Ende  

Trash Hero hingga Go Green, Program Keren Osis SMPK Ndao Soal Lingkungan

Avatar photo
(dari kanan) ketua Osis SMPK Frateran Ndao, Christian Lionel Baje, wakil ketua Alexandra Divafirst Djou, serta bendahara Prisilah Maria Pragare usai melakukan pembersihan memperingati World Cleanup Day (16/09/23)
(dari kanan) ketua Osis SMPK Frateran Ndao, Christian Lionel Baje, wakil ketua Alexandra Divafirst Djou, serta bendahara Prisilah Maria Pragare usai melakukan pembersihan memperingati World Cleanup Day (16/09/23)

Kreatifitas para siswa SMPK Frateran Ndao patut diacungi jempol. Tak sebatas di ruang akademis, peserta didik di sekolah ini ternyata memiliki kegiatan-kegiatan yang, selain menambah wawasan juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui Organisasi Siswa alias Osis, peserta didik di SMPK Frateran Ndao berkreasi melakukan program kerja pelestarian lingkungan mulai dari program trash hero, sosialisasi, hingga program go green.

Pogram-program keren itu membuat SMPK Frateran Ndao menjadi salah satu Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dibawah pendampingan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ende. Sekolah Adiwiyata, secara internasional disebut Green School, merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Advertisement
melki laka lena
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di SMPK Frateran Ndao, pelestarian lingkungan tidak saja dibawakan melalui transfer ilmu pengetahuan secara satu arah atau dari guru ke murid, melainkan menjadi program Osis itu sendiri. Di sini, materi-materi pelestarian lingkungan langsung diterapkan oleh para siswa melalui kegiatan-kegiatan Osis.

Kegiatan pelestarian lingkungan pun beragam, mulai dari program Trash Hero atau Pahlawan Sampah, sosialisasi pelestarian lingkungan, hingga program Go Green. Semuanya itu dikerjakan oleh Osis.

Jelas Christian Lionel Baje, ketua Osis SMPK Frateran Ndao, progam trash hero atau pahlawan sampah merupakan program yang dilakukan dengan mengajak peran serta para siswa menjaga lingkungan. Program trash hero dilaksanakan dengan membersihkan lingkungan, mulai dari halaman sekolah hingga pesisir pantai Ndao yang terletak tepat di depan gerbang sekolah.

“Kalau program trash hero kami sudah lakukan dua kali. Pertama, membersihkan lingkungan sekolah sampai pantai Ndao, dan kedua, yang ini, membersihkan lingkungan sekolah memperingati WCD (World Cleanup Day) bersama Dinas Lingkungan Hidup,” tutur Lionel Baje (17/09/23).

Ke depan, sambung Lionel, Osis SMPK Frateran Ndao akan melakukan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan dan melaksanakan program go green atau penanaman pohon.

Mengenai kedua program tersebut, wakil ketua Osis SMPK Frateran Ndao, Alexandra Divafirst Djou mengatakan, sosialisasi pelestarian lingkungan akan dilaksanakan bulan Oktober tahun ini dengan menghadirkan narasumber seperti komunitas pecinta lingkungan.

“Itu kami buat sosialisasi di sekolah tentang peduli sampah, nanti seluruh siswa akan dikumpulkan di satu tempat, di aula Mardiwiyata, lalu diberikan materi oleh pegiat lingkungan seperti organisasi trash hero Ende, Acil (Anak Cinta Lingkungan),” tuturnya.

Selain itu, masih ada satu program lagi, go green. Program ini dikerjakan dengan melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan sekolah. Penanaman pohon nantinya dilakukan oleh para siswa dibawah koordinasi Osis.

Program go green baru bisa dilaksanakan pada tahun depan. Menurut Lionel dan Alexandra, program ini cukup sulit dilaksanakan sebab Osis memerlukan anakan pohon dalam jumlah yang tidak sedikt sehingga dibutuhkan kerjasama dengan dinas terkait.

Nantinya, jika anakan pohon telah didapatkan maka penanaman akan dilakukan di sekitar lingkungan sekolah sehingga terlihat hijau. (ARA/EN)