<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Frans Gedowolo &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/frans-gedowolo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Apr 2022 10:54:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Frans Gedowolo &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Ende Pimpin Upacara Pemakaman Mantan Bupati Frans Gedowolo</title>
		<link>https://endenews.com/bupati-ende-pimpin-upacara-pemakaman-mantan-bupati-frans-gedowolo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 12:41:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pemakaman Frans Gedowolo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=4453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad memimpin upacara pemakaman mantan Bupati Ende, Letkol Inf (Purn) Frans Gedowolo,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bupati-ende-pimpin-upacara-pemakaman-mantan-bupati-frans-gedowolo/">Bupati Ende Pimpin Upacara Pemakaman Mantan Bupati Frans Gedowolo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Ende Djafar Achmad memimpin upacara pemakaman mantan Bupati Ende, Letkol Inf (Purn) Frans Gedowolo, Jumat, (01/4/22). Upacara pemakaman Frans Gedowolo dilangsungkan secara militer oleh Kodim 1602 Ende.</p>
<p>Almarhum Frans Gedowolo dimakamkan di kediamannya di Jalan Cendana, Kota Ende, usai dilakukan Misa di Gereja Santo Yoseph Onekore. Hadir dalam acara pemakaman wakil bupati Ende Erikos Emanuel Rede, ketua DPRD Ende Fransiskus Taso dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Ende.</p>
<p>Ratusan pelayat juga turut hadir dalam acara pemakaman yang berlangsung khikmat tersebut.</p>
<p>Frans Gedowolo, mantan Bupati Ende yang meninggal pada 29 Maret 2022 merupakan bupati yang kelima sejak Kabupaten Ende dibentuk pada 1958. Dia menjabat sebagai bupati Ende pada tahun 1994 menggantikan Yohanis Pake Pani.</p>
<p>Frans Gedowolo lahir di Jogya tanggal 2 September 1938. Sebelum menjadi pemimpin di ranah sipil dia malang-melintang di dunia militer. Di dunia militer, karir Frans Gedowolo diawali pada tahun 1958 ketika menjadi komandan regu di Singaraja, Bali.</p>
<p>Pada tahun 1962 karirnya mulai menanjak setelah terpilih menjadi komandan seksi mortir di Singaraja (<em>Bupati Ende Dari Masa ke Masa</em>, 2011). Setelah itu dia sempat ditempatkan di Kompi C Ende pada tahun 1969. Waktu itu Frans Gedowolo berpangkat Letnan Dua (Letda).</p>
<p>Tahun 1974, Frans Gedowolo bertugas di Kupang menjadi PASI 4 di Kodim Kupang, kemudian menjadi PASI 1 pada 1976. Tiga tahun berselang dia dipercayakan menjabat KASI 3 di Korem Kupang, lalu diangkat menjadi Kasdim di Kefamenanu pada 1981.</p>
<p>Setelah itu dia kembali ke Ende dan dipercayakan menjadi Kasdim dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol).</p>
<p>Usai berkarya di militer Gedowolo melanjutkan karirnya di dunia sipil sebagai anggota DPRD Ende pada tahun 1986. Puncak karirnya di dunia sipil diraihnya ketika terpilih menjadi Bupati Ende pada 1994. Frans Gedowolo menjabat sebagai Bupati Kabupaten Ende hingga tahun 1999. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/bupati-ende-pimpin-upacara-pemakaman-mantan-bupati-frans-gedowolo/">Bupati Ende Pimpin Upacara Pemakaman Mantan Bupati Frans Gedowolo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selalu Mengejutkan, Voting DPRD Ende Pernah Imbang Pilih Bupati</title>
		<link>https://endenews.com/selalu-mengejutkan-voting-dprd-ende-pernah-imbang-pilih-bupati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2021 13:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Mus Wolo]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah DPRD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Voting DPRD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Ende baru saja memiliki wakil bupati melalui voting atau pemilihan suara yang dilakukan DPRD....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selalu-mengejutkan-voting-dprd-ende-pernah-imbang-pilih-bupati/">Selalu Mengejutkan, Voting DPRD Ende Pernah Imbang Pilih Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kabupaten Ende baru saja memiliki wakil bupati melalui voting atau pemilihan suara yang dilakukan DPRD. Voting tersebut berujung anti klimaks lantaran salah satu calon, Erikos Emanuel Rede, mengalahkan pesaingnya dengan kemenangan mutlak: 23 suara banding 6 suara.</p>
<p>Pemilihan yang, digadang-gadang akan berakhir dramatis ternyata berujung gemetar kaki yang lemas seketika. Seluruh prediksi politik rontok, nuansa persaingan tak terasa, begitupun cerita-cerita yang biasanya <em>seliweran</em> pasca pemilihan tidak nampak sama sekali. Kemenangan mutlak seolah menutup pintu bagi seluruh intrik.</p>
<p>Voting di DPRD Ende, paling sering pemilihan bupati, dalam sejarahnya memang demikian dan hanya memiliki satu kata: Mengejutkan. Kejutan itu jangan dikira hanya untuk publik, calon pun bakalan kaget. Mantan Bupati Ende Gadi Djou misalnya, pernah terkejut lantaran Partai Katolik yang mendukungnya membelot dan menyebabkan dia kalah dalam pemilihan 1967.</p>
<p>Sampai saat ini kejutan voting di DPRD Ende barangkali paling diingat adalah yang terjadi pada tahun 1994. Kejutan itu amat dramatis dimana dua orang kandidat calon Bupati Ende mendapatkan perolehan suara sama alias imbang.</p>
<p>Tahun 1994, saat jabatan Bupati Ende masih dipilih DPRD, dua kandidat, Mus Wolo dan Frans Gedowolo bersaing memperoleh suara anggota dewan. Frans Gedowolo merupakan calon usungan PDI (sekarang PDIP) yang cuma memiliki satu kursi di dewan, sementara saingannya Mus Wolo, adalah kandidat Golkar yang memiliki mayoritas kursi.</p>
<p>Frans Gedowolo berlatar belakang militer yang menjelang usia pensiun dipercayakan menjadi anggota DPRD dari fraksi ABRI (sekarang fraksi ABRI ditiadakan). Istilah saat itu “dikaryakan”. Satu tahun berkarya di dewan Gedowolo dipercayakan sebagai wakil ketua DPRD Ende.</p>
<p>Menurut Lukas Lege (03/10/21), politisi senior PDI Ende, partainya kemudian melirik Gedowolo untuk digadang-gadang menjadi calon Bupati Ende.</p>
<p>“Waktu itu kami, PDI, usul Frans Gedowolo. Kami lawan Mus Wolo. Mus Wolo itu yang usung Golkar,” tutur Lukas Lege.</p>
<p>Di sisi lain, calon Bupati Ende usungan Golkar, Mus Wolo, berlatar belakang sebagai ASN (dahulu Pegawai Negri Sipil). Pada saat itu ASN masih diperbolehkan berpolitik praktis. Menurut kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Ende saat itu, Gabriel Tobisona (22/10/21), Mus Wolo adalah salah satu Kepala Bagian di Sospol Propinsi NTT.</p>
<p>“Mus Wolo kepala bagian di Sospol Propinsi NTT, waku itu belum ada Kesbangpol,” jelasnya.</p>
<p>Proses pemilihan Mus Wolo melawan Frans Gedowolo tidak terjadi di gedung dewan melainkan di Gedung Ine Pare, Jalan Eltari, Kota Ende. Kata Gabriel Tobisona, gedung DRPD Ende sedang direhap pada masa itu sehingga belum dapat digunakan.</p>
<p>“Pemilihan berlangsung di Gedung Ine Pare karena gedung dewan sedang rehab. Masa (bupati) Ani Pake Pani gedung dewan sedang dibangun,” lanjutnya. “DPRD pakai untuk kegiatan harian sampai dengan sidang paripurna itu di Gedung Ine Pare”.</p>
<p>Gabriel Tobisona masih mengingat dengan jelas hasil perhitungan suara di DPRD Ende. Dirinya memastikan bahwa hasilnya berakhir imbang, walau angka perolehan suara kedua calon tidak lagi dia ingat. “Antara 10-10 atau 8-8, itu saja. Yang pasti hasil pemilihan imbang,” kata Tobisona. Begitupun dengan Lukas Lege, dia memperkirakan angka 10-10 untuk kedua calon, 10 suara untuk Mus Wolo dan 10 suara untuk Frans Gedowolo.</p>
<p>Hasil imbang membuat publik terkejut. PDI Ende yang cuma memiliki satu kursi ternyata mampu mengimbangi Golkar. Belum lagi dengan proses selanjutnya yang mengundang rasa penasaran, apakah harus diulang ataukah bagaimana, berbagai cerita dan prediksi pasca pemilihan berseliweran di lingkaran politisi.</p>
<p>Kata Gabriel Tobisona, karena voting imbang maka hasil pemilihan di dewan kemudian diserahkan kepada Departemen Dalam Negeri (Depdagri, sekarang Kementrian). Depdgri memiliki kewenangan memutuskan siapa diantara kedua calon yang nantinya dilantik sebagai Bupati Ende, lanjutnya.</p>
<p>Frans Gedowolo akhirnya mendapatkan keputusan tersebut. Dia dilantik sebagai Bupati Ende kelima, masa jabatan 1994 hingga 1999, menggantikan bupati terdahulu Yohanis Pake Pani. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selalu-mengejutkan-voting-dprd-ende-pernah-imbang-pilih-bupati/">Selalu Mengejutkan, Voting DPRD Ende Pernah Imbang Pilih Bupati</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</title>
		<link>https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2021 11:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Kelima]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Letkol Frans Gedowolo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Adakah Bupati Ende dari kalangan militer? Jika pertanyaan itu terlontar maka orang Ende akan menjawab...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/">Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah Bupati Ende dari kalangan militer? Jika pertanyaan itu terlontar maka orang Ende akan menjawab tegas: Ada. Namanya Letnan Kolonel (Letkol) Frans Gedowolo.</p>
<p>Frans Gedowolo adalah Bupati Ende kelima yang memimpin sejak tahun 1994 hingga tahun 1999. Selama menjabat sebagai Bupati Ende dia terkenal dengan program Tri Sukses Pembangunan.</p>
<p>Frans Gedowolo lahir di Jogya tanggal 2 September 1938. Ayahnya adalah seorang pejuang yang tewas di medan perang sementara ibunya merupakan warga biasa yang berasal dari Kecamatan Wolowaru.</p>
<p>Tutur isteri dari Frans Gedowolo, Yosefina Made Rosini, menginjak usia 4 tahun Gedowolo kecil dibawa oleh ibunya kembali ke Ende.</p>
<p>Tiba Ende mereka sempat tinggal beberapa waktu di Wolowaru sebelum akhirnya pindah ke Kota Ende. Di Kota, mereka bermukim di Jalan Cendana, Kota Ende, rumah yang didiami Frans Gedowolo hingga saat ini.</p>
<p>Kendati hidup sederhana pendidikan Frans Gedowolo amat diperhatikan oleh ibunya. Dia disekolahkan oleh ibunya. Frans Gedowolo menyelesaikan bangku pendidikan di Kota Ende.</p>
<p>Namun, usai sekolah, dia membuat keputusan penting yang membuat ibundanya <em>cenat-cenut</em>. Frans Gedowolo secara diam-diam berangkat ke Yogya ikut pendidikan militer. Kenang Made Rosini, kala itu ibunda Frans Gedowolo amat berang. Ia seolah tak rela kerasnya pendidikan militer yang akan diikuti putra tunggalnya itu.</p>
<p>“Mama (ibunda Frans Gedowolo), ceritanya, marah-marah saat itu,” ungkapnya (02/10/20).</p>
<p>Ternyata komitmen Frans Gedowolo berbuah manis. Beberapa tahun berselang dia kembali ke Ende dengan seragam militer. Pangkatnya saat itu Prajurit Dua (Prada). Kedatangan Gedowolo tentu bikin heboh. Keluarga dan tetangganya bangga bukan main.</p>
<p>Di dunia militer, karir Frans Gedowolo diawali pada tahun1958 ketika menjadi komandan regu di Singaraja, Bali. Pada tahun 1962 karirnya mulai menanjak saat terpilih menjadi komandan seksi mortir di Singaraja (<em>Bupati Ende Dari Masa ke Masa, 2011</em>).</p>
<p>Karirnya terus menanjak setelah itu dan sempat mendapat penugasan di beberapa daerah. Dia sempat ditempatkan di Kompi C Ende pada 1969. Waktu itu Frans Gedowolo berpangkat Letnan Dua (Letda). Tahun 1974 dia ke Kupang menjadi PASI 4 di Kodim Kupang, kemudian menjadi PASI 1 pada 1976. Tiga tahun berselang dia dipercayakan menjabat KASI 3 di Korem Kupang, lalu diangkat menjadi Kasdim di Kefamenanu pada 1981.</p>
<p>Setelah melalang buana dengan segudang pengalaman dia kembali ke Ende. Gedowolo, dipercayakan menjabat Kasdim di Ende. Pangkatnya saat itu Letnan Kolonel (Letkol).</p>
<p>Kendati berprestasi namun puncak karirnya tidak dia raih di militer. Sebaliknya, Gedowolo, mendapatkan itu ketika dikaryakan di sipil.</p>
<p>Mulanya, memasuki usia pensiun, Gedowolo mendapat kepercayaan atasannya menjadi anggota DPRD Ende dari Fraksi ABRI (sekarang fraksi ini dihilangkan). Istilah militer kala itu, “dikaryakan”.</p>
<p>Gedowolo pun akhirnya menjabat sebagai anggota DPRD Ende mulai tahun 1986. Di gedung dewan, ternyata dia memiliki “taji”. Dia berhasil menjadi Wakil Ketua DPRD satu tahun berselang.</p>
<p>Dari waktu ke waktu karya Gedowolo di gedung dewan ternyata dilirik oleh partai lain. Hal itu terlihat ketika pada suksesi pemilihan Bupati Ende tahun 1994 namanya diusulkan oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI).</p>
<p>Politisi senior PDI Ende (sekarang PDIP), Lukas Lege, masih mengingat jelas bagaimana partainya memperjuangkan Frans Gedowolo.</p>
<p>“Waktu itu kami, PDI, usul Frans Gedowolo. Kami lawan Mus Wolo. Mus Wolo itu yang usung Golkar,” kata Lukas Lege (03/10/20).</p>
<p><em>Zig-zag</em> politik pun tak terhindarkan. Waktu itu, Bupati Ende dipilih oleh dewan, belum dipilih langsung masyarakat. Cerita Lukas Lege, walaupun hanya memiliki satu kursi di dewan, PDI berhasil memenangkan Frans Gedowolo. Strateginya, kenang Lukas, menggabungkan kekuatan PDI dengan ABRI di dewan dan memecah Golkar.</p>
<p>Frans Gedowolo dilantik menjadi Bupati Ende kelima, periode 1994 hingga 1999. Dia menggantikan Bupati terdahulu, Yohanis Pake Pani.</p>
<p>Selama menjabat Bupati Frans Gedowolo terkenal dengan program Tri Sukses Kabupaten Daerah Tingkat II Ende. Tri Sukses ini meliputi, sukses 7 program strategis Provinsi NTT, sukses 6 program praktis, dan sukses benah desa (<em>Membangun Ende Sare, 2005</em>).</p>
<p>Selama menjabat dia juga dikenal disiplin dan sederhana. Penuturan Gerfasius Mali, mantan ajudan Frans Gedowolo (01/10/20), aspek disiplin Gedowolo sepertinya terbentuk sejak lama. Gerfasius menduga itu karena alam hidupnya di militer.</p>
<p>“Beliau sangat disiplin. Jam berapa mesti ke kantor, ketemu orang, rapat, semua harus tepat waktu. Itu yang beliau tekankan”.</p>
<p>Mengenai kesederhanaannya, aku Gerfas, Gedowolo amat ketat membedakan urusan rumah tangga dan urusan dinas. Gedowolo tidak mau ambil untung lewat jabatan. “Mana urusan rumah, mana kantor, beliau pisahkan. Mana hak orang, mana hak saya. Dia kembali ke rumah (habis masa jabatan) itu, &#8216;Nol&#8217; (tidak dapat apa-apa)&#8221;.</p>
<p>Kedisiplinan Gedowolo juga diakui oleh mantan Bupati Ende Paulinus Domi (04/10/20). Kala Gedowolo manjabat, dia adalah salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah. Selain Disiplin, Gedowolo, ungkapnya memiliki sifat “kebapa-an” yang tinggi.</p>
<p>Pengakuan mantan ajudan dan staf ASN Ende saat itu dibenarkan oleh keluarga. Herman Gedowolo, putra sulung Frans Gedowolo, mengatakan, karakter disiplin dan sederhana sudah melekat pada ayahnya sejak masih di militer. Mereka, anak-anak Frans Gedowolo, dididik dengan gaya itu. Kendati disiplin, kata dia, Gedowolo tetaplah figur penyayang. <strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengenal-frans-gedowolo-bupati-ende-berlatar-belakang-militer/">Mengenal Frans Gedowolo, Bupati Ende Berlatar Belakang Militer</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
