Selain Limbah, Ini 3 Fakta Kebakaran Batubara di PLTU Ropa

Avatar photo
Petugas menyemprot air untuk memadamkan asap dari batubara di atas kapal tongkang, Kamis 2 November 2023 (foto: Polsek Maurole)
Petugas menyemprot air untuk memadamkan asap dari batubara di atas kapal tongkang, Kamis 2 November 2023 (foto: Polsek Maurole)

Kebakaran batubara di PLTU Ropa mengejutkan warga Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Kebakaran yang terjadi pada 2 November 2023 itu terjadi ketika batubara masih berada di dalam kapal tongkang.

Foto-foto dan video beredar luas di media sosial tak berselang lama sejak kejadian. Salah satu video berdurasi 55 detik memperlihatkan asap membumbung tinggi dari tumpukan material batubara yang berada di kapal tongkang.

Advertisement
melki laka lena
Scroll kebawah untuk lihat konten

BACA JUGA

Proses pemadaman berhasil dilakukan beberapa jam setelah kejadian. Namun, beberapa hal masih mengganjal, seperti pencemaran ekosistem laut akibat jatuhan limbah batubara.

Media ini merangkum sejumlah fakta dalam kebakaran tersebut, termasuk soal limbah batubara PLTU Ropa.

Dipadamkan Sebelum Menjalar

Kebakaran batubara PLTU Ropa yang masih berada di kapal tongkang terjadi pada Kamis, 2 November 2023, pukul 09.50 waktu setempat. Penuturan Kapolsek Maurole, Ipda Syaiban, asap dari material batubara berhasil dipadamkan beberapa jam setelah kejadian.

“Kejadian awal 09.50 Wita, pemadaman selesai pukul 14.11 Wita,” jelasnya (02/11). Pemadaman berhasil dilakukan sebelum menjalar ke kapal tongkang.

Material batubara terbakar sebagian kecil saja sedangkan sisa material dan kapal tongkang berhasil diselamatkan.