kunjungan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban, pengembangan produk wisata selalu menjadi titik kemajuan pariwisata yang harus dimulai dari masyarat itu sendiri.

“Pengembangan produk wisata sangat penting dan harus dimulai dari masyarakat. Kita, pemerintah atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarat) membantu meningkatkan sumber daya manusianya,” ungkapnya, usai membuka pelatihan Pengembangan Produk Wisata Desa yang digelar yayasan Indecon (Indonesian Ecotourism Network), di Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Senin, (12/102021).

Di Kabupaten Ende, lanjutnya, potensi wisata berkelimpahan begitu pula dengan produk, yang mulai dipromosikan para pelaku usaha. Tantangan selanjutnya menurut Satban adalah bagaimana cara mengembangkan produk secara menarik kepada wisatawan.

Pengembangan produk wisata mesti dimulai dari masyarakat itu sendiri. Kreatifitas dan inovasi diperlukan untuk membuat suatu obyek berdaya saing dan memiliki daya pikat. Di sisi lain, pemerintah dan para pegiat pariwisata menyiapkan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.

Mencontoh beberapa produk wisata desa di Ende yang telah maju, kata Satban, hal itu merupakan keberhasilan inovasi dari masyarakat. Komitmen masyarakat yang secara konsisten mengembangkan produk wisata desa melalui kemasan, promosi, dan atraksi merupakan kunci kemajuan pariwisata di desa itu sendiri.

Sekarang ini, sambungnya, banyak pihak ingin terlibat dalam peran pendampingan namun para pihak tentu akan menilai keseriusan dari masyarakat.

Di tempat yang sama, Emanuel Rae, pegiat pariwisata yang juga merupakan penyelanggara kegiatan Indecon, mengatakan, pengembangan pariwisata baik produk maupun obyek telah dimudahkan dengan kemajuan teknologi.

Kata Emanuel, sekarang ini tinggal peran pegiat pariwisata menumbuhkan inovasi di masyarakat melalui pelatihan atau pendampingan. Sebagai penyelenggara, Indecon, berupaya memacu peran masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia di desa.

Kegiatan Pengembangan Produk Wisata Desa, yang digelar Indecon, diselenggarakan selama 4 hari, melibatkan perwakilan dari 6 desa dan kelurahan.

“Ada 6 desa yang diundang yaitu Wolotopo Timur, kelurahan Se’ulako, desa Roga lebih ke titik Toba dengan fokus Kopi, desa Niowula, kemudian desa Wolofeo dan Sipijena,” kata dia.

Selama 4 hari para peserta akan dilatih mengenai pengambangan produk dan pengelolaan daya tarik wisata. (ARA/EN)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demokrat Ende Selesaikan Reorganisasi Pengurus Tingkat Anak Cabang

16 Mei 2022 - 13:09 WIB

ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Maxi Mari

Bupati Ende Cerita Jokowi Pernah Janji Kunjungi Danau Kelimutu

16 Mei 2022 - 04:52 WIB

Ini Agenda Jokowi di Ende Selain Apel 1 Juni

14 Mei 2022 - 11:47 WIB

Pemprov NTT Minta Izin Konser Slank di Stadion Marilonga

11 Mei 2022 - 10:26 WIB

BPIP Kembali Kunjungi Ende, Persiapkan Kunjungan Presiden Jokowi

11 Mei 2022 - 08:48 WIB

Rapat antara Pemerintah Kabupaten Ende dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mempersiapkan kunjungan Presiden Jokowi (11/5/22)

NasDem Ende Serahkan SK Penetapan Oktavianus Moa Mesi Sebagai Wakil Ketua DPRD

28 April 2022 - 04:44 WIB

Sekwan DPRD Ende, Valentinus Setiawan menerima SK Pengangkatan Oktavianus Moa Mesi dari pengurus partai Nasdem Ende (27/4/22)
Trending di Ende