Religi  

Renungan Katolik: “Hukum yang Utama dan yang Pertama”

Avatar photo
Ilustrasi
Ilustrasi
Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende
Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende

SEMANGAT PAGI

Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 34 – 40, yakni Tentang Hukum yang Terutama.

Advertisement
melki laka lena
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini berawal dari seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus, hendak mencobai Dia. Dia bertanya: “Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?”. Walau pertanyaan seorang ahli Taurat hendak mencobai Yesus, namun Yesus menjawab sekaligus mengajarkan ahli Taurat yang tidak paham juga tentang hukum yang utama dan yang pertama dalam hukum Taurat.

Maka, Yesus menjelaskan bahwa seluruh isi hukum Taurat dan kitab para nabi tersimpul pada hukum yang utama dan yang pertama, yakni hukum KASIH, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.

Keduanya bagaikan dua sisi mata uang. Artinya ketika kita mengasihi Allah, maka kita juga mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia. Atau sebaliknya, ketika kita mengasihi sesama manusia, itu artinya kita mengasihi Allah.

Sebab, jika kita mengasihi Allah, namun kita membenci atau memusuhi sesama manusia, maka kita adalah seorang pendusta. Jadi, untuk membuktikan bahwa kita sungguh sungguh mengasihi Allah, maka kita harus mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia, teristimewa mereka yang membenci atau memusuhi kita.

Dengan demikian, mengasihi Allah bukan hanya sekedar NARASI, melainkan diwujudkan dalam AKSI nyata, melalui saling mengasihi, saling mengampuni, dan saling melayani dengan tulus. Semoga demikian.