PS Detusoko Rebut Gelar Juara Piala Bupati Ende Tahun 2022

Avatar photo
Bupati Ende Djafar Achmad menyerahkan trofi Piala Bupati Ende kepada sang juara PS Detusoko (10/11/22)
Bupati Ende Djafar Achmad menyerahkan trofi Piala Bupati Ende kepada sang juara PS Detusoko (10/11/22)

PS Kecamatan Detusoko berhasil merebut gelar juara Piala Bupati Ende tahun 2022 dari mantan juara Kecamatan Ende Selatan. Gelar juara bagi PS Detusoko dipastikan setelah mengalahkan PS Wolowaru di partai final yang berlangsung pada Kamis, 10 November 2022.

Melawan tim unggulan di Piala Bupati tahun ini PS Wolowaru, skuad besutan coach Herman Vendy Lamba berhasil memenangkan laga dengan skor, 1-0. Gol bagi PS Detusoko tercipta pada babak pertama melalui sepakan pemain Yohanes Rickard Laka.

Advertisement
melki laka lena
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara di sisi lain, PS Wolowaru yang menguasai alur bola dan serangan tidak berhasil menembus kokohnya pertahanan Detusoko. Berbagai upaya yang dilakukan untuk menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Dengan kemenangan tersebut maka PS Kecamatan Detusoko dipastikan merebut gelar juara yang dipegang PS Ende Selatan.

Sebagai juara turnamen PS Detusoko menerima trofi Piala Bergilir Bupati Ende, Piala Tetap, dan uang pembinaan sebesar Rp 30 juta. Hadiah bagi PS Detusoko diserahkan langsung oleh Bupati Ende Djafar Achmad.

Sementara lawannya di partai final, PS Wolowaru, menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta sebagai pemenang kedua turnamen tersebut.

Pada final PS Detusoko memainkan fomasi parkir bus dan mengoptimalkan serangan balik yang selama turnamen menjadi ciri khas PS Detusoko. Kata Vendy, dirinya menyadari PS Detusoko kalah kualitas pemain apabila dibandingkan dengan lawan mereka PS Wolowaru sehingga timnya bermain sabar.

“Kalau wolowaru hari ini kami lebih bermain sabar karena kami tahu kualitas pemain mereka lebih bagus,” kata Vendy Lamba (10/11).

Strategi parkir bus yang digunakan PS Detusoko dengan memainkan formasi dinamis menyatukan skema 4-3-3 saat keluar menyerang dan skema 6-3-1 disaat bertahan.

Formasi 4-3-3 ini sering terlihat diawal pertandingan saat para pemain berdiri menunggu peluit dimulainya pertandingan. Skema yang sama juga akan nampak ketika PS Detusoko keluar menyerang ke pertahanan lawan.

Namun, skema 4-3-3 ini akan berganti secara kilat ke skema 6-3-1 ketika PS Detusoko bertahan dari serangan lawan. Kecepatan perpindahan skema ini sangat dinamis yang bahkan tanpa disadari oleh tim lawan.

PS Detusoko bersabar dan menunggu para pemain PS Wolowaru melakukan kesalahan. PS Detusoko bertahan di tengah memaksa PS Wolowaru melakukan crossing sehingga memudahkan mereka membuang bola. Intinya, kata Vendy, harus mampu mematahkan permainan satu-dua tim lawan dan memaksa lawan membuat kesalahan.

Alhasil, strategi jitu menahan serangan lawan-lawan mereka termasuk PS Wolowaru di laga final.

Mengenai kemenangan tersebut, ujarnya, gelar juara yang diterima oleh PS Detusoko telah disepakati oleh seluruh pengurus diserahkan kepada Bunda Maria. Vendy mengatakan, perjalanan PS Detusoko hingga ke partai final merupakan mujizat atas doa-doa mereka dan buah kerja keras para pemain, tanpa itu semua dirinya meyakini timnya tak dapat berbuat banyak.

“Kemenangan ini kami sudah sepakat dari kemarin, kemenangan ini kami serahkan kepada Bunda Maria”.

Hal itu dikatakannya mengingat  perjalanan PS Detusoko yang selalu menjadikan Bunda Maria sebagai penolong tim. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pendukung khususnya warga Kecamatan Detusoko atas bantuan dan dukungan hingga turnamen tersebut berakhir. (ARA/EN)