<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pedagang Pasar Mbongawani &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/pedagang-pasar-mbongawani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2020 06:16:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Pedagang Pasar Mbongawani &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mama-mama Pedagang Sayur Gelar Dagangan di Gedung DPRD Ende, Ada Apa?</title>
		<link>https://endenews.com/mama-mama-pedagang-sayur-gelar-dagangan-di-gedung-dprd-ende-ada-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2020 06:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Pasar Mbongawani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=495</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mama-mama penjual sayur menggelar demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Ende pada Senin 20 April 2020....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mama-mama-pedagang-sayur-gelar-dagangan-di-gedung-dprd-ende-ada-apa/">Mama-mama Pedagang Sayur Gelar Dagangan di Gedung DPRD Ende, Ada Apa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mama-mama penjual sayur menggelar demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Ende pada Senin 20 April 2020. Mereka adalah penjual sayur dari dua Kecamatan, yakni Ndona dan Ende Timur.</p>
<p>Mama-mama berdemonstrasi dengan menggelar dagangan mereka di gedung DPRD.</p>
<p>Mama-mama mengeluh lantaran jualan mereka menurun drastis karena penjual lain yang berasal dari Kabupaten Nagekeo dan Ngada, berjualan di Pasar Mbongawani.</p>
<p>Kepada anggota DPRD yang menemui mereka, para pedagang mengatakan, sejak masa penanganan pendemi virus Corona para penjual dari Kabupaten lain masuk dan jualan di Pasar Mbongawani.</p>
<p>Akibatnya, persaingan dagang terjadi yang mengakibatkan pendapatan mereka menurun drastis.</p>
<p>“Sayur Kangkung kami jual dengan 3 ikat Rp 5.000, tapi mereka jual 1 ikat Rp 1.000, habis kami. Pak (anggota Dewan) tolong kami,” keluh Siti Harizah, salah satu penjual sayur.</p>
<p>Para pedagang memastikan bahwa persoalan ini baru terjadi sejak pemerintah beberapa kabupaten di Flores melakukan penanganan pendemi virus Corona.</p>
<p>Bahkan, menurut para pedangan, mereka kerap kali tidak mendapat tempat atau lapak berjualan di Pasar Mbongawani, lantaran diserobot oleh pedangan dari luar Ende.</p>
<p>Mendengar keluhan para pedagang, anggota DPRD Mahmud Jegha, yang hadir menemui pedagang mensinyalir, hal ini terjadi sebagai akibat dari pembatasan sosial yang ketat di kabupaten-kabupaten sekitar.</p>
<p>Karena itu dirinya mengusulkan agar pemerintah memperketat perbatasan. Mahmud menegaskan, jangan sampai pengetatan yang dilakukan oleh kabupaten tetangga pada akhirnya berdampak ke pedagang di Ende.</p>
<p>Senada dengan Mahmud, anggota DPRD Ende lainnya yakni Don Bosco Rega, juga menyayangkan persoalan ini. Dirinya kembali menguatkan solusi, agar daerah perbatasan lebih diperketat.</p>
<p>Dalam pertemuan dengan mama-mama penjual sayur, DPRD akhirnya memutuskan beberapa poin penting.</p>
<p>Disampaikan oleh pimpinan rapat, Erick Rede, DPRD Ende akan mendesak pemerintah untuk memperketat akses masuk ke Kabupaten Ende.</p>
<p>“Akses di perbatasan akan diperketat. Jangan sampai mama-mama merugi karena hal ini,” kata Erick Rede.</p>
<p>Selain itu, keputusan penting lainnya adalah DPRD Ende akan meminta pemerintah untuk melakukan penataan di Pasar Mbongawani.</p>
<p>Penataan akan dilakukan dengan dengan pendataan dan penertiban mobil-mobil <em>Pick Up</em> dari luar Ende yang menjajakan dagangan di Pasar Mbongawani. Hal ini kata Erick akan di sampaikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende.</p>
<p>Menariknya, selain beberapa keputusan tersebut, anggota DPRD juga mendata nama-nama pedagang untuk dimasukan sebagai penerima bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mama-mama-pedagang-sayur-gelar-dagangan-di-gedung-dprd-ende-ada-apa/">Mama-mama Pedagang Sayur Gelar Dagangan di Gedung DPRD Ende, Ada Apa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
