Ketua PKK NTT Ajak Generasi Muda Lestraikan Tenun Ikat

Avatar photo
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Mindriyati Astiningsih Laka Lena
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Mindriyati Astiningsih Laka Lena

Upaya melestarikan warisan budaya lokal Khususnya tenun ikat terus digaungkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, saat melakukan kunjungan ke Kelompok Tenun Ikat Mokekeso di Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Selasa (21/10/25).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menekankan pentingnya peran generasi muda untuk meneruskan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia juga menyebutkan bahwa, belum banyak generasi muda atau usia pelajar yang turut terlibat membuat tenun ikat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Yang ada kebanyakan para ibu yang sudah berumur. Bagaimana nantinya jika generasi mereka sudah tidak ada, siapa yang akan meneruskan. Karena itu mari kita ajak generasi muda untuk turut terlibat membuat tenunan” Ungkap Asti Laka Lena.

BACA JUGA

Ia juga menekankan perlunya dukungan pendidikan agar generasi muda atau pelajar mulai mengenal dan tertarik pada tenun ikat sebagai warisan budaya

“Sekolah-sekolah bisa mulai dengan pelajaran muatan lokal untuk mengajarkan para siswa bertenun atau sekolah kejuruan bisa dengan membuka kejuruan tenun ikat” harapa Asty Laka Lena.

Dalam kunjungan di kelompok tenun ikat Mokekeso, dia menyampaikan apresiasi kepada kelompok tenun disana. Dirinya menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan IKN (Industri Kecil Menengah) lewat Dekranasda yang ia pimpin

Lebih lanjut, Asty Laka Lena, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan membangun NTT Mart, dimana sebut dia, produk industri kerajinan, kuliner, ataupun souvenir bisa dipasarkan di tempat itu sehingga semakin banyak masyarakat mengenal karya UMKM daerah.

“Pemerintah Provinsi akan membangun NTT Mart disejumlah wilayah termasuk di Ende, dimana tempat ini akan dipasarkan hasil UMK setempat” jelas Asty Laka Lena.

Lanjut dia, mimpi kedepan kain tenun kita seperti Batik, dimana semua orang bisa mengenakan kapan dan dimanapun. Selain kain tenun juga bisa menghasilkan karya-karya lainnya seperti tas, baju atau souvenir lainnya.

“Kita mau selembar kain tentunya karyanya lumayan, tetapi kalau kita sudah aplikasinya dan dipecah-pecah lebih terjangkau dan banyak orang yang akan menggunakan dan semakin banyak orang menggunakan tenun ikat” pesan Asty Laka Lena

BACA JUGA

 

Sementara itu, Chici Badeoda mengatakan, Dekranasda Kabupaten Ende siap memasarkan produk kain tenun maupun kerajinan tangan lainnya.

Dia menyebutkan, pada akhir bulan Oktober atau awal November dipastikan akan diresmikan NTT Mart di Kabupaten Ende. Dirinya menyebutkan, tentunya produk hasil olahan dari masyarakat bisa dipasarkan di tempat tersebut.

Lurah Rewarangga, Ardiyanto menyebutkan, kelompok tenun Mokekeso ini, banyak dikunjungi oleh para pelajar maupun mahasiswa untuk belajar disana.

” Mereka datang ingin belajar dan mengetahui pembuatan tenun ikat mulai dari siswa SD semisal SD St Ursula hingga Perguruan Tinggi. Bukan saja para pelajar atau mahasiswa dari Kabupaten Ende tapi juga dari luar daerah” jelas Lurah Rewarangga.

Dirinya berharap agar Pemerintah maupun Dekranasda baik provinsi maupun kabupaten bisa turut mendampingi sehingga kelompok ini bisa lebuh baik lagi kedepan dengan menghasilkan produk ikutan lainnya selain kain tenun.