Meskipun tidak detail menjelaskan kepada siapa kemarahan itu ditujukan, namun Abdul Kadir sendiri mengakui bahwa simbol karpet merah itu ia gunakan untuk melontarkan kemarahan kepada salah satu pihak, tanpa menyebutkan nama.
“Karpet warna apa ini yang diinjak, warna apa ini?,” kata ketua PKB Ende, Abdul Kadir Mosa Basa kepada pendukung paket Jasa yang memenuhi halaman kantor KPU Ende.
BACA JUGA
Pertanyaan itu terulang beberapa kali dan dijawab oleh para pendukung paket Jasa, “merah!”. Ketua PKB pun mengatakan bahwa sebenarnya itu adalah isyarat.
“Itu isyarat sebenarnya, benar tidak?,” ucap ketua PKB Ende disambut teriakan para pendukung membenarkan.
“Saya tidak menyebut siapa mereka, tapi saya sebut karpet ini warna apa? yang saya injak ini karpet warna apa? yang pak Djafar injak ini karpet warna apa?, kata ketua PKB Ende disambut jawaban lagi oleh para pendukung, “merah”.
“Pantas dia untuk diinjak,” kata ketua PKB Ende melanjutkan. “Pantas tidak? pantas tidak? Injak dia, hajar dia, hajar dia”.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






