<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warga Ende Keturunan Tionghoa &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/warga-ende-keturunan-tionghoa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Feb 2021 08:42:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Warga Ende Keturunan Tionghoa &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Intip Cara Warga Ende Keturunan Tionghoa Rayakan Imlek: “Tahun Ini Agak Sepi”</title>
		<link>https://endenews.com/intip-cara-warga-ende-keturunan-tionghoa-rayakan-imlek-tahun-ini-agak-sepi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2021 04:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Santy Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Ende Keturunan Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga keturunan Tionghoa tengah merayakan Tahun Baru China atau dikenal dengan Imlek. Tahun ini, Imlek,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/intip-cara-warga-ende-keturunan-tionghoa-rayakan-imlek-tahun-ini-agak-sepi/">Intip Cara Warga Ende Keturunan Tionghoa Rayakan Imlek: “Tahun Ini Agak Sepi”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warga keturunan Tionghoa tengah merayakan Tahun Baru China atau dikenal dengan Imlek. Tahun ini, Imlek, yang jatuh pada 12 Februari 2021, dirayakan cukup berbeda dengan tahun sebelumnya.</p>
<p>Salah satu warga Ende keturunan Tionghoa, Santy Yusuf, berbicara kepada media ini bagaimana cara keluarganya merayakan Imlek. Santy Yusuf, dokter kecantikan empunya LED Coffeé di Jalan Gatot Soebroto, Kota Ende, bercerita bahwa tahun ini perayaan Imlek cukup berbeda dengan tahun sebelum.</p>
<p>Tahun ini Imlek dirayakan secara sederhana di keluarga masing-masing. Dan tidak seperti biasa, kunjungan tamu pun dibatasi agar mencegah penyebaran Covid-19.</p>
<p>“Kalau dulu terima tamu, kalau sekarang <em>kan</em> sudah tidak terima tamu. Cuma kumpul keluarga,” kata Santy Yusuf (11/02/21).</p>
<p>“Kalau dulu <em>ya</em> mirip Natal, dimana tamu-tamu datang, kasih kue, <em>ya</em> seperti itu”.</p>
<p>Dalam perayaan Imlek tahun ini pun tak ada pernak-pernik yang menghiasi rumah mereka. Agak sepi memang, kata dokter kecantikan ini.</p>
<p>“Tahun ini agak sepi. Kalau dulu sering pasang-pasang hiasan begitu <em>kan</em>, kalau sekarang hampir-hampir tidak pasang <em>ya</em>, apalagi dengan situasi Covid begini”.</p>
<p>Tradisi perayaan Imlek di keluarganya dimulai sejak dua hari menjelang hari puncak, 12 Februari.</p>
<p>Pada Rabu (10/02), keluarga Santy Yusuf melakukan doa bagi leluhur. Doa tersebut biasanya dipersembahkan kepada leluhur yang telah meninggal dunia.</p>
<p>Pengertian leluhur oleh warga keturunan Tionghoa tidak selalu kakek atau nenek moyang, namun mencakup keturunan yang lahir sebelum orang tersebut termasuk ayah dan ibu.</p>
<p>Apa yang dijelaskan oleh Santy Yusuf tersebut merupakan bagian dari budaya warga Indonesia keturunan Tionghoa secara menyeluruh. Ini merupakan ritual tahunan menjelang Imlek.</p>
<p>Setelah itu pada hari selanjutnya, Kamis (11/02), keluarganya mengadakan makan bersama keluarga. Makan bersama ini berbeda dengan makan keluarga pada hari biasa. Khususnya mengenai ekspetasi dan menu makanan itu sendiri.</p>
<p>Acara ini diadakan secara sendiri-sendiri dalam lingkup suatu keluarga. Dan, waktunya pun tergantung pada kebiasaan masing-masing keluarga.</p>
<p>“Terserah keputusan keluarga masing-masing kan. Ya biasanya normal, makan jam 7 atau jam 8 malam,” lanjutnya.</p>
<p>Setelah itu pada hari Imlek, Jumat (12/02), kata Santy Yusuf, mereka punya kebiasaan mengunjungi orangtua atau mertua untuk merayakan Imlek bersama-sama. Di sini, mereka akan mencicipi Siu Mie, makanan khas Tionghoa.</p>
<p>“Biasanya pagi-pagi itu mertua saya sudah masakin Mie Siu. Biasanya pagi-pagi harus makan itu dulu”.</p>
<p>Siu mie atau mi panjang ialah salah satu hidangan yang sering ditemukan dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi Tionghoa, dilarang untuk memasak dan menyajikan mie yang terpotong. Filosofinya, siu mie atau mi goreng merupakan lambang panjang usia.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan Angpao, hal yang paling ditunggu-tunggu saat Imlek? Kata Santy Yusuf, angpao tidaklah wajib melainkan tergantung kemampuan ekonomi setiap orang. Dalam keluarganya, angpao, biasa diberikan oleh anggota keluarga yang sudah menikah dan memiliki “kelebihan”.</p>
<p>Penerima angpao pun kembali tergantung si pemberi, ada yang hanya memberi kepada anggota keluarga saja dan ada juga yang memberikannya kepada kerabat dekat.</p>
<p>Perayaan tahun ini memang cukup berbeda dengan biasanya namun ia bersyukur, dapat merayakannya bersama keluarga. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/intip-cara-warga-ende-keturunan-tionghoa-rayakan-imlek-tahun-ini-agak-sepi/">Intip Cara Warga Ende Keturunan Tionghoa Rayakan Imlek: “Tahun Ini Agak Sepi”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Imlek, Malam Ini Warga Ende Keturunan Thionghoa Makan Bersama Keluarga</title>
		<link>https://endenews.com/sambut-imlek-malam-ini-warga-ende-keturunan-thionghoa-makan-bersama-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 12:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Ende Keturunan Tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malam ini, Kamis (11/02/21), warga Ende Keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi makan bersama keluarga. Kebiasaan ini...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sambut-imlek-malam-ini-warga-ende-keturunan-thionghoa-makan-bersama-keluarga/">Sambut Imlek, Malam Ini Warga Ende Keturunan Thionghoa Makan Bersama Keluarga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini, Kamis (11/02/21), warga Ende Keturunan Tionghoa melaksanakan tradisi makan bersama keluarga. Kebiasaan ini dilakukan satu hari menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada esok hari, Jumat (12/02/21).</p>
<p>Makan bersama keluarga malam ini dilakukan setelah kemarin melaksanakan doa bagi leluhur.</p>
<p>Salah seorang warga Kota Ende keturunan Tionghoa, Santy Yusuf, berbicara kepada media ini, malam ini warga keturunan Tionghoa menikmati berbagai jenis makanan dan minuman bersama keluarga.</p>
<p>“Kalau malam ini, semua keluarga besar kumpul begitu <em>kan</em>, makan-makan,” kata Santy Yusuf (11/02).</p>
<p>“Istilahnya ‘Balik Meja’. Ya, itu, kumpul keluarga terus makan besar-besaran”.</p>
<p>Dia melanjutkan, sebelum makan keluarga pada malam ini, telah dilakukan sembayang bagi leluhur pada hari sebelumnya. Dalam doa tersebut, biasanya dipersembahkan kepada leluhur yang telah meninggal dunia.</p>
<p>Pengertian leluhur oleh warga keturunan Tionghoa tidak selalu kakek atau nenek moyang, namun mencakup keturunan yang lahir sebelum orang tersebut termasuk ayah dan ibu.</p>
<p>Apa yang dijelaskan oleh Santy Yusuf tersebut merupakan bagian dari budaya warga Indonesia keturunan Tionghoa secara menyeluruh. Ini merupakan ritual tahunan menjelang Imlek.</p>
<p>Mengenai waktu pelaksanaan doa untuk leluhur dan makan keluarga tidak ditentukan secara pasti atau bervariasi. Tergantung kebiasan di dalam keluarga. Ada keluarga yang baru melaksanakan doa dan makan keluarga secara bersamaan malam ini.</p>
<p>Khusus mengenai makan bersama keluarga, lanjutnya, memang digelar secara sendiri-sendiri dalam lingkup suatu keluarga, atau bukan akibat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19.</p>
<p>“Sendiri-sendiri, masing-masing keluarga … Memang setiap tahun begitu (bukan karena pembatasan sosial)”.</p>
<p>Waktu untuk makan bersama keluarga pun tidak ditentukan secara pasti. Pelaksanaanya tergantung pada kebiasan di dalam suatu keluarga.</p>
<p>“Terserah keputusan keluarga masing-masing <em>kan</em>. Ya biasa normal, makan jam 7 atau jam 8 malam”.</p>
<p>Esok hari, Jumat (12/02), kata Santy Yusuf, mereka punya kebiasaan mengunjungi orangtua atau mertua untuk merayakan Imlek bersama-sama. Perayaan tahun ini memang cukup berbeda dengan biasanya, namun ia bersyukur, dapat merayakan bersama keluarga. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sambut-imlek-malam-ini-warga-ende-keturunan-thionghoa-makan-bersama-keluarga/">Sambut Imlek, Malam Ini Warga Ende Keturunan Thionghoa Makan Bersama Keluarga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
