Ditanya mengenai hal tersebut, tutur Fransiska Siregar, air minum dan sendok memang diinformasikan tidak disediakan oleh pihak penyalur sehingga sekolah telah menyampaikan kepada siswa membawa air minum dan sendok masing-masing.
Senada dengan Fransiska, Andi Rahmat wali kelas XI Audio Visual A, SMKN 2 Ende, juga mengalami hal sama di kelasnya. Sehingga sebagai wali kelas ia menggunakan kas kelas untuk membeli air minum bagi para siswanya.
“Kami pakai uang kas kelas, karena memang pada dasarnya kan uang kas kelas pakai untuk kepentingan mereka (siswa) sendiri,” tutur Andi Rahmat.
BACA JUGA
Mengenai kekurangan tersebut, Maxi Dheki, pengurus Yayasan Putra Persada Bhakti yang mendistribusikan makanan ke 5 sekolah tersebut, mengatakan, air minum dan sendok bukan bagian dari program tersebut sehingga pihaknya tidak menyediakan.
“Itu memang standar BGN (Badan Gizi Nasional)-nya begitu, sendok dan air minum ditanggung sendiri,” jelasnya.
Hari perdana pemberian Makan Bergizi Gratis kepada para pelajar di Ende berkesudahan sekira pukul 14.30 Wita.
Selanjutnya, kata Maxi Dheki, Program ini akan dilaksanakan selama 5 hari dalam setiap pekan. Sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG, Yayasan Putra Persada Bhakti bertanggung-jawab menyediakan makanan bergizi bagi 5 sekolah tersebut. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






