Ende  

Fakta Janggal Hutang Pemkab Ende, Beban yang Bikin Bupati Minta Pokir Dewan

Avatar photo
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda berjalan bersama Sekda Ende Agustinus Ngasu usai apel memimpin perdana di kantor bupati Ende, 4 Maret 2025
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda berjalan bersama Sekda Ende Agustinus Ngasu usai apel memimpin perdana di kantor bupati Ende, 4 Maret 2025

Pihak pemerintah yang diwakili oleh Asisten III Setda Ende, Hiparkus Hepy tak memberikan kepastian kepada para kontraktor dalam pertemuan tersebut. Kata Hiparkus Hepy, dirinya bukan pengambil kebijakan sehingga aspirasi para kontraktor akan disampaikan kepada Pj bupati Ende saat itu, Agustinus Ngasu.

Dalam perkembangan selanjutnya, hingga akhir bulan Februari tahun 2025, pembayaran yang ditunggu-tunggu oleh para kontraktor belum juga dilakukan oleh pemerintah. Ironisnya lagi alasan keterlambatan pembayaran pun tidak disampaikan kepada para kontraktor.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Proyek Diaudit
Pada bulan Maret tahun 2025, tepatnya saat bupati Ende menyampaikan pidato perdana di gedung DPRD Ende, demonstrasi para kontraktor kembali terjadi menuntut pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka selesaikan.

Saat itu, bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menyampaikan perkembangan terbaru bahwa pemerintah tengah melakukan audit terhadap seluruh paket pekerjaan. Kendati tak menjelaskan secara rinci jumlah paket dan total hutang pemerintah atas proyek-proyek tersebut, begitu pun alasan pemerintah melakukan audit.

BACA JUGA

Tertutupnya informasi mengenai total hutang dan alasan pemerintah melakukan audit menyebabkan kesimpang-siuran informasi. Beberapa sumber menyebut alasan pemerintah melakukan audit ditengarai persoalan dalam proses pekerjaan sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum dilakukan pembayaran.

Informasi tersebut ternyata terkonfirmasi oleh bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menyampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah proses audit. Bupati Ende juga menambahkan audit dilakukan untuk memilih mana saja hutang proyek yang perlu dilunasi oleh pemerintah.

“Pembayaran akan dilakukan pasca audit oleh pihak Badan Pengawas (Banwas) Kabupaten Ende. Dan saat ini sedang dilakukan audit, nanti biar kita tunggu hasilnya seperti apa, mana yang perlu dibayar mana yang tidak, ” sebut bupati Badeoda, pada 6 Maret 2025.

BACA JUGA

Hingga saat ini Pemkab Ende tergolong irit bicara mengenai persoalan hutang tersebut. Meskipun irit bicara, di sisi lain pemerintah malah sering mengeluh bahwa beban hutang menjadi kendala utama pelaksanaan program tahun 2025.

Beban hutang bahkan membuat bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda sempat menawarkan kepada DPRD Ende untuk mengalihkan dana Pokok Pikiran atau Pokir untuk digunakannya menjalankan program pelayanan publik. (ARA/EN)