Persis di depan istana Keuskupan Agung Ende, para tokoh adat setempat menyambut kedatangan sang Uskup dengan seremonial adat.
Lantunan syair dalam Bahasa adat pun menyapanya sekaligus mempersilahkan sang Uskup memasuki istana Keuskupan Agung Ende.

Momen penjemputan Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden yang amat menonjolkan keberagaman berkesudahan dengan sang Uskup memasuki istana Keusukupan.
Ketua II Pelaksaan Tahbisan Uskup Agung Ende, RD Piperno Bego, diwawancarai setelah penjemputan mengatakan, kemasan acara penjemputan yang bernuansa keberagaman memiliki pesan moral yang ingin menunjukkan Ende sebagai Kota Pancasila.
Kota Ende, kata RD Piperno, merupakan kota rahim Pancasila yang kaya akan budaya dan semangat toleransi beragama.
“Ini mau menunjukan bahwa Ende itu merupakan kota Pancasila yang ditunjukkan dengan keberagaman agama dan budaya,” tuturnya. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






