<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nobar Film Kadet 1947 di Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/nobar-film-kadet-1947-di-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Oct 2023 04:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Nobar Film Kadet 1947 di Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</title>
		<link>https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 03:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Cerelina Judisari]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar Film Kadet 1947 di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Celerina Judisari, produser film Kadet 1947, menghadiri Nonton Bareng alias Nobar film Kadet 1947 di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Celerina Judisari, produser film <em>Kadet 1947</em>, menghadiri Nonton Bareng alias Nobar film <em>Kadet 1947</em> di Ende, Kamis, 12 Oktober 2023.</p>
<p>Film <em>Kadet 1947</em> sendiri merupakan film yang dirilis tahun 2021. Film ini mengisahkan perjuangan tujuh orang kadet atau siswa Angkatan Udara yang dengan kenekatan mereka menyerbu markas Belanda.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Nobar film Kadet 1947 digelar di aula Garuda, Kantor Bupati Ende, diadakan oleh legislator Andreas Hugo Parera atau akrab disapa AHP, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ende.</p>
<p>Celerina, datang ke Ende mengikuti acara Nobar memenuhi undangan AHP dan panitia penyelenggara. Usai Nobar, Celerina yang diwawancara media ini, mengatakan, film yang diproduserinya itu merupakan kisah perjuangan remaja zaman dahulu yang dibahasakan sesuai konteks sehingga dapat diterima oleh remaja hari ini.</p>
<p>Beberapa film mengisahkan perjuangan juga dibuatnya, namun Kadet 1947, kata Cerelina, dirasanya lebih mengena bagi para remaja masa kini. Gaya membahasakan, alur cerita, lengkap dengan bumbu percintaan, membuat para remaja akan betah menyaksikan Kadet 1947. Kendatipun sebenarnya mengisahkan peristiwa serius yang terinspirasi kisah nyata.</p>
<p>“Kita memang membuat film yang bisa berbahasa sama. Jadi film perjuangan tapi bisa diterima (anak-anak muda), tadi <em>kan</em> anak-anak duduk manis <em>ya</em>, mereka nggak keluar, karena memang bahasanya sama,” kata Celerina Judisari (12/10).</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/4-kali-beraksi-seorang-remaja-di-ende-curi-uang-hp-hingga-sarung/">4 Kali beraksi, Seorang Remaja di Ende Curi Uang, Hp, Hingga Sarung</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Kesesuaian antara alur cerita Kadet 1947 dan minat para remaja, sambungnya, diketahui melalui suatu riset yang dilakukan sebelum pembuatan film. Riset dilakukan untuk memahami keinginan para remaja sehingga betah menyaksikan Kadet 1947 dari awal hingga akhir.</p>
<p>Pemaknaan film pun mudah ditangkap sebab para tokoh di dalam film adalah remaja, kata Celerina. Yang membedakan hanyalah waktu dan tanggung jawab masing-masing generasi.</p>
<p>“Jadi ini bisa nyambung di sesama remaja, cuma beda di waktu. Perjuangannya sudah berbeda, dulu fisik mempertahankan Indonesia, kalau sekarang perjuangannya mengisi kemerdekaan,” tuturnya.</p>
<p>Kisah perjuangan kemerdekaan, aku Celerina, memang sesuatu yang kurang popular di dunia perfilman akhir-akhir ini. Celerina tak memungkiri sisi komersil di dunia perfilman yang memaksa industri perfilman mengikuti trend permintaan penonton.</p>
<p>Namun bagi dia, memori-memori bangsa yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme juga mesti mendapat porsi di dunia perfilman. Sebab, memori bangsa dalam visualisasi suatu film lebih mampu mengungkap suatu peristiwa lengkap dengan pemaknaan.</p>
<p>“Harus ada yang begitu <em>ya</em>, kayaknya. Dan memang dalam satu waktu atau periode harus ada yang mengeluarkan film-film seperti ini, walaupun mungkin <em>nggak </em>popular buat orang-orang, tapi pada saat mereka menyaksikan, mereka balik lagi ke diri masing-masing, saya sudah melakukan apa buat bangsa, buat daerah misalnya,”ucap Celerina.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Di tempat sama, legislator Andreas Hugo Parera, mengatakan, Nobar film Kadet 1947 memiliki beberapa alasan sehingga diadakan di Ende. Ende, kata AHP, merupakan kota bersejarah tempat pembuangan bung Karno sehingga nuansa kesejarahan lebih terasa.</p>
<p>Sementara dari sisi perfilman, sambungnya, Ende merupakan tempat dimana film <em>Ria Rago</em> dibuat pada 1923, itu berarti film <em>Ria Rago</em> mendahului film <em>Loetoeng Kasaroeng</em> (1926) yang diclaim pemerintah sebagai film pertama Indonesia. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</title>
		<link>https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 03:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Celerina Judisari]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar Film Kadet 1947 di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nonton bareng alias Nobar film Kadet 1947 di Ende berlangsung seru dan penuh makna. Demi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nonton bareng alias Nobar film <em>Kadet 1947</em> di Ende berlangsung seru dan penuh makna. Demi acara ini legislator Andreas Hugo Parera alias AHP sampai mendatangkan produser film tersebut, Celerina Judisari ke Ende.</p>
<p>Nobar film <em>Kadet 1947</em> yang berlangsung di aula Garuda, Kantor Bupati Ende, Kamis (12/10/23), merupakan inisiasi legislator AHP dan Pemerintah Kabupaten Ende.  Nobar turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus, Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).</p>
<p>Nobar film Kadet 1947 sendiri melibatkan para remaja mulai dari mahasiswa hingga komunitas-komunitas remaja yang ada di Ende. Demi kesuksesan acara, tak tanggung-tanggung legislator AHP mendatangkan sang produser Celerina Judisari dalam acara.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Mengenai acara tersebut, legislator Andreas Hugo Parera (AHP), mengatakan, di era modern sekarang ini film merupakan salah satu kampanye nasionalisme yang paling efektif. Visualisasi film mampu menyimpan memori di pikiran setiap orang dan berpengaruh terhadap perilaku sehingga pembentukan trend dapat terjadi.</p>
<p>Ia mencontohkan fenomena <em>Korean Style</em> yang membudaya di kalangan remaja Indonesia akhir-akhir ini. Hal itu, kata AHP, disebabkan visualisasi film memasuki alam pikiran dan mempengaruhi perilaku setiap orang sehingga terbentuk trend.</p>
<p>“Orang yang nonton film akan masuk di otaknya dan mempengaruhi perilakunya. Kita lihat sekarang, adik-adik dan banyak orang tergila-gila dengan Drakor (Drama Korea), akhirnya semua menjadi Korea, lupa Indonesia,” ucap Andreas Hugo Parera (12/10).</p>
<p>Karena itu kampanye nasionalisme harus memasuki dunia perfilman sebab film dapat menggambarkan secara lebih utuh sejarah perjuangan bangsa lengkap dengan pemaknaan.</p>
<p>Nobar film Kadet 1947 di Ende memiliki beberapa alasan, kata AHP. Ende merupakan kota bersejarah tempat pembuangan bung Karno dan dari sisi perfilman Ende merupakan tempat film Ria Rago dibuat pada 1923. Film <em>Ria Rago</em> mendahului film <em>Loetoeng Kasaroeng</em> (1926) yang diclaim pemerintah sebagai film pertama Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Di tempat sama, produser film Kadet 1947, Celerina Judisari mengatakan bahwa tujuan pembuatan film memang ditujukan untuk mengingatkan generasi hari ini terhadap perjuangan bangsanya. Para remaja, melalui film ini, akan disadarkan bahwa segala kenyamanan yang diterima hari ini merupakan hasil perjuangan para remaja pada zaman dahulu.</p>
<p>Meskipun menceritakan perjuangan para remaja zaman dahulu, film ini menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh generasi hari ini. Hal itu, kata Celerina, merupakan hasil riset yang dilakukan sebelum pembuatan film agar alur cerita Kadet 1947 muda diterima para remaja.</p>
<p>“Jadi kita juga melihat <em>lah</em>, anak-anak muda sekarang juga harus diingatkan bahwa dengan segala kenyamanan yang mereka terima saat ini, sebetulnya dulu itu ada perjuangan anak-anak muda dengan usia yang sama,” kata Celerina Judisari.</p>
<p>“Kita memang membuat film yang bisa berbahasa sama. Jadi film perjuangan tapi bisa diterima (anak-anak muda), tadi <em>kan</em> anak-anak duduk manis <em>ya</em>, mereka nggak keluar, karena memang bahasanya sama,” sambungnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Para remaja mengaku senang dan merasa terinspirasi oleh perjuangan yang dikisahkan dalam film. Marselina Jenitris Uta, mahasiswa Uniflor yang ikut Nobar mengatakan, dia amat terharu atas pengorbanan para pemuda di zaman perjuangan.</p>
<p>“Saya, setelah nonton film ini, saya punya perasaan terharu lihat pengorbanan anak-anak muda dulu berjuang rebut kemerdekaan,” ucapnya.</p>
<p>Sambung Marselina, film Kadet 1947 seolah membuatnya sadar atas perbedaan yang amat nampak antara pemuda zaman kemerdekaan dan generasinya hari ini. Perbedaan itu amat nampak dalam sisi tekad dan nasionalisme, kata dia.</p>
<p>“Sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu. Bedanya zaman dulu para pemuda sangat bertekad, nasionalisme mereka kuat sekali. Kalau anak muda sekarang tekadnya tidak seperti dulu, seperti asyik dengan diri sendiri begitu,” ucapnya lagi.</p>
<p>Senada dengan Marselina, penonton lain, Yohana Genggu Gedhe Juma juga menyadari hal yang sama setelah menonton Kadet 1947. Menurutnya, para pemuda dahulu mampu memberikan segalanya bagi bangsa, sesuatu yang tidak ditemukannya lagi pada generasi hari ini.</p>
<p>Acara Nobar film Kadet 1947 diakhiri pemberian quiz menarik kepada para penonton. Suasana akrab dan gelak tawa mewarnai sesi ini.  <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
