Usai sidang paripurna, pimpinan DPRD Ende kemudian mengajak bupati dan wakil bupati memasuki ruang pertemuan diikuti seluruh anggota DPRD Ende. Pertemuan itu menggunakan salah satu ruangan di sisi kiri bagian depan gedung DPRD Ende.
Saat seluruh anggota dewan telah memasuki ruang pertemuan, tiba-tiba saja muncul teriakan dan saling bantah di dalam ruang pertemuan. Ruang pertemuan pun mendadak ramai dengan suara-suara bernada keras dari para anggota dewan, begitu pun suara-suara bernada melerai.
Para staf DPRD Ende maupun staf Pemkab Ende lalu merespon dan berlarian menuju ruang pertemuan. Sementara dari dalam ruangan, salah satu anggota dewan cepat-cepat menutup pintu yang sempat terbuka, seolah berupaya merahasiakan kericuhan.
BACA JUGA
Kericuhan di dalam ruang pertemuan sempat berlangsung sekira 15 menit hingga para staf Pemkab Ende memaksa masuk ke ruang pertemuan untuk mengamankan bupati dan wakil bupati Ende.
Bupati dan wakil bupati Ende pun meninggalkan gedung DPRD Ende dikawal staf protokoler dan anggota Satpol PP.
Hingga saat ini penyebab kericuhan diantara beberapa anggota DPRD Ende belum diketahui. Beberapa anggota DPRD Ende yang dikonfirmasi media ini menolak memberikan penjelasan dan hanya mengatakan kericuhan terjadi sebelum pertemuan dimulai. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






