<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bung Karno di Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/bung-karno-di-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 May 2022 07:53:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Bung Karno di Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berapa Kali Presiden Soekarno Kunjungi Ende, Tahun Berapa?</title>
		<link>https://endenews.com/berapa-kali-presiden-soekarno-kunjungi-ende-tahun-berapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 May 2022 07:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah Pancasila di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjugan Jokowi di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lagi Kota Ende akan menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo, orang nomor satu...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/berapa-kali-presiden-soekarno-kunjungi-ende-tahun-berapa/">Berapa Kali Presiden Soekarno Kunjungi Ende, Tahun Berapa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lagi Kota Ende akan menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo, orang nomor satu di Indonesia tersebut dijadwalkan menjadi Irup peringatan Harlah Pancasila di Ende. Jika hal itu terjadi maka Jokowi akan menjadi presiden kedua yang mengunjungi Kota Ende. Sebelum Jokowi, Presiden Soekarno sudah terlebih dahulu menyambangi Ende, bahkan dua kali kunjungan.</p>
<p>Presiden Soekarno memang sulit dipisahkan dengan Ende sebab kota ini menjadi tempat pengasingannya sejak tahun 1934 hingga tahun 1938. Karena itulah, barangkali, Bung Karno mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya Presiden RI yang melakukan kunjungan ke Ende sebanyak dua kali kunjungan.</p>
<p>Namun, mengenai tahun atau waktu kunjungan Presiden Soekarno di Ende, terjadi perbedaan mencolok antara para saksi sejarah dengan dokumentasi ANRI, yang dijadikan Pemkab Ende sebagai acuan. Khususnya terkait kunjungan kedua Presiden Soekarno, perbedaan waktu antara arsip resmi dan para saksi sejarah terlampau jauh.</p>
<p>Salah satu saksi sejarah dan orang dekat Bung Karno, Riwu Ga, bercerita, kunjungan pertama terjadi pada tahun 1951 diikuti kunjungan kedua pada tahun 1957. Riwu Ga merupakan orang dekat Bung Karno yang mengikuti perjuangan beliau sejak pengasingan di Ende hingga menjadi Presiden RI.</p>
<p>Saat kunjungan pertama Presiden Soekarno, Riwu Ga sudah menetap di Ende dan bekerja di Kantor Pekerjaan Umum Daerah Flores. Dalam “<em>Riwu Ga, 14 Tahun Mengawal Bung Karno (2004)”, </em>dia bercerita, Bung Karno datang dengan pesawat Catalina dan berlabuh di Pelabuhan Ende (Sekarang Pelabuhan Soekarno).</p>
<p>“Saat itu Bung Karno datang dengan pesawat terbang catalina yang berlabuh di pelabuhan Ende (<em>Riwu Ga, 14 Tahun Mengawal Bung Karno, 2004:49)”.</em></p>
<p>Pada kunjungan pertama ini, menurut Riwu Ga, Presiden Soekarno berada di Ende selama tiga hari dan menginap di rumah Kepala Daerah Flores, L. E. Montero. Riwu mengetahui persis sebab dia diminta Bung Karno menemaninya selama berada di Ende.</p>
<p>Riwu Ga diminta oleh Bung Karno melayaninya persis sama dengan apa yang dia lakukan kala Bung Karno masih di pengasingan dahulu.</p>
<p>“Tiga malam Bung Karno di Ende. Saya urus makan dan minumnya. Saya jaga dia. Dia menyuruh saya tidur memalangi pintu kamarnya, di rumah kepala daerah, Pak Montero”.</p>
<p>“Itulah permintaannya yang pertama setelah ia menjadi presiden: meminta saya menjaga dia dan memijit-mijit badannya yang letih. Selama tiga malam saya menjaga dia. Pengawal resminya diperintahkan istirahat”.</p>
<p>Masih menurut Riwu Ga, kunjungan kedua Presiden Soekarno di Ende terjadi pada tahun 1957. Pada kunjungan ini, lagi-lagi Bung Karno meminta Riwu melayaninya.</p>
<p>“Tahun 1957 Bung Karno datang lagi (di Ende). Dia meminta saya menjaganya selama di sana. Kalau sudah begitu, hanya saya yang boleh masuk keluar kamar tidurnya”.</p>
<p>Mengenai waktu untuk kunjungan kedua, Safrudin Pua, penjaga situs Rumah Pengasingan Bung Karno memberikan jawaban berbeda. Menurut Safrudin, kunjungan kedua terjadi pada tahun 1958. Argumen Safrudin berdasarkan cerita turun-temurun dari kakeknya yang merupakan salah satu sahabat Bung Karno kala menjalani pengasingan di Ende.</p>
<p>“Tahun 1958 Bung Karno mengunjungi Ende,” kata Safrudin (10/5/22). “Saya dengar dari kakek”.</p>
<p>Keterangan waktu terkait kunjungan Bung Karno di Ende diantara para saksi sejarah tidak nampak mencolok, namun tidak demikian apabila membandingkannya dengan dokumentasi Arsip Nasional RepubIik Indonesia atau ANRI. File resmi ANRI berisi foto-foto kunjungan beserta keterangan waktu, masih tersimpan dan dijadikan acuan oleh Pemkab Ende dalam membukukan, <em>Citra Kabupaten Ende Dalam Arsip</em> <em>(2017).</em></p>
<p>Dalam dokumentasi ANRI yang dijadikan Pemkab Ende sebagai acuan tersebut, kunjungan Presiden Soekarno di Ende terjadi pada bulan Oktober tahun 1950 dan bulan Mei tahun 1954. Nah, jika selisih waktu untuk kunjungan pertama tidak nampak mencolok maka tidak demikian dengan kunjungan kedua. Para sahabat Bung Karno menyebut kunjungan kedua terjadi pada tahun 1957 atau 1958, sementara dokumentasi ANRI yang digunakan Pemkab Ende, menyebut tahun 1954. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/berapa-kali-presiden-soekarno-kunjungi-ende-tahun-berapa/">Berapa Kali Presiden Soekarno Kunjungi Ende, Tahun Berapa?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Ende Bung Karno Sering Dibantu Ang Ho Lang</title>
		<link>https://endenews.com/di-ende-bung-karno-sering-dibantu-ang-ho-lang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 00:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Ang Ho Lang]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pengasingan Bung Karno di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2622</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sosok Bung Karno memang pemimpin karismatik. Banyak orang selalu ingin dekat dan menjadi sahabatnya. Mereka...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/di-ende-bung-karno-sering-dibantu-ang-ho-lang/">Di Ende Bung Karno Sering Dibantu Ang Ho Lang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sosok Bung Karno memang pemimpin karismatik. Banyak orang selalu ingin dekat dan menjadi sahabatnya. Mereka bukan saja menjadi sahabat tetapi lebih dari itu, mereka juga bersedia membantunya walau hukuman pemerintah kolonial mengancam di sisi lain.</p>
<p>Salah satunya adalah sahabat Bung Karno bernama Ang Ho Lang. Ang Ho Lang paling berjasa bagi Bung Karno dalam menyelundupkan surat-suratnya, dari Ende ke Jawa atau sebaliknya.</p>
<p>Saat menjalani pengasingan di Ende dari tahun 1934 hingga 1938 ruang gerak Bung Karno amat dibatasi. Ia tidak bisa leluasa berteman layaknya warga biasa. Bung karno tak boleh berdiskusi dengan sesama pejuang, selain itu ia juga tak boleh keluar rumah lebih dari 10 Kilometer.</p>
<p>Bung, mengisi hari-harinya dengan keluarga seperti istrinya Inggit Ganarsih, nenek Amsi, atau Omi anak angkatnya. Dia juga bersibuk diri dengan Toneel Club Kelimutu, kelompok seni yang dibentuknya.</p>
<p>Namun, tak seperti raganya yang dapat dikurung, gelora perjuangan Bung Karno ternyata enggan padam. Bung Karno selalu mencari cara agar dapat berdikusi dengan teman seperjuangan di Jawa, atau mendapat informasi terbaru mengenai perjuangan dari luar sana.</p>
<p>Dia sering menuliskan buah pikirnya kepada teman-teman di luar Ende. Begitu pun sebaliknya, ia sering mendapat informasi-informasi baru dari rekan seperjuangan di Jawa. Interaksi antara Bung Karno dengan mereka diselundupkan melalui surat.</p>
<p>Kata Riwu Ga, sahabat dan pembantu Bung Karno kala di Ende, adalah warga keturunan Tionghoa bernama Ang Ho Lang yang berjasa menyelundupkan surat-surat Bung Karno.</p>
<p>Dalam “<em>Kako Lami Angalai? Riwu Ga, 14 Tahun Mengawal Bung Karno, (2004),</em>” Ang Ho Lang merupakan warga keturunan Tionghoa yang beristrikan perempuan Jawa. Kendati tak disebutkan dalam buku itu, apakah Ang Ho Lang merupakan warga Ende atau bukan.</p>
<p>Surat-surat Bung Karno, cerita Riwu Ga, diselundupkan oleh Ang Ho Lang dari Ende ke Jawa begitupun sebaliknya. Biasanya surat-surat itu diselundupkan di dalam buah Labu.</p>
<p>“Bila ada orang menjual buah Labu pada kami, Ibu Inggit sudah mengerti (isinya surat). Buah Labu itu dibeli,” cerita Riwu Ga <em>(Hal, 31).</em></p>
<p>Ang Ho Lang mengatur semua itu dan seperti tanpa rasa takut atas hukuman yang akan diterima bila ketahuan, Ang Ho Lang sering menyulundupkan surat Bung Karno.</p>
<p>Semuanya serba sembunyi-sembunyi, kenang Riwu Ga, karena Bung Karno dan keluarga diintai oleh pemerintah kolonial Belanda.</p>
<p>Oleh sebab itu setelah membeli buah Labu, Inggit Ganarsih akan membelahnya secara sembunyi-sembunyi. “Karena ada surat penting yang tak boleh diketahui orang lain,” sambungnya.</p>
<p>Tak banyak yang tahu, tetapi berkat jasa Ang Ho Lang, Bung Karno selalu dapat berhubungan dengan teman-temannya di Jawa. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/di-ende-bung-karno-sering-dibantu-ang-ho-lang/">Di Ende Bung Karno Sering Dibantu Ang Ho Lang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
