Sambut Imlek, Malam Ini Warga Ende Keturunan Thionghoa Makan Bersama Keluarga

  • Bagikan
Malam ini, Kamis (11/02/21), warga Ende Keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi makan keluarga. Kebiasaan ini dilakukan satu hari menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada esok hari, Jumat (12/02/21)

Malam ini, Kamis (11/02/21), warga Ende Keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi makan bersama keluarga. Kebiasaan ini dilakukan satu hari menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada esok hari, Jumat (12/02/21).

Makan bersama keluarga malam ini dilakukan setelah kemarin melaksanakan doa bagi leluhur.

Salah seorang warga Kota Ende keturunan Tionghoa, Santy Yusuf, berbicara kepada media ini, malam ini warga keturunan Tionghoa menikmati berbagai jenis makanan dan minuman bersama keluarga.

“Kalau malam ini, semua keluarga besar kumpul begitu kan, makan-makan,” kata Santy Yusuf (11/02).

“Istilahnya ‘Balik Meja’. Ya, itu, kumpul keluarga terus makan besar-besaran”.

Dia melanjutkan, sebelum makan keluarga pada malam ini, telah dilakukan sembayang bagi leluhur pada hari sebelumnya. Dalam doa tersebut, biasanya dipersembahkan kepada leluhur yang telah meninggal dunia.

Pengertian leluhur oleh warga keturunan Tionghoa tidak selalu kakek atau nenek moyang, namun mencakup keturunan yang lahir sebelum orang tersebut termasuk ayah dan ibu.

Apa yang dijelaskan oleh Santy Yusuf tersebut merupakan bagian dari budaya warga Indonesia keturunan Tionghoa secara menyeluruh. Ini merupakan ritual tahunan menjelang Imlek.

Mengenai waktu pelaksanaan doa untuk leluhur dan makan keluarga tidak ditentukan secara pasti atau bervariasi. Tergantung kebiasan di dalam keluarga. Ada keluarga yang baru melaksanakan doa dan makan keluarga secara bersamaan malam ini.

Khusus mengenai makan bersama keluarga, lanjutnya, memang digelar secara sendiri-sendiri dalam lingkup suatu keluarga, atau bukan akibat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19.

“Sendiri-sendiri, masing-masing keluarga … Memang setiap tahun begitu (bukan karena pembatasan sosial)”.

Waktu untuk makan bersama keluarga pun tidak ditentukan secara pasti. Pelaksanaanya tergantung pada kebiasan di dalam suatu keluarga.

“Terserah keputusan keluarga masing-masing kan. Ya biasa normal, makan jam 7 atau jam 8 malam”.

Esok hari, Jumat (12/02), kata Santy Yusuf, mereka punya kebiasaan mengunjungi orangtua atau mertua untuk merayakan Imlek bersama-sama. Perayaan tahun ini memang cukup berbeda dengan biasanya, namun ia bersyukur, dapat merayakan bersama keluarga. (ARA/EN)

  • Bagikan