Mengenakan lawo-lambu (pakaian adat perempuan Ende-red), kolaborasi para pelajar dari sekolah agama Katolik dan Islam itu pun nampak teduh bersahaja menyambut rombongan para Uskup.
Tari-tarian pelajar SMAK Thomas Morus dan MAN Ende mengantar rombongan para Uskup hingga beristirahat di ruangan VVIP bandara Ende.
Pantauan media ini di lokasi, tak hanya tarian pelajar SMAK Thomas Morus dan MAN Ende saja yang terlibat dalam menyambut para Uskup. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negri Ende pun ikut ambil bagian.
BACA JUGA
Para pelajar MTs Negri Ende membuat pagar betis di sepanjang monumen Pancasila, Jalan Kelimutu, Kota Ende, yang dilalui rombongan para Uskup.
Kehadiran para siswa MTs ternyata menarik perhatian rombongan para Uskup. Kardinal Mgr Ignatius Suharyo terlihat melambaikan tangan kepada para pelajar, begitu pun Uskup Brisbane, Australia Mgr Tim Norton.
Penuturan salah satu guru MTs Ende, Purnama Da’ima Sari, MTs Ende melibatkan sekitar 200 siswa dalam penyambutan para Uskup.
BACA JUGA
Kegiatan semacam ini, tuturnya, merupakan program Kementrian Agama yang disebut moderasi beragama. Program tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai tentang toleransi antar-umat beragama kepada para pelajar.
“Kami dengan Kementrian Agama sering melaksanakan kegiatan seperti ini, kegiatan moderasi beragama, dimana kami mengajarkan kepada para siswa pentingnya toleransi beragama” tuturnya.
Ke depan, sambung Purnama, ia berharap para siswa dapat memaknai arti penting toleransi beragama dan menjaga Ende sebagai kota rahim Pancasila. (ARA/EN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






