Mengenai anggaran penambahan kontainer sampah, DLH Ende telah mengajukan anggaran kepada pemerintah dan menggandeng pihak swasta menggunakan CSR atau Corporate Social Responsibility.
“Kami mengajukan tambahan kontainer 2 buah ke bank NTT, ke PT SGI (Sokoria Geothermal Indonesia) juga kami akan ajukan tambahan kontainer dan beberapa perusahaan lainnya. Untuk anggaran ke pemerintah masih diusulkan,” kata Kanisius Se.
BACA JUGA
DLH Ende juga terus melakukan sosialisasi mengenai jadwal pengangkutan sampah kepada masyarakat, sebab tumpukan sampah di pinggir jalan disebabkan pula oleh masyarakat yang membuang sampah di luar jadwal pengangkutan sampah.
Jadwal pengangkutan sampah berbeda-beda untuk setiap wilayah di dalam kota Ende sehingga diperlukan peran aktif warga untuk membuang sampah sesuai jadwal.
Kedepan, kata Kanisius Se, DLH Ende berencana melakukan pengolahan sampah melalui bank sampah. Pembentukan bank sampah dilakukan agar pengolahan sampah bisa dilakukan sehingga sampah memiliki nilai ekonomis.
BACA JUGA
Nantinya sampah akan dipilih menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik, plastik, kaca, logam, akan diolah di bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomis.
Sedangkan untuk pengolahan sampah organik, DLH Ende akan membangun kerjasama dengan Koperasi Pancasila dan PLTU Ropa agar dapat dijadikan pellet atau bahan bakar padat berasal dari Jerami, kayu atau sejenisnya. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






