Tak Ada Air dan Sendok
Selain itu, pelaksanaan program MBG hari pertama juga diwarnai kejadian dimana banyak pelajar makan menggunakan tangan. Hal itu disebabkan karena ketiadaan sendok.
Penuturan Fransiska Siregar, wali kelas Desain Permodelan dan Infomasi Bangunan (DPIB) SMKN 2 Ende, sebenarnya pihak sekolah telah disampaikan oleh penyalur MBG bahwa sendok tidak disediakan dalam tempat makan.
BACA JUGA
Karena itu, sambungnya, pihak sekolah kemudian menyampaikan kepada para siswa untuk membawa sendok masing-masing.
Selain sendok, air minum juga tak disediakan oleh penyalur program MBG di dalam kotak makanan.
Menurut Andi Rahmat, wali kelas XI Audio Visual A, SMKN 2 Ende, air minum memang telah diinformasikan tidak disediakan oleh penyalur MBG. Ia sendiri mengambil solusi menggunakan kas kelas membeli air minum bagi para siswanya.
BACA JUGA
Mengenai berbagai kekurangan tersebut, Maxi Dheki, pengurus Yayasan Putra Persada Bhakti yang mendistribusikan makanan ke 5 sekolah tersebut, mengatakan, berbagai kekurangan yang terjadi akan diperbaiki pada proses penyaluran selanjutnya.
Khusus terkait tidak tersedia sendok dan air minum, kata dia, hal tersebut dikarenakan sendok dan air minum bukan bagian dari program MBG.
“Itu memang standar BGN (Badan Gizi Nasional)-nya begitu, sendok dan air minum ditanggung sendiri,” jelasnya. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






