Sejarah Pemilihan Bupati Ende Sejak 1963 : Mulanya Penunjukan Langsung

Avatar photo
Kepala Daerah Tingkat II atau bupati Ende pertama, Mauritz Gerardus Winokan dan bupati Ende kedua, H. J. Gadi Djou
Kepala Daerah Tingkat II atau bupati Ende pertama, Mauritz Gerardus Winokan dan bupati Ende kedua, H. J. Gadi Djou

Saat proses pemilihan tengah dilakukan oleh anggota dewan, sang calon, Yohanis Pake Pani tidak berada di Ende. Kendati demikian ia tetap terpilih sebagai Kepala Daerah Tingkat II Ende alias bupati.

Hal unik juga terjadi saat pemilihan Frans Gedowolo. Salah satu sumber kami menyebut, proses pemilihan oleh DPRD Ende berakhir imbang tanpa pemenang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

BACA JUGA

Tahun 1994, dua kandidat, Mus Wolo dan Frans Gedowolo, bersaing memperoleh suara anggota dewan.

Proses pemilihan Mus Wolo melawan Frans Gedowolo tidak terjadi di gedung dewan melainkan di Gedung Ine Pare, Jalan Eltari, Kota Ende. Kata Gabriel Tobisona, gedung DRPD Ende sedang direhap pada masa itu sehingga belum dapat digunakan.

“Pemilihan berlangsung di gedung Ine Pare karena gedung dewan sedang rehab. Masa (bupati) Anis Pake Pani gedung dewan sedang dibangun,” kata Gabriel Tobisona, 20 November 2021. “DPRD pakai untuk kegiatan harian sampai dengan sidang paripurna itu di gedung Ine Pare”.

BACA JUGA

Gabriel Tobisona masih mengingat dengan jelas hasil perhitungan suara di DPRD Ende.

Dirinya memastikan bahwa hasil pemilihan berakhir imbang, walau angka perolehan suara kedua kandidat tidak lagi dia ingat. “Antara 10-10 atau 8-8, itu saja. Yang pasti hasil pemilihan imbang,” kata Tobisona.

Sambung Tobisona, karena voting berakhir imbang maka hasil pemilihan di dewan kemudian diserahkan kepada Departemen Dalam Negeri (Depdagri, sekarang Kementrian). Depdgri memiliki kewenangan memutuskan siapa diantara kedua calon yang dilantik sebagai bupati Ende.