<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daftar Bupati Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/daftar-bupati-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2022 03:00:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Daftar Bupati Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</title>
		<link>https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 11:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Kelima]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Letkol Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Adakah Bupati Ende dari kalangan militer? Jika pertanyaan itu terlontar maka orang Ende akan menjawab...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/">Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah Bupati Ende dari kalangan militer? Jika pertanyaan itu terlontar maka orang Ende akan menjawab tegas: Ada. Namanya Letnan Kolonel (Letkol) Frans Gedowolo.</p>
<p>Frans Gedowolo adalah Bupati Ende kelima yang memimpin sejak tahun 1994 hingga tahun 1999. Selama menjabat sebagai Bupati Ende dia terkenal dengan program Tri Sukses Pembangunan.</p>
<p>Frans Gedowolo lahir di Jogya tanggal 2 September 1938. Ayahnya adalah seorang pejuang yang tewas di medan perang sementara ibunya merupakan warga biasa yang berasal dari Kecamatan Wolowaru.</p>
<p>Tutur isteri dari Frans Gedowolo, Yosefina Made Rosini, menginjak usia 4 tahun Gedowolo kecil dibawa oleh ibunya kembali ke Ende.</p>
<p>Tiba Ende mereka sempat tinggal beberapa waktu di Wolowaru sebelum akhirnya pindah ke Kota Ende. Di Kota, mereka bermukim di Jalan Cendana, Kota Ende, rumah yang didiami Frans Gedowolo hingga saat ini.</p>
<p>Kendati hidup sederhana pendidikan Frans Gedowolo amat diperhatikan oleh ibunya. Dia disekolahkan oleh ibunya. Frans Gedowolo menyelesaikan bangku pendidikan di Kota Ende.</p>
<p>Namun, usai sekolah, dia membuat keputusan penting yang membuat ibundanya <em>cenat-cenut</em>. Frans Gedowolo secara diam-diam berangkat ke Yogya ikut pendidikan militer. Kenang Made Rosini, kala itu ibunda Frans Gedowolo amat berang. Ia seolah tak rela kerasnya pendidikan militer yang akan diikuti putra tunggalnya itu.</p>
<p>“Mama (ibunda Frans Gedowolo), ceritanya, marah-marah saat itu,” ungkapnya (02/10/20).</p>
<p>Ternyata komitmen Frans Gedowolo berbuah manis. Beberapa tahun berselang dia kembali ke Ende dengan seragam militer. Pangkatnya saat itu Prajurit Dua (Prada). Kedatangan Gedowolo tentu bikin heboh. Keluarga dan tetangganya bangga bukan main.</p>
<p>Di dunia militer, karir Frans Gedowolo diawali pada tahun1958 ketika menjadi komandan regu di Singaraja, Bali. Pada tahun 1962 karirnya mulai menanjak saat terpilih menjadi komandan seksi mortir di Singaraja (<em>Bupati Ende Dari Masa ke Masa, 2011</em>).</p>
<p>Karirnya terus menanjak setelah itu dan sempat mendapat penugasan di beberapa daerah. Dia sempat ditempatkan di Kompi C Ende pada 1969. Waktu itu Frans Gedowolo berpangkat Letnan Dua (Letda). Tahun 1974 dia ke Kupang menjadi PASI 4 di Kodim Kupang, kemudian menjadi PASI 1 pada 1976. Tiga tahun berselang dia dipercayakan menjabat KASI 3 di Korem Kupang, lalu diangkat menjadi Kasdim di Kefamenanu pada 1981.</p>
<p>Setelah melalang buana dengan segudang pengalaman dia kembali ke Ende. Gedowolo, dipercayakan menjabat Kasdim di Ende. Pangkatnya saat itu Letnan Kolonel (Letkol).</p>
<p>Kendati berprestasi namun puncak karirnya tidak dia raih di militer. Sebaliknya, Gedowolo, mendapatkan itu ketika dikaryakan di sipil.</p>
<p>Mulanya, memasuki usia pensiun, Gedowolo mendapat kepercayaan atasannya menjadi anggota DPRD Ende dari Fraksi ABRI (sekarang fraksi ini dihilangkan). Istilah militer kala itu, “dikaryakan”.</p>
<p>Gedowolo pun akhirnya menjabat sebagai anggota DPRD Ende mulai tahun 1986. Di gedung dewan, ternyata dia memiliki “taji”. Dia berhasil menjadi Wakil Ketua DPRD satu tahun berselang.</p>
<p>Dari waktu ke waktu karya Gedowolo di gedung dewan ternyata dilirik oleh partai lain. Hal itu terlihat ketika pada suksesi pemilihan Bupati Ende tahun 1994 namanya diusulkan oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI).</p>
<p>Politisi senior PDI Ende (sekarang PDIP), Lukas Lege, masih mengingat jelas bagaimana partainya memperjuangkan Frans Gedowolo.</p>
<p>“Waktu itu kami, PDI, usul Frans Gedowolo. Kami lawan Mus Wolo. Mus Wolo itu yang usung Golkar,” kata Lukas Lege (03/10/20).</p>
<p><em>Zig-zag</em> politik pun tak terhindarkan. Waktu itu, Bupati Ende dipilih oleh dewan, belum dipilih langsung masyarakat. Cerita Lukas Lege, walaupun hanya memiliki satu kursi di dewan, PDI berhasil memenangkan Frans Gedowolo. Strateginya, kenang Lukas, menggabungkan kekuatan PDI dengan ABRI di dewan dan memecah Golkar.</p>
<p>Frans Gedowolo dilantik menjadi Bupati Ende kelima, periode 1994 hingga 1999. Dia menggantikan Bupati terdahulu, Yohanis Pake Pani.</p>
<p>Selama menjabat Bupati Frans Gedowolo terkenal dengan program Tri Sukses Kabupaten Daerah Tingkat II Ende. Tri Sukses ini meliputi, sukses 7 program strategis Provinsi NTT, sukses 6 program praktis, dan sukses benah desa (<em>Membangun Ende Sare, 2005</em>).</p>
<p>Selama menjabat dia juga dikenal disiplin dan sederhana. Penuturan Gerfasius Mali, mantan ajudan Frans Gedowolo (01/10/20), aspek disiplin Gedowolo sepertinya terbentuk sejak lama. Gerfasius menduga itu karena alam hidupnya di militer.</p>
<p>“Beliau sangat disiplin. Jam berapa mesti ke kantor, ketemu orang, rapat, semua harus tepat waktu. Itu yang beliau tekankan”.</p>
<p>Mengenai kesederhanaannya, aku Gerfas, Gedowolo amat ketat membedakan urusan rumah tangga dan urusan dinas. Gedowolo tidak mau ambil untung lewat jabatan. “Mana urusan rumah, mana kantor, beliau pisahkan. Mana hak orang, mana hak saya. Dia kembali ke rumah (habis masa jabatan) itu, &#8216;Nol&#8217; (tidak dapat apa-apa)&#8221;.</p>
<p>Kedisiplinan Gedowolo juga diakui oleh mantan Bupati Ende Paulinus Domi (04/10/20). Kala Gedowolo manjabat, dia adalah salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah. Selain Disiplin, Gedowolo, ungkapnya memiliki sifat “kebapa-an” yang tinggi.</p>
<p>Pengakuan mantan ajudan dan staf ASN Ende saat itu dibenarkan oleh keluarga. Herman Gedowolo, putra sulung Frans Gedowolo, mengatakan, karakter disiplin dan sederhana sudah melekat pada ayahnya sejak masih di militer. Mereka, anak-anak Frans Gedowolo, dididik dengan gaya itu. Kendati disiplin, kata dia, Gedowolo tetaplah figur penyayang. <strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/">Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Bupati Ende Sejak 1958</title>
		<link>https://endenews.com/daftar-bupati-ende-sejak-1958/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2019 02:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=69</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Ende diresmikan melalui Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958. Sejak diresmikan pada 1958, kader-kader terbaik daerah...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/daftar-bupati-ende-sejak-1958/">Daftar Bupati Ende Sejak 1958</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Ende diresmikan melalui Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958. Sejak diresmikan pada 1958, kader-kader terbaik daerah silih berganti menjadi Bupati dan memimpin Kabupaten tempat Bung Karno merenungkan Pancasila ini.</p>
<p>Karya-karya sejak bupati pertama Winokan hingga bupati ke 6 Paulinus Domi, dicatat oleh Lukas Lege dalam bukunya, <em>Membangun Ende Sare</em>, 2005. Sedangkan profil para bupati setelah Paulinus Domi dihimpun <strong>Ende News</strong> dari berbagai sumber.</p>
<p>Berikut ini daftar bupati Ende, masa jabatan, beserta karya-karya mereka bagi kabupaten Ende sejak tahun 1958.</p>
<p><strong>1. Mauritz Geradus Winokan (1958-1967)</strong></p>
<p>Mauritz Winokan pada mulanya menjabat sebagai <em>Penjabat Sementara</em> Bupati Ende. Jabatan itu dipercayakan kepadanya sejak tahun 1958 hingga tahun 1961.</p>
<p>Pada tahun 1961 Winokan secara resmi menjadi Bupati Ende, setelah melalui sidang pencalonan oleh DPRD-GR Tingkat II Ende.</p>
<p>Pada masa kepemimpinannya, beliau mencanangkan tiga program, yakni, mempersatukan kerajaan Ende-Lio, pendidikan anak daerah, dan membuka jalan jalur pariwisata menuju danau Kelimutu.</p>
<p>Winokan meninggal pada tanggal 10 Juli 1967 dalam masa jabatannya sebagai Bupati Ende. Untuk mengisi kekosongan maka Gubernur NTT kala itu, El Tari mengeluarkan SK Gubernur NTT tentang penunjukan Hendrikus Antonius Labina sebagai <em>Penjabat Sementara</em> Bupati Ende.</p>
<p><strong>2. Haji Hassan Aroeboesman (1967-1973)</strong></p>
<p>Haji Hassan Aroeboesman dilantik menjadi Bupati Ende oleh Gubernur NTT, El Tari pada 2 September 1967.</p>
<p>Dalam masa jabatannya, Bupati Haji Hassan Areoboesman berjasa merintis pembukaan Bandara Ipi Ende, yang kemudian sebagai kenangan atas jasa beliau, bandara tersebut diberi nama Bandara H. Hassan Areoboesman.</p>
<p><strong>3. Drs. Herman Josef Gadi Djou (1973-1983)</strong><br />
Dalam masa sistem pemerintahan yang sentralistis maka program seorang bupati adalah melaksanakan program pemerintah di atasnya.</p>
<p>Pada masa kepemimpinan beliau, dilakukan berbagai program Instruksi Presiden (Inpres), seperti Inpres Sekolah Dasar, Inpres sarana-prasarana, kesehatan, jalan dan jembatan, bantuan desa, <em>dsb</em>.</p>
<p><strong>4. Drs. Yohanes Pake Pani (1983-1994)</strong><br />
Adapun program-program pada masa Pake Pani dibagi menjadi dua bagian: Program Dasar dan Program Khusus.</p>
<p>Program Dasar dilaksanakan melalui mekanisme perencanaan dari bawah untuk memperoleh dukungan dana dari pemerintah di atasnya. Biasanya realisasi melalui Inpres.</p>
<p>Sedangkan, untuk Program Khusus ia tetapkan melalui apa yang dikenal dengan nama Tridharma Pembangunan Kabupaten Ende.</p>
<p>Tri Dharma meliputi sapta program, benah desa, dan gerakan meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat.</p>
<p><strong>5. Letkol Frans Gedowolo (1994-1999)</strong><br />
Bupati Frans Gedowolo dalam kepemimpinannya mencanangkan program Tri Sukses Kabupaten Daerah Tingkat II Ende.</p>
<p>Tri Sukses ini meliputi pertama, sukses tujuh program srategis propinsi NTT, kedua, sukses enam program praktis. Dan ketiga, sukses benah desa.</p>
<p><strong>6. Paulinus Domi (1999-2004 dan 2004-2009)</strong><br />
Paulinus Domi dikenal dengan visi kepemimpinan yang dirumuskan secara singkat, Ende Sare: Terwujudnya masyarakat Ende yang mandiri, solider, sejahtera dan berbudaya.</p>
<p>Berbagai pembangunan khususnya infrastruktur dibangun pada masa ini.</p>
<p>Diluar pembangunanan, masa kepemimpinan Paulinus Domi merupakan proses transisi model kepemimpinan dan sistem pemerintahan sebagai pengaruh Reformasi.</p>
<p><strong>7. Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si (2009-2014)</strong><br />
Masa kepemimpinan Don Wangge sangat akrab dengan Gerakan Swasembada Pangan yang ia canangkan.</p>
<p>Fokus perhatian pemerintah daerah pada masa ini ialah memacu produktifitas petani sembari tetap melakukan pembangunan di bidang lain.</p>
<p><strong>8. Marselinus Y. W. Petu (2014-2019 dan 2019-2024)</strong></p>
<p>Marsel Petu menjadi Bupati Ende setelah menang dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) periode 2014-2019. Pada Pilbup selanjutnya yakni 2019-2024, berpasangan dengan Djafar Ahmad, dirinya kembali menang.</p>
<p>Namun, kurang lebih satu bulan seetelah dilantik untuk periode kedua, dirinya meninggal dunia pada 26 Mei 2019. Marsel meninggal dalam masa jabatannya sebagai Bupati Ende.</p>
<p>Dalam masa kepemimpinannya, Marsel Petu dikenal dengan visi: Membangun dari desa dan menata kota. Dari dasar inilah seluruh program dijabarkan.</p>
<p>Di bidang pariwisata, Marsel Petu secara rutin setiap tahun mengadakan festival-festival, yang berhasil menaikan angka wisatawan dari 30-an ribu mencapai lebih dari 100ribu angka kunjungan.</p>
<p>Di bidang kesehatan beliau berhasil melobi pemerintah pusat untuk membangunan satu buah Rumah Sakit Pratama. Lalu, di bidang infrastruktur beliau juga membangunan ruas-ruas jalan dan menyelesaikan beberapa pembangunan gedung yang sempat mandek.</p>
<p>Transportasi, khususnya jalur laut yang sebelumnya kurang diperhatikan beliau buka. Dan, dari akses transportasi laut yang kini ramai inilah, perdagangan di kabupaten Ende paling hidup di antara kabupaten lain di Flores.</p>
<p>Masih di bidang infrastruktur, beliau berusaha menutupi kekurangan pasokan listrik melalui Sokoria Gheotermal.</p>
<p>Beliau juga berhasil menaikan APBD Ende mencapai lebih dari 1 triliun, untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Ende. Berbagai pencapaiannya membuat dirinya menerima beragam penghargaan dari tingkat propinsi hingga di tingkat pusat.</p>
<p>Namun, karyanya bagi Kabupaten Ende mesti berkesudahan setelah dipanggil Tuhan pada Minggu, 26 Mei 2019 dalam masa jabatannya sebagai Bupati Ende.</p>
<p><strong>9. Djafar Ahmad, MM (2019-2024)</strong></p>
<p>Djafar Ahmad dilantik menjadi Bupati Ende pada Minggu, 8 September 2019 oleh Gubernur NTT Victor Laiskodat. Proses pelantikan berlangsung di Aula kantor Gubernur NTT di Kota Kupang.</p>
<p>Djafar diangkat karena Marselinus Petu yang menjabat sebagai Bupati Ende meninggal dalam masa jabatan. Oleh sebab itu dirinya selaku Wakil Bupati secara otomatis diangkat menjadi Bupati Ende.</p>
<p><em><strong>Agustinus Rae/EN</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/daftar-bupati-ende-sejak-1958/">Daftar Bupati Ende Sejak 1958</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
