Menu

Mode Gelap

Nasional · 7 Mar 2021 04:04 WIB

Sejarah, Inilah Umat Katolik Pertama di Cigugur, Jawa Barat


					Sakim, umat Katolik pertama di Kabupaten Cigugu, Jawa Barat Perbesar

Sakim, umat Katolik pertama di Kabupaten Cigugu, Jawa Barat

Keuskupan Bandung merilis sejarah awal perkembangan agama Katolik di Kabupaten Cigugur, Jawa Barat. Melalui video yang terbitkan oleh youtube milik Komisi Komsos Keuskupan Bandung (24/02/21), diketahui bahwa umat Katolik pertama di Cigugur bernama Sakim.

Sebelum masuknya agama Katolik, warga Cigugur memeluk Agama Djawa-Sunda atau disingkat ADS. Agama yang didirikan oleh Pangeran madrais.

Namun, perjalanan ADS banyak sekali mendapat rintangan bahkan hingga awal kemerdekaan. Dan hal itu dialami juga oleh salah satu warga bernama Sakim.

Sakim, seorang PNS pada masa itu, mengalami kesulitan terkait masalah perkawinannya yang dianggap tidak sah. Keabsahan perkawinan Sakim dipertanyakan lantaran dilakukan secara ADS.

Ditengah kebingungannya, Sakim memutuskan berangkat ke Cirebon hendak bertemu dengan pangeran Tedja Buana, yang merupakan pemimpin ADS saat itu.

Tiba di sana, sang pangeran kemudian menyarankan Sakim untuk menemui pastor Hidayat Sasmita, OSC. Sakim pun menemui pastor Hidayat.

Dalam pertemuan dengan pastor Hidayat, atas segala pertimbangan, pastor Hidayat akhirnya menerima permintaan Sakim untuk pindah ke agama Katolik. Sakim kemudian diberi pengajaran tentang iman Katolik sebagai syarat sebelum dibabtis.

Sakim menerima Sakramen Pembabtisan pada tanggal 29 Juli 1964, dan tercatat sebagai umat Katolik pertama di Cigugur.

Namun, apa yang terjadi dengan Sakim ini menimbulkan kesalah-pahaman antara pengikut ADS dan pemerintah.

Ditengah ketegangan, pangeran Tedja Buana diberikan kesempatan untuk melakukan titirah di Pastoran Santo Yosef, Cirebon, oleh pastor Hidayat. Saat itulah pangeran Tedja Buana, diceritakan, menemukan pemaknaan yang membuatnya masuk Katolik.

Tanggal 21 September 1964 pangeran Tedja Buana menulis surat pernyataan berdasarkan pengalaman batinnya itu. Ia menyatakan dirinya membubarkan ADS dan memutuskan masuk agama Katolik.

Hal itu ternyata memiliki efek yang luar biasa terhadap pengikutnya di ADS.

Karena kesetiaan terhadap pemimpin mereka, sebagian besar pengikut ADS ikut pangeran Tedja Buana masuk Katolik. Jumlah mereka terhitung sekitar 1.600 kepala keluarga. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk siap dibaptis.

Mereka lalu dibaptis setelah menerima pembinaan dan pengajaran tentang iman Katolik. Sejak saat itu umat Katolik di Cigugur bertumbuh hingga saat kini. (Y/ARA/EN)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Harlah Pancasila di Ende

1 Juni 2022 - 03:45 WIB

Presden Jokowi menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasi di Kota Ende (1 Juni 2022)

Berapa Kali Presiden Soekarno Kunjungi Ende, Tahun Berapa?

22 Mei 2022 - 07:00 WIB

Pemberian karangan bunga saat Presiden Soekarno tiba di Pelabuhan Ende (Sumber: ANRI dalam Citra Kabupaten Ende Dalam Arsip)

BPOM RI Temukan Pangan Kadaluarsa Dijual Selama Bulan Ramadhan

26 April 2022 - 02:12 WIB

Kepala BPOM RI Penny K Lukito memperlihatkan hasil sitaan produk impor yang tidak memenuhi ketentuan jelang Lebaran 2022 dalam agenda konferensi pers di Gedung BPOM RI, Jakarta Pusat, Senin, 25 April 2022.

Jejak Karya Bupati Anis Pake Pani, Pembentuk Wajah Kota Ende

10 April 2022 - 08:45 WIB

Jejak Karya Bupati Anis Pake Pani, Pembentuk Wajah Kota Ende

Saat Ema Gadi Djou Bawakan Kisah Sengsara Yesus Pada Minggu Palma

10 April 2022 - 05:41 WIB

Herman Josef Gadi Djou atau Ema Gadi Djou saat mengikuti acara pernikahan Abraham Gampar pada 1974 (foto : buku 75 Tahun Sang Visioner H. J. Gadi Djou)

Kocak, Begini Trik Curang Joki Pacuan Kuda di Ende

20 Februari 2022 - 14:24 WIB

Para joki dan pemilik kuda mempersiapkan kuda masing-masing, lokasi diperkirakan di arena pacuan kuda di Ippi, Kota Ende (Foto: Arsip keluarga Lius Kato)
Trending di Sejarah