<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bandara Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/bandara-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Sep 2023 12:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Bandara Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</title>
		<link>https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 12:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[indra triyantono]]></category>
		<category><![CDATA[kabandara ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono menjelaskan, penentuan harga tiket pesawat bukan bagian...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/">Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono menjelaskan, penentuan harga tiket pesawat bukan bagian dari kewenangan pihak bandara. Hal tersebut dikatakan Indra Triyantono menanggapi mahalnya harga tiket pesawat di Ende beberapa bulan terakhir.</p>
<p>“Sebenarnya harga tiket pesawat bukan kewenangan bandara. Ada yang namanya direktorat angkutan udara, salah satu bagian dari kementrian perhubungan yang memiliki kewenangan itu. Kewenangannya menentukan batas bawah dan batas atas harga tiket, sedangkan kami bandara tidak memilikinya,” kata Indra Triyantono (19/09/23).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/begini-tanggapan-erik-rede-soal-uang-rp-50-juta-dari-tersangka-kasus-korupsi/">Begini Tanggapan Erik Rede Soal Uang Rp 50 juta Dari Tersangka Kasus Korupsi</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Harga tiket pesawat merupakan kewenangan direktorat angkutan udara Kementrian Perhubungan yang menentukan batas bawah dan batas atas harga tiket. Penerapan batas bawah dan atas harga tiket dimulai sejak tahun 2019 bertujuan menjaga keseimbangan antara profit pengusaha di satu sisi dan kemampuan ekonomi masyarakat di sisi yang lain.</p>
<p>Sementara pihak bandara di seluruh Indonesia tidak memiliki kewenangan menentukan harga tiket, melainkan sebatas melayani arus penerbangan pesawat.</p>
<p>Mengenai penyebab tingginya harga tiket akhir-akhir ini, kata Triyantono, hal tersebut dipengaruhi oleh masa recovery atau pemulihan pasca pandemi Covid dan kenaikan harga avtur, bahan bakar pesawat yang melonjak amat tinggi.</p>
<p>Kondisi penerbangan di seluruh Indonesia sempat berantakan akibat pandemi Covid-19 dimana maskapai mengurangi penerbangan secara besar-besaran. Pesawat-pesawat yang seharusnya melayani rute penerbangan terpaksa terparkir menjalani <em>maintenance.</em></p>
<p>Hal itu diperparah dengan kedatangan pandemi yang tak terduga oleh maskapai penerbangan sehingga tak sempat membuat perencanaan menghadapi pandemi. Akibatnya masa recovery dunia penerbangan memerlukan waktu yang tidak singkat.</p>
<p>Faktor kedua yang juga amat mempengaruhi, sambungnya, ialah kenaikan harga avtur, bahan bakar pesawat melonjak tajam sejak tahun 2022. Kenaikan harga avtur disebabkan konflik Rusia-Ukraina yang mempengaruhi ketidak-seimbangan arus <em>supply </em>dan <em>demand</em>.</p>
<p>Akibat konflik itu harga avtur mengalami kenaikan drastis hingga mencapai 170 persen pada Juli 2023. Padahal avtur merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya operasional sebuah pesawat melayani penerbangan.</p>
<p>Karena itulah maskapai penerbangan perlu melakukan penyesuaian tarif pada masa recovery seperti saat ini.</p>
<p>Kendati demikian, tutur Triyantono, dengan skema tarif batas bawah dan atas, ia meyakini pemerintah mampu menjaga keseimbangan tarif sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, misalnya, kenaikan tarif tak secara signifikan mempengaruhi pengunaan moda tranportasi tersebut oleh masyarakat. Jumlah penumpang saat ini tergolong normal, rata-rata 250 penumpang per hari, kata Triyantono. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/">Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</title>
		<link>https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 04:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden RI Joko Widodo. Jika terealisasi maka orang nomor satu di Indonesia itu akan kembali mengunjungi Kabupaten Ende.</p>
<p>Penuturan Kepala Bandara Ende, Indra Priyantono (7/12/22), informasi peresmian terminal Bandara Ende diusulkan kepada Presiden ia terima saat melakukan koordinasi dengan Kementrian Perhubungan beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Untuk peresmian saya masih konfirmasi dengan kementrian, tetapi beberapa waktu yang lalu memang sudah ditarget menjadi salah satu agenda kerja pak Presiden,” sebut Indra Priyantono (7/12).</p>
<p>“Itu sudah ditargetkan agenda dari pak Mentri Perhubungan untuk disampaikan kepada pak Presiden akan ada peresmian di tahun-tahun terakhir masa beliau”.</p>
<p>Jika usulan agenda tersebut disetujui maka Presiden Jokowi akan kembali mengunjungi Ende untuk kedua kalinya. Kata Priyantono, kunjungan meresmikan terminal bandara berbeda dengan kunjungan sebelumnya dimana Presiden memiliki waktu yang cukup banyak dengan masyarakat, kunjungan ini akan berlangsung secara cepat tanpa tambahan agenda lainnya.</p>
<p>Presiden kemungkinan hanya berjalan hingga ke Simpang Lima, Jalan Eltari, persis di depan gerbang Bandara Ende yang tengah dibangun untuk melihat hasil pengerjaan, sebut Priyantono.</p>
<p>“Mungkin tidak sampai keliling kota, paling sampai Simpang Lima ketemu masyarakat karena berada di depan gerbang bandara yang sudah kami bangun ulang”.</p>
<p>Memang, diakuinya, mengundang Presiden meresmikan langsung bukan perkara mudah namun melihat fokus Presiden dalam pembangunan infrastruktur dirinya optimis agenda tersebut dapat disetujui.</p>
<p>Perhatian Presiden terkait infrastruktur tidak sebatas membangun namun hingga mengawasi dan meresmikan langsung program-program infrastruktur pemerintah pusat. Mayoritas pembangunan infrastruktur di Kementrian Perhubungan, sebut Priyantono, diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi baik secara virtual maupun hadir secara langsung.</p>
<p>Dirinya mencontohkan pembangunan terminal Bandara Trunojo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dibangun saat dia menjadi Kepala Bandara. Terminal bandara yang dibangun kurang lebih dua tahun itu diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.</p>
<p>Mengenai progress pembangunan terminal sendiri, sebut Priyantono, proses pembangunan telah mencapai 94 persen dan tinggal mengerjakan bagian-bagian kecil dari terminal. Penyelesaian pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun atau paling lambat pada bulan Januari tahun depan.</p>
<p>Untuk diketahui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</title>
		<link>https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 03:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala Bandara, Indra Priyantono (7/12/22), progress pembangunan terminal bandara telah mencapai 94 persen.</p>
<p>“Progress pembangunan terminal Bandara Ende sekarang sudah mencapai 94 persen,” ucapnya (7/12).</p>
<p>Kemajuan tersebut sejauh ini masih sesuai dengan target yang dicanangkan sejak awal pembangunan terminal. Tutur Priyantono, tahap finishing yang saat masih dikerjakan merupakan bagian-bagian kecil dari terminal sedang bagian inti terminal telah dikerjakan.</p>
<p>“Bagian-bagian inti sudah selesai semua, tinggal bagian-bagian kecil seperti urinoir, pasang wastafel, pembersihan-pembersihan”.</p>
<p>Ruang-ruang inti terminal seperti Ruang Tunggu dan Kedatangan telah dikerjakan begitu pula dengan tempat yang akan digunakan sebagai food court dan cafe. Tempat yang disedikan itu nantinya akan ditata oleh pengusaha yang dipercayakan sebagai pengelola.</p>
<p>“Kalau café di sini kan cuma menyiapkan tempat nanti desain cafenya adalah orang yang mengisi,” sambungnya. Dua tempat itu disediakan bagi jenis makanan modern dan jajanan tradisional seperti Kopi.</p>
<p>Sementara untuk fasilitas eskalator sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.</p>
<p>Pembangunan terminal bandara ditargetkan selesai pada bulan Desember tahun ini namun apabila terjadi pergeseran maka seluruh pekerjaan akan selesai pada bulan Januari tahun depan. Pergeseran dapat terjadi karena beberapa pekerjaan kecil dan periode pemeliharaan yang membutuhkan waktu.</p>
<p>“Desember selesai, kalau toh geser ke Januari perkiraan saya karena ada maintenance periode,” ujarnya.</p>
<p>Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</title>
		<link>https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 12:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus kita hormati, karena itu merupakan wewenang beliau.</p>
<p>Tentunya kita percaya dan berharap bahwa semua itu sudah diperhitungkan melalui kajian yg komperehensif dari semua aspek. Begitu juga dengan perkiraan  besarnya biaya yang di butuhkan untuk perpanjangan landasan dan fasilitas penunjangnya.</p>
<p>Tapi yang menarik dari pernyataan beliau adalah perpanjangan <em>runway</em> Ende itu bukan suatu hal yang mustahil. Artinya ada kemungkinan untuk bisa diperpanjang, entah kapan . Semua itu kembali lagi pada keinginan, biaya serta kemanfaatannya.</p>
<p>Alasan utama yang dikemukakan mengenai pembatalan perpanjangan tersebut adalah karena adanya kendala secara fisik, anggaran serta masih rendahnya tingkat kebutuhan masyarakat akan transportasi udara.</p>
<p>Dari ke tiga alasan tersebut, menurut saya, alasan anggaran adalah yang paling menjadi perhatian dan memang  harus diakui  itu membutuhkan dana yang besar .</p>
<p>Untuk alasan fisik ,semua memahami untuk perluasan dan perpanjangan <em>runway</em> pastinya ada dampak terhadap kehidupan penduduk di sekitar  bandara. Kultur orang Ende sangat permisif .Mereka akan  mengerti kalau itu demi  pembangunan daerahnya. Apalagi sebelumnya sudah pernah dilakukan  pembebasan sebagian lahan mereka. Semua itu kembali lagi kepada sebuah <em>goodwill </em>dan anggaran yang tersedia.</p>
<p>Dan yang paling menarik dari semua itu adalah alasan  ketiga, yakni  kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah sehingga belum membutuhkan perpanjangan <em>runway.</em> Ada sebagian  masyarakat Ende menanyakan, dan saya pun belum bisa memberikan jawaban yang tepat . Mereka menanyakan, kalau memang tingkat penggunaan transportasi udara di Ende masih rendah, cuma 4 <em>flight</em> per hari, terus apa urgensinya membangun terminal yg besar dan megah dengan biaya miliaran seperti itu.</p>
<p>Saya hanya bisa menjawab tidak tahu, karena yang bisa menjawab ini adalah pihak pihak terkait  seperti  bapak Kepala Bandara atau bapak bapak pengambil kebijakan. Mereka yang berkompeten untuk menjawab  mengenai alasan pembangunan tersebut.</p>
<p>Tapi sudahlah, sepertinya masyarakat mungkin tidak perlu tahu secara gamblang alasan dan urgensitas dari pembangunan terminal itu. Yang mereka harapkan adalah apa yang direncanakan dan yang dibangun sesuai dengan harapan serta bermanfaat bagi mereka, tentu sekalian dengan pembangunan ekonomi Ende yang lebih baik.</p>
<p>Pada dasarnya masyarakat sangat kritis dalam memberikan tanggapan apalagi soal pembangunan di daerah -kalaupun  diam  bukan berarti mereka  tidak mengerti-.</p>
<p><em><strong>Penulis : Capt. Abdurchman Sumbi, Pilot Boeing 777 Garuda Indonesia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</title>
		<link>https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 07:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan runway (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan <em>runway</em> (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut disebabkan beberapa kendala fisik dan tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Sebelumnya, rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende dilakukan pada tahun 2017. Pelaksanaan rencana sempat bergulir hingga proses lepas lahan milik warga yang bermukim di sekitar bandara Ende. Proyek tersebut menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 8 miliar sebagai ganti rugi lahan milik warga.</p>
<p>Namun, kendati telah melakukan proses lepas lahan, kelanjutan program tersebut tidak dapat dilanjutkan. Penuturan Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Indra Priyantono (28/7/22), program perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende telah dinyatakan tidak dilanjutkan.</p>
<p>Kata Priyantono, atas beberapa pertimbangan yang urgen, dirinya selaku kepala bandara telah menyampaikan kepada Pusat bahwa rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan.</p>
<p>“Sudah saya nyatakan tidak ada perpanjangan bandara,” ucapnya (28/7).</p>
<p>Perpanjangan bandara Ende, sambungnya, tidak dilanjutkan karena memiliki beberapa kendala fisik, anggaran, hingga tingkat kebutuhan masyarakat atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Kendala fisik yang dimaksud Priyantono mengenai pemukiman warga yang berdempetan langsung dengan area bandara. Jika program tersebut dilanjutkan maka pemukiman warga di sepanjang Simpang Lima hingga kantor Dinas Perhubungan Ende harus dibebaskan. Wilayah itu akan menjadi <em>safety area</em> karena didarati pesawat-pesawat besar.</p>
<p>“Kalau mau dilakukan perpanjangan maka seluruh pemukiman warga dari Simpang Lima hingga Dolog harus digusur semua. Harus habis, bersih tidak ada rumah. Kenapa, karena akan dipakai untuk pesawat yang lebih besar maka dibutuhkan area <em>safety </em>yang lebih luas”.</p>
<p>Kendala fisik lainnya adalah bukit di area Dolog yang terletak persis di ujung<em> runway</em> bandara. Bukit itu harus dibongkar berbentuk divergen karena akan menjadi posisi <em>landing</em> yang aman bagi pesawat-pesawat besar.</p>
<p>Kendala itu, kata Priyantono, berhubungan langsung dengan besaran anggaran yang dikucurkan pemerintah. Untuk lepas lahan saja dirinya mengkalkulasi dibutuhkan lahan sekitar 21 hektar dengan perhitungan anggaran paling sedikit Rp 200 miliar.</p>
<p>Anggaran fantastis itu belum termasuk untuk membongkar bukit di area Dolog dan kebutuhan lain. Priyantono memperkirakan total biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 2 triliun.</p>
<p>“Total lahan yang dibutuhkan 21 hektar. 21 hektar, kalau 1 meter persegi lahan itu harga Rp 1 juta maka dibutuhkan anggaran Rp 200 sekian miliar. Itu kalau harga Rp 1 juta, bagaimana kalau harganya Rp 2 juta per meter persegi”.</p>
<p>Kalau pun anggaran tersebut disediakan negara, sambungnya, masih terdapat kendala lain yaitu tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara. Jika didarati pesawat berukuran besar tentu jumlah penumpang juga mesti menyesuaikan agar pihak maskapai tidak mengalami kerugian.</p>
<p>Sedangkan, di bandara Ende saat ini frekuensi penerbangan pesawat malah mengalami penurunan akibat penurunan jumlah penumpang. Saat ini bandara Ende memiliki frekuensi penerbangan 3 kali sehari dengan jumlah penumpang maksimal 250 orang. Padahal sebelumnya bandara Ende memiliki 4 hingga 5 frekuensi penerbangan per hari.</p>
<p>“Kemarin 5 kali, sekarang 3 kali, artinya apa, penumpang turun <em>kan.</em> Artinya kebutuhan masyarakat itu belum mendesak,” jelasnya.</p>
<p>Hal itu berbanding terbalik dengan rencana perpanjangan <em>runway</em> bandara yang bertujuan agar bisa didarati pesawat berukuran besar.</p>
<p>Dirinya menekankan, jika bandara Ende menjadi rute bagi pesawat-pesawat besar maka jumlah penumpang harian harus sesuai dengan perhitungan keuntungan maskapai dari rute tersebut. Jika tidak, dirinya memastikan, pihak maskapi akan mengalami kesulitan melayani rute penerbangan dari dan menuju Ende.</p>
<p>“Biaya ini (perpanjang <em>runway</em> bandara Ende) dibutuhkan Rp 2,1 triliun. Kalau <em>toh</em> bisa dilakukan sama negara melalui APBN demi pembangunan berarti nanti yang masuk adalah pesawat-pesawat besar, pertanyaannya, pesawat besar itu terbang ke mana. Kalau ke Bali, apakah bisa setiap hari 200 orang berangkat ke Bali dari Ende”.</p>
<p>Perpanjangan <em>runway</em> bandara Ende sebenarnya tidak mustahil, ucapnya, hanya memang belum bisa dilakukan sekarang mengingat jumlah penumpang harian belum mengalami peningkatan drastis.</p>
<p>Karena itu, dirinya selaku Kepala Bandara Ende, telah menyampaikan ke Pusat bahwa rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara tidak dapat dilanjutkan. Lalu, mengenai lahan milik warga yang telah dilepas kepada pemerintah, secara otomatis menjadi tanah milik negara.</p>
<p>“Total Rp 8 miliar dan tanah-tanah itu menjadi tanah negara,” tutupnya. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
