Karenanya, ketika pencalonan Laurentius Gadi Djou sebagai bupati Ende telah final, Gadi Djou menginginkan Gereja menjadi tempat pertama yang ia kunjungi.
“Sosok Lori (sapaan akrab Laurentius Gadi Djou) termasuk dekat dengan Gereja, karena itu juga mungkin kurang srek kalau Gereja tidak jadi tempat pertama,” tuturnya. “Lori ingin Keuskupan jadi tempat pertama kunjungannya bersama pak Damran”.
BACA JUGA
Kunjungan paslon Gadi Djou-Baleti di Keuskupan Agung Ende berlangsung sekira setengah jam. Dalam kunjungan tersebut kedua kandidat diterima oleh Romo Gusti Wadhi.
Dalam pertemuan itu Laurentius Gadi Djou memperkenalkan sosok Damran Baleti selaku pendampingnya di Pilkada Ende 2024.
Gadi Djou juga memohon restu dan dukungan moril Keuskupan Agung Ende menghadapi momentum Pilkada. Paslon Gadi Djou-Baleti, sebutnya, siap menerima kritik dan masukan dari Gereja terkait upaya keduanya membangun kabupaten Ende.
Dialog antara paslon Gadi Djou-Baleti dengan pihak KAE berkesudahan dengan doa dan pemberkatan kedua kandidat oleh Romo Gusti Wadhi.
Kunjungan paslon Gadi Djou-Baleti di Keuskupan Agung Ende diakhiri dengan doa bersama dan bakar lilin di makam para Uskup. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






