Gubernur NTT Tanggapi Kisruh Anggaran di Ende : Aduh, Bahaya Ini

Avatar photo
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan sambutan bertempat di SMKN 1 Ende (04/04/25)
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan sambutan bertempat di SMKN 1 Ende (04/04/25)

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena secara mengejutkan memberikan tanggapan mengenai kisruh pengelolaan anggaran di kabupaten Ende yang saat ini menjadi sorotan publik.

Saat memberikan sambutan bertempat di SMKN 1 Ende (04/04/25), kata Gubernur NTT, dirinya mengetahui kisruh anggaran menyangkut hutang Pemkab Ende melalui pemberitaan media massa. Ia pun meminta agar pemerintah tidak mengeluh dan menerima beban itu sebagai tanggung jawab dalam estafet kepemimpinan di daerah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Saya cek diberita-berita, aduh, bahaya ini. Kalau soal hutang itu (Pemprov) NTT hutang lebih banyak. Saya ini masuk dengan hutang lebih dari Rp 1 triliun, tapi apakah Melki Laka Lena mengeluh, Johni Asadoma mengeluh, tidak. Pemimpin itu dia masuk dengan plus-minus pemerintah sebelumnya,” kata Gubernur NTT, Melki Laka Lena (04/04).

Udah kita telan saja semua sekarang, kita jalan dengan yang ada sekarang ini. Yang penting kebersamaan,” tandasnya.

BACA JUGA

Gubernur NTT pun mengingatkan agar seluruh pihak menjaga ketenangan, kebersamaan dan semangat gotong-royong dalam pembangunan tanpa saling mempersalahkan satu sama lain.

Kata Gubernur NTT, hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu tokoh NTT, Cornelis Lay menemukan bahwa faktor utama penyebab terhambatnya proses pembangunan di Nusa Tenggara Timur ialah karena konflik dan sikap tidak saling mendukung.

“Cornelis Lay, pemikir hebat di negeri ini yang pernah mendampingi beberapa presiden,” ucap Gubernur NTT. “Dia mempunyai satu tesis begini, dia punya hasil penelitian, NTT ini menjadi seperti ini karena kita itu sering berkonflik. Berkonflik itu bukan saja kita berkelahi, perang terbuka, bukan begitu, kita tidak saling mendukung saja itu sedang berkonflik sebenarnya”.

Karena itulah, tandas Gubernur NTT, dirinya melakukan berbagai perjalanan dan menemui sebanyak mungkin stakeholder untuk diajak membangun NTT secara bersama-sama. “Ini penelitian dari bang Cornelis, sudah meninggal dia, kenapa saya keliling NTT model begini, ke Jakarta jahit sana-sini, ketemu semua orang, karena saya mau semua itu dijahit”.

BACA JUGA

Ia pun mengharapkan agar hal seperti itu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di kabupaten Ende saat ini. Seluruh pihak juga diharapkan mengilhami semangat gotong-royong di dalam Pancasila yang ditemukan oleh bung Karno di kabupaten Ende.

Semangat gotong-royong yang digemakan oleh bung Karno akan memastikan seluruh pihak saling menghargai, merangkul serta saling mendukung dalam pembangunan, tuturnya.

“Bung Karno temukan Pancasila di NTT, di Ende ini, intinya kan gotong royong. Tidak ada yang lebih hebat satu sama lain. Kita mesti saling jahit, saling hargai, saling jaga. Tidak ada pemimpin di negeri ini yang sukses karena dia jalan sendiri, apalagi di NTT, apalagi di Ende. Mesti jalan sama-sama, duduk sama-sama, bicara sama-sama, suka duka kita lalui bersama,” ucap Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (ARA/EN)