Mengenai pendekatan tersebut, Don Wangge kembali mengingatkan istilah etnis Lio-Ende, ‘nai tangi tika tenda’ (silahturahmi secara langsung –red).
Dirinya menilai Lory Gadi Djou bersilahturahmi langsung dan intens berkonsultasi dengannya sehingga ia menjatuhkan pilihan mendukung paslon Gadi Djou-Baleti.
“Paket lain pun sama datang tapi hanya sekali. Pak Djafar hanya sekali, paket Tote (sapaan Yosef Badeoda) ‘Deo Do’ pertelepon,” kata Don Wangge.
“Orang Lio ini ada istilah ‘nai tangi tika tenda’, dan yang nai tangi tika tenda paling banyak adalah Lory Gadi Djou dan Damran Baleti sehingga saya memilih mereka,” tutupnya.
BACA JUGA
Di tempat sama, calon bupati Ende Lory Gadi Djou membenarkan pengakuan Don Wangge.
Lory mengaku dirinya memang intens berkonsultasi dengan Don Wangge selaku tokoh daerah yang telah banyak memiliki pengalaman.
Salah satu konsultasi antara dirinya dengan Don Wangge ialah mengenai kekhawatirannya atas praktek politik uang pada masa pemilihan anggota legislatif yang dikhawatirkan terbawa hingga ke Pilkada.
BACA JUGA
Lory mengaku mendapat peneguhan ketika berkonsultasi dengan Don Wangge.
Untuk diketahui, kehadiran Don Wangge saat pendaftaran paket Gadi Djou-Baleti di KPUD Ende menjadi kejutan utama bagi massa pendukung paslon tersebut.
Kehadiran Don Wangge tersebut menjadi momen pertama kalinya ia menyatakan dukungan secara terbuka dalam Pilkada Ende kali ini. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






