Ende  

Hari Pertama MBG di Ende, Siswa Makan Pakai Tangan, Air Pun Tak Ada

Avatar photo
Para siswa Sekolah Menengah Kejuaran Negri (SMKN) 2 Ende menikmati Makan Bergizi Gratis atau MBG, Selasa 17 Februari 2025
Para siswa Sekolah Menengah Kejuaran Negri (SMKN) 2 Ende menikmati Makan Bergizi Gratis atau MBG, Selasa 17 Februari 2025

Hal yang sama juga terjadi di kelas XI Audio Visual A, SMKN 2 Ende. Penuturan Andi Rahmat, wali kelas XI Audio Visual A, air minum memang telah diinformasikan tidak disediakan oleh penyalur MBG.

Ia sendiri mengambil solusi menggunakan kas kelas membeli air minum bagi para siswanya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Kami pakai uang kas kelas, karena memang pada dasarnya kan uang kas kelas pakai untuk kepentingan mereka (siswa) sendiri,” tutur Andi Rahmat.

BACA JUGA

Penyaluran MBG kepada SMKN 2 Ende diakui terlambat meskipun bagi Andi Rahmat hal tersebut tidak terlalu berdampak bagi aktifitas belajar mengajar.

Aku Andi Rahmat, pihak sekolah diinformasikan bahwa penyaluran MBG tiba di sekolah pada pukul 10.00 waktu setempat. Kemudian terjadi pergeseran ke jam 12.00, lalu digeser lagi ke pukul 13.00 Wita.

BACA JUGA

Mengenai kekurangan tersebut, Maxi Dheki, pengurus Yayasan Putra Persada Bhakti yang mendistribusikan makanan ke 5 sekolah tersebut, mengatakan, air minum dan sendok bukan bagian dari program tersebut sehingga pihaknya tidak menyediakan.

“Itu memang standar BGN (Badan Gizi Nasional)-nya begitu, sendok dan air minum ditanggung sendiri,” jelasnya.

Dirinya mengakui bahwa program MBG di Ende baru saja berjalan sehingga masih terdapat kekurangan, misalnya ketepatan waktu penyaluran makanan ke sekolah-sekolah. Kendati demikian, tutur Maksi Dheki, kekurangan yang didapati pada hari pertama penyaluran MBG akan diperbaiki saat proses penyaluran berikutnya.

Hari pertama pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para pelajar di Ende berkesudahan sekira pukul 14.30 Wita. Selanjutnya, sambung Maxi Dheki, program ini akan dilaksanakan selama 5 hari dalam setiap pekan. (ARA/EN)