Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

TNI Tawarkan Pengerjaan Jalan Reka-Wolokota di Luar TMMD, Ini Tanggapan Bupati

Avatar photo
Waaspotdirga TNI AU, Marsda Tyas Nur Hadi saat diwawancara awak media di Markas Kodim 1602 Ende (21/7/20)
Waaspotdirga TNI AU, Marsda Tyas Nur Hadi saat diwawancara awak media di Markas Kodim 1602 Ende (21/7/20)

TNI menawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende, pengerjaan jalan dari Desa Reka menuju Wolokota tidak berakhir saat program TMMD ditutup, melainkan dilanjutkan hingga seluruh jalur terisolir dibuka.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Asisten Potensi Dirgantara Udara (Waaspotdirga), Marsda TNI Tyas Nur Hadi, saat kunjungannya ke Ende dalam rangka meninjau pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD (21/7/20).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam kunjugan tersebut, Marsda TNI Tyas Nur Hadi mengatakan, dirinya telah mendapat laporan awal mengenai pengerjaan jalan. Dari laporan yang diterima, diketahui progres pengerjaan berjalan sesuai target kendati ditemukan beberapa kendala.

“Hasil yang saya dapat, setelah mendapat laporan, memang terdapat kesulitan dalam pengerjaan objek-objek yang menjadi prioritas,” jelasnya.

Seperti diketahui, pengerjaan jalan dari Desa Reka menuju Wolokota melintasi bukit Woloworu yang amat terjal. Jalur tersebut selama ini masih terisolasi. Memang, sempat dikerjakan oleh pemerintah daerah, namun terpaksa terhenti pada 2013 akibat beratnya medan.

Tahun ini, TNI berupaya membuka isolasi melalui program TMMD. Progres awal pelaksanaan hingga kini dipenuhi tantangan. Selain jurang terjal, TNI berhadapan dengan bongkahan-bongkahan batu besar di sepanjang pembukaan jalur isolasi.

Mengenai tantangan tersebut,  menurut Marsda TNI Tyas Nur Hadi pihaknya berkomitmen mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. “Kendala-kendala itu diupayakan untuk diatasi.” Lanjutnya, mengenai pembukaan jalur isolasi, pihaknya berencana akan melanjutkan pengerjaan, setelah program TMMD berakhir.

Tawaran ini menyusul selesainya pengerjaan jalan dari Desa Reka menuju Desa Wolokota, sesuai sesuai hitungan kubikasi (atau per kubik). Dalam hitungan kubikasi item pengerjaan tersebut, TNI telah melampaui hitungan. Atau dengan kata lain, pengerjaan yang sekarang ini masih dilakukan sebatas membantu masyarakat dan Pemda Kabupaten Ende.

Pengerjaan diluar hitungan kubikasi akan terus dikerjakan hingga program TMMD berakhir, pada 29 Juli 2020.

Namun, jika dikerjakan hanya berdasarkan hitungan kubikasi, maka jalur terisolir dari Desa Reka menuju Desa Wolokota tidak sepenuhnya dibuka. Karena itu, TNI, melalui Marsda Nur Hadi menawarkan kepada pemerintah daerah untuk mengerjakan pembukaan jalur isolasi, setelah program TMMD berakhir.

“Kita dari pihak pelaksana belum bisa full. Nanti akan dillanjutkan pada lain waktu,” kata Waaspotdirga  Marsda TNI Tyas Nur Hadi.

Mengenai tawaran tersebut, Bupati Ende Djafar Ahmad yang dihubungi Ende News (21/7), mengatakan setuju terkait niat TNI membuka seluruh jalur isolasi.

Jika dilanjutkan setelah program TMMD berakhir, tentu berimplikasi terhadap penambahan dana, guna pengerjaan lanjutan. Sebab, dana terdahulu telah selesai digunakan sesuai hitungan kubikasi.

Terhadap penambahan dana tersebut Bupati Ende menyatakan, setuju. “Buka akses ke desa untuk kepentingan masyarakat,” tambah Bupati Ende, Djafar Ahmad. (ARA/EN)