Selamati orangtua Imam Baru, Uskup Sensi: “Ola Bogo Miu Deki Dowa”

  • Bagikan
Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota saat memimpin Misa Pentahbisan Imam di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende (15/1/21)

Orangtua dari Diakon Victorianus Ghea Naga dan Diakon Gabriel Posenti Wara tengah berbahagia. Putra mereka resmi menjadi Imam, setelah Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Potokota memimpin Misa Pentahbisan di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende (15/1/21).

Ucapan selamat pun berdatangan, termasuk dari sang Uskup.

Uskup Agung Ende, atas nama Gereja, mengucap terimasikasih kepada keluarga, yang disebutnya sebagai Seminari awal, karena berperan dalam panggilan kedua Imam baru tersebut.

“(Kepada orangtua) Dengan iklas saya ingin berterimakasih, untuk jerih payahmu, untuk air matamu, dan segalanya,” ucap Mgr Vincentius Sensi Potokota (15/1/21).

Menariknya, ucapan Uskup Agung Ende disampaikan juga melalui dialeg etnis Lio-Ende.

“Ola bogo miu deki dowa leka ola deki, leja ina (harapanmu telah tiba sesuai harapan, hari ini –red),” lanjut sang Uskup.

Dikatakan Uskup Agung Ende mendidik dan menyerahkan putra-putri melayani umat bukanlah perkara mudah. Melainkan butuh keikhlasan yang total dan tuntas.

Keikhlasan total berarti keikhlasan yang benar-benar sepenuh hati, kata Uskup Sensi. Bukan sesuatu yang setengah-setengah.

Karena itu dirinya mengingatkan kembali komitmen orangtua dalam merelakan putra masing-masing melayani Tuhan.

“Janji kepada Tuhan bahwa, ‘molo si miu imu rua gharu, mbana si leka jala o masa, leta si leka wolo o molo’ (Janji kepada Tuhan bahwa, biarlah kalian berdua berjalan di jalan yang benar –red)”

Uskup Agung Ende juga mengingatkan orangtua, kehidupan yang akan dijalani kedua putra mereka merupakan kehidupan yang hanya berlandaskan iman, bukan materi. Orangtua, pinta Uskup, tidak boleh mengharapkan sesuatu yang bersifat materi dari putra mereka. (ARA/EN)

  • Bagikan