Menu

Mode Gelap

Budaya · 30 Sep 2021 11:05 WIB

Wow, Lagu Daerah Ende Lio Tersedia di Spotify


					Paul Hanny Wadhi dan Luis Thomas Ire Perbesar

Paul Hanny Wadhi dan Luis Thomas Ire

Lagu Daerah Ende-Lio sekarang ini mulai merangsek ke platform digital, Spotify. Lagu-lagu Ende Lio seperti Ulu Lela Nggewa, Nggela, atau Lina Ana Eda, kini bisa dinikmati di platform khusus musik tersebut.

Spotify adalah layanan musik digital, podcast, dan video yang memberikan akses ke jutaan lagu dan konten lain dari kreator di seluruh dunia. Untuk terdaftar di Spotify, seoarang musisi perlu mendaftarkan ke Music Publisher. Music Publisher sendiri merupakan pihak yang memberikan perlindungan hak cipta, mendistribusikan, sekaligus mengelola royalti.

Penelusuran media ini, musisi asal Ende, Luis Thomas Ire dan Paul Hanny Wadhi tercatat sebagai orang-orang pertama yang melebarkan sayap di Spotify.

Luis Thomas Ire, yang dihubungi media ini (30/09/21), mengatakan, dirinya mengembangkan karya di  karena platform digital ini memiliki perlindungan terhadap hak cipta secara digital.

“Kami, musisi, cenderung bermasalah soal mengarsipkan karya kami. Dengan mendaftarkan music publisher, tidak saja membuat pengarsipan itu mudah, tetapi juga menghindari pembajakan,” kata Luis Thomas (30/09).

Mengenai pembajakan, lanjutnya, ketika seorang musisi mempercayakan karyanya ke Music Publisher maka secara otomatis, platform tersebut akan mengambil alih proteksi atas karya-karya yang terdaftar. Tentu itu membuat karya seseorang terlindungi dan menghindari penggunaan secara tidak bertanggung jawab.

“Mereka (Music Publisher) akan mengambil alih proteksi lagu. Jadi, jika dishare (bagikan) di Youtube atau Facebook maka akan secara otomatis terdeksi dan dilindungi”.

Senada dengan Luis Thomas, musisi Ende lainnya, Paul Hanny Wadhi beranggapan, bahwa merilis lewat Music Publisher untuk dipasarkan ke platform digital merupakan cara dia mengarsipkan karya. Tambah Paul, penyanyi yang baru saja mengeluarkan single Lina Ana Eda ini, peran publisher mendistribusikan lagu ke platform digital.

“Publisher juga memasarkan karya-karya kami. Ya, cukup terbantu, namun bagi saya yang terpenting adalah mengarsipkan dan melindungi karya saya,” tuturnya.

Sebenarnya, menurut Luis dan Paul, platform lain seperti Youtube atau sejenisnya, juga bagus dijadikan sebagai tempat memasarkan karya. Hanya memang terdapat sedikit perbedaan. Youtube, terdiri dari berbagai konten seperti film, berita, animasi, dan sebagainya. Sementara Spotify khusus untuk musik.

Keduanya juga membagikan pengalaman mendaftar di Music Publisher. Menurut mereka, caranya amatlah mudah. Cukup dengan memenuhi standar yang diberikan seperti kualitas audio, cover, dan lainnya kemudian akan dinilai kelayakannya oleh pihak publisher.

Untuk diketahui, Spotify menjadi babak baru dalam perkembangan musik daerah Ende-Lio. Sebelumnya, pada era 90-an kebawah, musik daerah Ende Lio dinikmati melalui kaset, lalu berkembang ke Video Compact Disk hingga penghujung era 90-an. Di era milenium, musik daerah Ende Lio memasuki platform digital khususnya, Youtube. (ARA/EN)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Hulu ke Hilir, Dekranasda NTT Pacu Tenun Kaum Milenial di Ende

23 November 2021 - 12:12 WIB

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, didampingi Wakil Bupati terpilih Erikos Emanuel Rede dan anggota DPRD NTT Dolvianus Kolo, meninjau pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha atau PKW (22/11/21)

Pengembangan Produk Wisata Desa Harus Dimulai Dari Masyarakat

12 Oktober 2021 - 01:34 WIB

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban (kiri), Kepala Desa Wolofeo Philipus Loba, dan pemateri dari Indecon, saat pelatihan Pengembangan Produk Wisata Desa (11/10/21)

Daftar 29 Motif Tenun di Ende yang Segera Miliki Hak Paten

21 September 2021 - 14:53 WIB

Peragaan cara menenun (Twitter Kemendikbud RI)

Motif Tenun Kabupaten Ende Segera Miliki Hak Paten

21 September 2021 - 12:42 WIB

Penenun di Kabupaten Ende

Ende Jadi Tuan Rumah Pemilihan Putra-Putri Ekowisata 2021

18 September 2021 - 10:48 WIB

Putri Ekowisata NTT tahun 2021, Yudith Nomleni, melakukan pemotretan pra event di Taman Nasional Kelimutu (10/09/21/foto James Radar)

Festival Kelimutu 2021, Gairah Ekonomi Kreatif Ditengah Pandemi

18 September 2021 - 07:28 WIB

Atraksi tari oleh Sanggar Gerugiwa SMA Negri II Ende dalam penutupan Festival Kelimutu (17/09/21)
Trending di Budaya