Mendengar ceritanya itu Ayah dari Pater Leo Kleden lalu menyarankan agar anaknya itu, Paulus Budi Kleden, disekolahkan. Sayang, kata dia, anak secerdas itu ditahan di bengkel kayu.
“Ayah saya bilang,” ulang Pater Leo Kleden, “anak begitu cerdas itu jangan kau tahan di bengkel tukang kayu. Biarkan dia sekolah dan kita lihat Tuhan atur apa kemudian”.
Tak disangka, sambungnya, asisten tukang di Waibalun, Flores Timur, menjadi pengikut dari anak tukang kayu di Nazaret, tutur Pater Leo disambut gelak tawa hadirin di acara peluncuran buku.
“Anak tukang kayu di Waibalun menjadi murid dari anak tukang kayu di Nazaret,” pungkasnya.
BACA JUGA
Mengenai buku tentang Mgr Paulus Budi Kleden yang diluncurkan, tutur Pater Leo Kleden, buku tersebut hadir sebagai jembatan khususnya bagi umat untuk mengenali sosok Uskup Agung Ende tersebut.
Kata Pater Leo Kleden, buku tersebut terdiri dari lima bagian yang dapat dibagi dalam dua kelompok besar.
Kelompok pertama adalah kisah-kisah yang memperkenalkan pribadi dan pemikiran Paul Budi Kleden, sedangkan kelompok kedua, tentang Keuskupan Agung Ende itu sendiri.
“Boleh dikatakan buku ini merupakan gabungan dua lembar narasi yaitu kisah tentang Mgr Paul dan komunitas beriman Keuskupan Agung Ende yang dirajut jadi satu,” tutur Pater Leo Kleden. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






