<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indra Priyantono &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/indra-priyantono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2022 04:37:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Indra Priyantono &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</title>
		<link>https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 04:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden RI Joko Widodo. Jika terealisasi maka orang nomor satu di Indonesia itu akan kembali mengunjungi Kabupaten Ende.</p>
<p>Penuturan Kepala Bandara Ende, Indra Priyantono (7/12/22), informasi peresmian terminal Bandara Ende diusulkan kepada Presiden ia terima saat melakukan koordinasi dengan Kementrian Perhubungan beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Untuk peresmian saya masih konfirmasi dengan kementrian, tetapi beberapa waktu yang lalu memang sudah ditarget menjadi salah satu agenda kerja pak Presiden,” sebut Indra Priyantono (7/12).</p>
<p>“Itu sudah ditargetkan agenda dari pak Mentri Perhubungan untuk disampaikan kepada pak Presiden akan ada peresmian di tahun-tahun terakhir masa beliau”.</p>
<p>Jika usulan agenda tersebut disetujui maka Presiden Jokowi akan kembali mengunjungi Ende untuk kedua kalinya. Kata Priyantono, kunjungan meresmikan terminal bandara berbeda dengan kunjungan sebelumnya dimana Presiden memiliki waktu yang cukup banyak dengan masyarakat, kunjungan ini akan berlangsung secara cepat tanpa tambahan agenda lainnya.</p>
<p>Presiden kemungkinan hanya berjalan hingga ke Simpang Lima, Jalan Eltari, persis di depan gerbang Bandara Ende yang tengah dibangun untuk melihat hasil pengerjaan, sebut Priyantono.</p>
<p>“Mungkin tidak sampai keliling kota, paling sampai Simpang Lima ketemu masyarakat karena berada di depan gerbang bandara yang sudah kami bangun ulang”.</p>
<p>Memang, diakuinya, mengundang Presiden meresmikan langsung bukan perkara mudah namun melihat fokus Presiden dalam pembangunan infrastruktur dirinya optimis agenda tersebut dapat disetujui.</p>
<p>Perhatian Presiden terkait infrastruktur tidak sebatas membangun namun hingga mengawasi dan meresmikan langsung program-program infrastruktur pemerintah pusat. Mayoritas pembangunan infrastruktur di Kementrian Perhubungan, sebut Priyantono, diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi baik secara virtual maupun hadir secara langsung.</p>
<p>Dirinya mencontohkan pembangunan terminal Bandara Trunojo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dibangun saat dia menjadi Kepala Bandara. Terminal bandara yang dibangun kurang lebih dua tahun itu diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.</p>
<p>Mengenai progress pembangunan terminal sendiri, sebut Priyantono, proses pembangunan telah mencapai 94 persen dan tinggal mengerjakan bagian-bagian kecil dari terminal. Penyelesaian pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun atau paling lambat pada bulan Januari tahun depan.</p>
<p>Untuk diketahui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</title>
		<link>https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 03:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala Bandara, Indra Priyantono (7/12/22), progress pembangunan terminal bandara telah mencapai 94 persen.</p>
<p>“Progress pembangunan terminal Bandara Ende sekarang sudah mencapai 94 persen,” ucapnya (7/12).</p>
<p>Kemajuan tersebut sejauh ini masih sesuai dengan target yang dicanangkan sejak awal pembangunan terminal. Tutur Priyantono, tahap finishing yang saat masih dikerjakan merupakan bagian-bagian kecil dari terminal sedang bagian inti terminal telah dikerjakan.</p>
<p>“Bagian-bagian inti sudah selesai semua, tinggal bagian-bagian kecil seperti urinoir, pasang wastafel, pembersihan-pembersihan”.</p>
<p>Ruang-ruang inti terminal seperti Ruang Tunggu dan Kedatangan telah dikerjakan begitu pula dengan tempat yang akan digunakan sebagai food court dan cafe. Tempat yang disedikan itu nantinya akan ditata oleh pengusaha yang dipercayakan sebagai pengelola.</p>
<p>“Kalau café di sini kan cuma menyiapkan tempat nanti desain cafenya adalah orang yang mengisi,” sambungnya. Dua tempat itu disediakan bagi jenis makanan modern dan jajanan tradisional seperti Kopi.</p>
<p>Sementara untuk fasilitas eskalator sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.</p>
<p>Pembangunan terminal bandara ditargetkan selesai pada bulan Desember tahun ini namun apabila terjadi pergeseran maka seluruh pekerjaan akan selesai pada bulan Januari tahun depan. Pergeseran dapat terjadi karena beberapa pekerjaan kecil dan periode pemeliharaan yang membutuhkan waktu.</p>
<p>“Desember selesai, kalau toh geser ke Januari perkiraan saya karena ada maintenance periode,” ujarnya.</p>
<p>Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</title>
		<link>https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 07:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan runway (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan <em>runway</em> (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut disebabkan beberapa kendala fisik dan tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Sebelumnya, rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende dilakukan pada tahun 2017. Pelaksanaan rencana sempat bergulir hingga proses lepas lahan milik warga yang bermukim di sekitar bandara Ende. Proyek tersebut menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 8 miliar sebagai ganti rugi lahan milik warga.</p>
<p>Namun, kendati telah melakukan proses lepas lahan, kelanjutan program tersebut tidak dapat dilanjutkan. Penuturan Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Indra Priyantono (28/7/22), program perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende telah dinyatakan tidak dilanjutkan.</p>
<p>Kata Priyantono, atas beberapa pertimbangan yang urgen, dirinya selaku kepala bandara telah menyampaikan kepada Pusat bahwa rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan.</p>
<p>“Sudah saya nyatakan tidak ada perpanjangan bandara,” ucapnya (28/7).</p>
<p>Perpanjangan bandara Ende, sambungnya, tidak dilanjutkan karena memiliki beberapa kendala fisik, anggaran, hingga tingkat kebutuhan masyarakat atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Kendala fisik yang dimaksud Priyantono mengenai pemukiman warga yang berdempetan langsung dengan area bandara. Jika program tersebut dilanjutkan maka pemukiman warga di sepanjang Simpang Lima hingga kantor Dinas Perhubungan Ende harus dibebaskan. Wilayah itu akan menjadi <em>safety area</em> karena didarati pesawat-pesawat besar.</p>
<p>“Kalau mau dilakukan perpanjangan maka seluruh pemukiman warga dari Simpang Lima hingga Dolog harus digusur semua. Harus habis, bersih tidak ada rumah. Kenapa, karena akan dipakai untuk pesawat yang lebih besar maka dibutuhkan area <em>safety </em>yang lebih luas”.</p>
<p>Kendala fisik lainnya adalah bukit di area Dolog yang terletak persis di ujung<em> runway</em> bandara. Bukit itu harus dibongkar berbentuk divergen karena akan menjadi posisi <em>landing</em> yang aman bagi pesawat-pesawat besar.</p>
<p>Kendala itu, kata Priyantono, berhubungan langsung dengan besaran anggaran yang dikucurkan pemerintah. Untuk lepas lahan saja dirinya mengkalkulasi dibutuhkan lahan sekitar 21 hektar dengan perhitungan anggaran paling sedikit Rp 200 miliar.</p>
<p>Anggaran fantastis itu belum termasuk untuk membongkar bukit di area Dolog dan kebutuhan lain. Priyantono memperkirakan total biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 2 triliun.</p>
<p>“Total lahan yang dibutuhkan 21 hektar. 21 hektar, kalau 1 meter persegi lahan itu harga Rp 1 juta maka dibutuhkan anggaran Rp 200 sekian miliar. Itu kalau harga Rp 1 juta, bagaimana kalau harganya Rp 2 juta per meter persegi”.</p>
<p>Kalau pun anggaran tersebut disediakan negara, sambungnya, masih terdapat kendala lain yaitu tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara. Jika didarati pesawat berukuran besar tentu jumlah penumpang juga mesti menyesuaikan agar pihak maskapai tidak mengalami kerugian.</p>
<p>Sedangkan, di bandara Ende saat ini frekuensi penerbangan pesawat malah mengalami penurunan akibat penurunan jumlah penumpang. Saat ini bandara Ende memiliki frekuensi penerbangan 3 kali sehari dengan jumlah penumpang maksimal 250 orang. Padahal sebelumnya bandara Ende memiliki 4 hingga 5 frekuensi penerbangan per hari.</p>
<p>“Kemarin 5 kali, sekarang 3 kali, artinya apa, penumpang turun <em>kan.</em> Artinya kebutuhan masyarakat itu belum mendesak,” jelasnya.</p>
<p>Hal itu berbanding terbalik dengan rencana perpanjangan <em>runway</em> bandara yang bertujuan agar bisa didarati pesawat berukuran besar.</p>
<p>Dirinya menekankan, jika bandara Ende menjadi rute bagi pesawat-pesawat besar maka jumlah penumpang harian harus sesuai dengan perhitungan keuntungan maskapai dari rute tersebut. Jika tidak, dirinya memastikan, pihak maskapi akan mengalami kesulitan melayani rute penerbangan dari dan menuju Ende.</p>
<p>“Biaya ini (perpanjang <em>runway</em> bandara Ende) dibutuhkan Rp 2,1 triliun. Kalau <em>toh</em> bisa dilakukan sama negara melalui APBN demi pembangunan berarti nanti yang masuk adalah pesawat-pesawat besar, pertanyaannya, pesawat besar itu terbang ke mana. Kalau ke Bali, apakah bisa setiap hari 200 orang berangkat ke Bali dari Ende”.</p>
<p>Perpanjangan <em>runway</em> bandara Ende sebenarnya tidak mustahil, ucapnya, hanya memang belum bisa dilakukan sekarang mengingat jumlah penumpang harian belum mengalami peningkatan drastis.</p>
<p>Karena itu, dirinya selaku Kepala Bandara Ende, telah menyampaikan ke Pusat bahwa rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara tidak dapat dilanjutkan. Lalu, mengenai lahan milik warga yang telah dilepas kepada pemerintah, secara otomatis menjadi tanah milik negara.</p>
<p>“Total Rp 8 miliar dan tanah-tanah itu menjadi tanah negara,” tutupnya. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
