Ende  

Bupati Ende Sentil Pokir Anggota Dewan : Beli Barang Remeh-Temeh

Avatar photo
(tengah) Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat memberikan materi dalam Musrembangcam di aula kantor Kecamatan Ende Timur, Rabu 19 Maret 2025
(tengah) Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat memberikan materi dalam Musrembangcam di aula kantor Kecamatan Ende Timur, Rabu 19 Maret 2025

Di luar itu pemasukan dari sektor-sektor yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD juga mengalami trend penurunan sejak tahun lalu, sehingga ruang gerak pemerintah untuk merealisasikan pembangunan menjadi sangat terbatas.

Ucap bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, kalau DPRD Ende bisa bersepakat mengalihkan belanja Pokir untuk pelayanan publik maka hal itu akan menjadi gebrakan dan teladan bagi daerah lain.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

“Saya ini pengen mengajak anggota DPR semua, mari kita coba untuk memberi kejutan gitu yah, contohnya, ‘DPR (menyatakan) kami bersedia Pokir dihapuskan’, wah viral itu,” tutur bupati Ende. “Ya mungkin itu akan jadi panutan juga buat anggota DPRD di kabupaten lain”.

BACA JUGA

Pengalihan Pokir untuk belanja pelayanan publik, kata bupati Ende, merupakan hal wajar ditengah beban hutang, pemotongan anggaran dan efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Pemerintah kabupaten Ende memerlukan langkah-langkah ekstrim agar bisa segera keluar dari berbagai kendala anggaran tersebut.

“Saya kira wajar kalau kita mau ambil satu kebijakan yang agak ekstrim karena kita lagi berutang”.

Ia pun meminta kepada anggota dewan yang hadir dalam Musrembangcam tersebut, Sabri Indradewa untuk menginformasikan kembali tawaran tersebut kepada lembaga dewan. (ARA/EN)