<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kota Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/kota-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2021 02:04:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Kota Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Besok, Hercules Akan Mendarat di Ende Bawa 7 Ton Logistik</title>
		<link>https://endenews.com/besok-hercules-akan-mendarat-di-ende-bawa-7-ton-logistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2020 12:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Auriyadin Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Besok, Selasa 4 Agustus 2020, pesawat jenis Hercules akan melakukan uji coba pendaratan di Bandara...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/besok-hercules-akan-mendarat-di-ende-bawa-7-ton-logistik/">Besok, Hercules Akan Mendarat di Ende Bawa 7 Ton Logistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Besok, Selasa 4 Agustus 2020, pesawat jenis Hercules akan melakukan uji coba pendaratan di Bandara Hasan Aroeboesman, Kota Ende. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bandara Ende, Auriyadin Saleh (3/8/20).</p>
<p>Uji coba pendaratan pesawat Hercules, menurut Auriyadin, dilakukan oleh tim dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Eltari Kupang. Uji coba tersebut dalam rangka persiapan event <em>Pelangi Nusantara</em>, yang akan digelar di Kabupaten Ende.</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA : </span><a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/dandim-ende-fuad-suparlin-dipindahkan-ke-kostrad/">Dandim Ende, Fuad Suparlin Dipindahkan ke Kostrad</a></span></strong></span></p>
<p>Dalam misi uji coba esok hari, pesawat Hercules direncanakan akan membawa logistik seberat 7 ton. Logistik yang akan diterbangkan, sebagian besar merupakan bantuan kepada masyarakat saat event <em>Pelangi Nusantara</em> digelar, kata Auriyadin.</p>
<p>Hari ini, lanjut Auriyadin, pihak Bandara Ende telah dikunjungi oleh tim survei dari Lanud Eltari Kupang. Tim survei diutus guna melihat kesiapan Bandara Ende jelang pendaratan Hercules.</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA :</span> <a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/paus-emeritus-benediktus-xvi-dikabarkan-sakit-keras/">Paus Emeritus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Keras</a></span></strong></span></p>
<p>Ditanyakan mengenai hasil survei, Auriyadin Saleh menjelaskan, pihaknya telah memaparkan dan melihat langsung lokasi yang akan didarati.</p>
<p>“Tadi yang disurvei ada beberapa, termasuk untuk parkirnya pesawat. Nanti dia parkir terus keluar menghadap ke barat,” jelas Auriyadin. Dari peninjauan tersebut, Lanud Eltari Kupang menyatakan Bandara Ende siap didarati.</p>
<p>“Semuanya siap. Karena panjang landasan kita, 1.650 x 30 meter, sedangkan yang dibutuhkan untuk <em>landing</em> hanya 1.400.&#8221;</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA :</span> <a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/dirut-muhamad-badrun-jelaskan-langkah-pt-ads-pasca-putusan-ojk/">Dirut Muhamad Badrun Jelaskan Langkah PT ADS Pasca Putusan OJK</a></span></strong></span></p>
<p>Dirinya juga memastikan, uji coba pendaratan pada esok hari tidak akan mengganggu jadwal penerbangan umum.</p>
<p>Dalam rencananya sementara, pesawat Hercules milik TNI AU dijadwalkan mendarat di Ende pada siang hari. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/besok-hercules-akan-mendarat-di-ende-bawa-7-ton-logistik/">Besok, Hercules Akan Mendarat di Ende Bawa 7 Ton Logistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Buah Rumah di Mautapaga Hangus Dilalap Api</title>
		<link>https://endenews.com/satu-buah-rumah-di-mautapaga-kota-ende-hangus-dilalap-api/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 06:50:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu buah rumah di Kelurahan Mautapaga, Kota Ende hangus dilahap si jago merah, pada Jumat,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/satu-buah-rumah-di-mautapaga-kota-ende-hangus-dilalap-api/">Satu Buah Rumah di Mautapaga Hangus Dilalap Api</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Satu buah rumah di Kelurahan Mautapaga, Kota Ende hangus dilahap si jago merah, pada Jumat, 6 Maret 2020. Diketahui rumah ini milik M. Taufik, warga RT 019/RW 010 Lingkungan Mautapaga Atas.</p>
<p>Kebakaran yang terjadi disaat jam kerja ini sontak menghebohkan warga sekitar. Menurut beberapa warga, mereka mengetahui kejadian setelah melihat asap tebal dan api telah yang menyala besar.</p>
<p>Warga lalu secara bersama-sama berupaya memadamkan api.</p>
<p>Upaya warga kemudian mendapat bantuan dari Pemadam Kebakaran yang menerjunkan 2 mobil Pemadam dan belasan anggota.</p>
<p>Menurut Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Pol PP Ende, Adi Parera, pihaknya menerima laporan kejadian pukul 11.10 WITA dan langsung menuju.</p>
<p>Ketika berada di lokasi Tim Pemadam cukup kesulitan memadamkan api sebab akses menuju rumah tak bisa dilalui Mobil Pemadam. Syukurnya, selang dari Mobil Pemadam mampu mencapai lokasi.</p>
<p>Proses pemadaman dikatakan Adi Parera memakan waktu hingga 2 jam. Lamanya waktu disebabkan kendala akses jalan dan juga besarnya api yang telah merambat ke seluruh rumah.</p>
<p>Jelas Adi Parera, sumber api berasal dari nyala korek api yang dimainkan oleh anak si pemilik rumah.</p>
<p>&#8220;Sumber api dari nyala korek. Anaknya bermain korek api.”</p>
<p>Lanjutnya, peristiwa ini terjadi saat M. Taufik, si pemilik rumah bersama istri sedang bekerja di luar rumah.</p>
<p>Dalam pantauan <em>Ende News</em>, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA. Namun, nyaris seluruh isi rumah telah hangus dilahap api.</p>
<p>Terkait kerugian, menurut informasi yang dihimpun <em>Ende News</em>, diketahui 2 buah sepeda, 1 motor, ijazah dan surat berharga lain beserta seluruh isi rumah hangus terbakar.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, total kerugian yang diderita akibat kebakaran masih dihitung oleh pihak Kepolisian. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/satu-buah-rumah-di-mautapaga-kota-ende-hangus-dilalap-api/">Satu Buah Rumah di Mautapaga Hangus Dilalap Api</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</title>
		<link>https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 04:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki Santo Donatus Boanawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sore hari, tanggal 31 Januari 2020 umat Paroki Santo Donatus Boanawa, Kota Ende nampak riang....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/">Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sore hari, tanggal 31 Januari 2020 umat Paroki Santo Donatus Boanawa, Kota Ende nampak riang. Mereka menari begitu lepas. Diiringi musik yang terus saja memacu, umat bersama para undangan riang gembira menikmati acara “Minu Ae Petu,” yang berlangsung setelah Peletakan Batu Pertama, pembangunan Gereja Santo Donatus.</p>
<p>Mereka seolah-olah tak ingat lagi akan lelah setelah seharian bekerja sebagai Panitia. Juga lupa esoknya harus bekerja lagi karena “Minu Ae Petu” diadakan dua hari. Umat nampaknya tak mau ambil pusing. Mereka terus saja menari.</p>
<p>Umat gembira sebab jerih payah mereka selama bertahun-tahun mulai mewujud. Sebentar lagi mereka akan memiliki Gereja, barangkali itu yang ada dibenak umat.</p>
<p>Seluruh umat Katolik tentu tahu, perjalanan membangun Gereja tidak pernah pendek cerita. Melulu panjang dan penuh perjuangan.</p>
<p>Semua bermula saat pertemuan para tokoh yang dimotori oleh Pastor Paroki Katedral Kristus Raja pada tanggal 26 Februari tahun 2012. Cerita Benediktus Djegho, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, “pertemuan itu menginspirasi kami untuk membentuk Stasi Boanawa.”</p>
<p>Umat di Boanawa lalu membentuk Panitia untuk mempersiapkan pembentukan Stasi yang dilanjutkan dengan pembentukan Pengurus Stasi.</p>
<p>Pengurus Stasi yang baru terbentuk kemudian menginiasi pertemuan 4 lingkungan yang masuk dalam Stasi, untuk membangun Kapela darurat atau seadanya.</p>
<p>“Pada saat itu kita start di depan Rumah Misi yang sekarang sudah ada pagar itu,” kata Benediktus sambil menunjuk ke arah tempat tersebut.</p>
<p>Sekitar tahun 2013, Benediktus tidak ingat pasti, umat kemudian membeli tahan seluas 5000 meter (sekarang lokasi pembangunan Gereja Paroki St. Donatus).</p>
<p>“Ini tanah milik SVD kita beli, panjar waktu itu, sesudah itu SVD mengizinkan supaya Kapela itu pindah dari sana (Rumah Misi) ke sini (lokasi sekarang).”</p>
<p>Seluruh umat bahu membahu mempersiapkan dan melakukan pemindahan Kapela. Meratakan tanah dan membangun Kapela baru.</p>
<p>Pada tahun 2014 statusnya ditingkatkan dari Stasi menjadi Titik Pelayanan. Meskipun ada peningkatan status namun seluruh kegiatan masih tetap tunduk kepada Paroki induk yakni Paroki Katedral Kristus Raja.</p>
<p>“Tercatat ada beberapa Pastor yang mengabdi di sini dulu, artinya memberi pelayanan setiap Minggu. Ada Romo Dion, itu dulu Pastor Kapelan dari Paroki Kristus Raja. Setelah Romo Dion, ada Romo Feri,” Lanjut Benediktus, Romo Feri merupakan Pastor yang terakhir mengabdi dalam status Titik Pelayanan.</p>
<p>Status sebagai Titik Pelayanan melekat sejak tahun 2014 sampai dengan tanggal 3 November 2017.</p>
<p>Tanggal 4 November 2017, berdasarkan keputusan yang disampaikan oleh Uskup Agung Ende, statusnya ditingkatkan lagi dari Titik Pelayanan menjadi Quasi Paroki. Selain itu, Yang Mulia juga menunjuk Romo Domi Nong sebagai Pastor Quasi yang melayani seluruh kegiatan Pastoral secara permanen.</p>
<p>“Artinya, kita mulai memisahkan diri dari Paroki Induk.”</p>
<p>Pada tahun 2018 saat Romo Domi Nong memimpin dilakukan beberapa perubahan. Langkah pertama, melakukan reposisi kepengurusan mulai dari KUB (Kelompok Umat Basis) sampai dengan Pengurus Lingkungan. Selain itu dilakukan juga perubahan nomenlatur.</p>
<p>“Kalau sebelumnya itu Lingkungan 12, Lingkungan 13, Lingkungan 14, Lingkungan 15 A dan B. Pada awal 2018, nama-nama ini diubah menjadi Lingkungan 1, Lingkungan 2, Lingkungan 3, Lingkungan 4, dan Lingkungan 5.”</p>
<p>Dalam tahun itu juga Quasi Paroki Santo Donatus Boanawa dipercayakan sebagai panitia penyelenggara JPA (Jadi Pendamping Adik) Keuskupan Agung Ende. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah sebab lahan yang diratakan untuk kegiatan ini menjadi penguat motivasi umat untuk selanjutnya digunakan membangun Gereja.</p>
<p>Karena itu setelah kegitan JPA umat melakukan diskusi intens dengan Romo Domi Nong agar membuat draf pembangunan Gereja. Romo pun memberikan draft tersebut.</p>
<p>Benediktus ditugaskan mencari Konsultan Perencanaan untuk menerjemahkan draf yang sudah ada.</p>
<p>“Saya cari adik-adik yang profesinya sebagai Konsultan Perencana, yang berada di Lingkungan 1 waktu itu. Saya minta dia tolong desain. Jabarkan, terjemahkan, apa yang Romo mau ini.”</p>
<p>Paruh pertama tahun 2019, draf yang ada itu kemudian dipresentasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. “Presentasi yang pertama kepada DPP, sesudah itu kita perbaiki. Kita konsultasi dengan Romo Domi. Sesudah itu kita undang (lagi) DPP Katedral dan Quasi,” Lanjut Benediktus, hasil presentasi kemudian diterima.</p>
<p>Setelah draf pembangunan diterima, umat bergerak cepat dengan membentuk Panitia Pembangunan Gereja Santo Donatus Boanawa. Panitia yang terbentuk lalu melakukan perhitungan anggaran yang secara detail.</p>
<p>Ketika berbagai persiapan dirasa cukup, umat bersama Romo Nong bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Ende. “Kita melaporkan bahwa rencana kita, awal tahun 2020 kita harus mulai membangun Gereja.”</p>
<p>Sesudah bertemu dengan Uskup Agung Ende para pengurus kembali dan membentuk lagi Panitia kecil yang bertugas melakukan sosialisasi ke KUB-KUB.</p>
<p>Berbagai persiapan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Pada 31 Januari 2020 terlaksana Peletakan Batu Pertama. Acara diawali dengan Misa Kudus dipimpin langsung oleh Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr. Sensi Potokota.</p>
<p>Acara Peletakan Batu Pertama kemudian dilanjutkan dengan acara “Minu Ae Petu” dalam rangka penggalangan dana. Acara “Minu Ae Petu” diadakan dua hari, yakni tanggal 31 Januari hingga 1 Februari 2020. Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun Gereja Santo Donatus mencapai 3,7 Miliar.</p>
<p>Momen Peletakan Batu Pertama dan “Minu Ae Petu” merupakan tonggak sejarah penanda pembangunan Gereja Santo Donatus memulai pembangunan fisik Gereja.</p>
<p>Itulah sebabnya umat nampak riang gembira. Mereka berlenggak-lenggok ceria, sebab sebentar lagi akan memiliki Gereja. Gereja yang dibangun dengan jerih payah mereka. <em><strong>(Agustinus Rae/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dari-kapela-darurat-hingga-bangun-gereja-cerita-gereja-boanawa/">Dari Kapela Darurat Hingga Bangun Gereja: Cerita Pembangunan Gereja Boanawa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Antusias Ikut “Minu Ae Petu” Pembangunan Gereja di Boanawa, Ende</title>
		<link>https://endenews.com/warga-antusias-ikut-minu-ae-petu-pembangunan-gereja-boanawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 10:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Gereja Boanawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Panitia Pembangunan Gereja St. Donatus Boanawa mengadakan acara “Minu Ae Petu” (Minum Air Panas) dalam...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/warga-antusias-ikut-minu-ae-petu-pembangunan-gereja-boanawa/">Warga Antusias Ikut “Minu Ae Petu” Pembangunan Gereja di Boanawa, Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Panitia Pembangunan Gereja St. Donatus Boanawa mengadakan acara “Minu Ae Petu” (Minum Air Panas) dalam rangka pengumpulan dana bagi pembangunan Gereja St. Donatus, Boanawa, Kota Ende.</p>
<p>Acara tersebut diadakan selama dua hari, yakni pada Sabtu tanggal 1 Februari dan hari Minggu 2 Februari 2020.</p>
<p>&#8220;Minu Ae Petu&#8221; atau dalam Bahasa Indonesia “Minum Air Panas” merupakan salah satu acara adat yang terdapat di Kabupaten Ende. Tentang budaya &#8220;Minu Ae Petu,&#8221; dapat dijelaskan secara sederhana, adalah suatu acara yang bertujuan mempersiapkan acara inti. Karena itu &#8220;Minu Ae Petu&#8221; melulu dilakukan sebelum acara puncak, misalnya pernikahan, <em>dsm</em>.</p>
<p>Dalam acara ini empunya hajatan mengundang keterlibatan keluarga dan kerabat untuk berpartisipasi. Semua yang diundang akan datang dengan membawa tanggungannya masing-masing. Biasanya dalam bentuk uang.</p>
<p>Acara yang berakar dari adat ini digunakan oleh Panitia Pembangunan Gereja St. Donatus, Boanawa mendatangkan partisipasi masyarakat. Menurut Ketua Panitia Pembangunan, Benediktus Djegho, pada hari pertama pelaksanaan &#8220;Minu Ae Petu&#8221;, tercatat 861 orang hadir membawa sumbangannya masing-masing.</p>
<p>Acara “Minu Ae Petu” pada hari pertama berlangsung setelah Misa Peletakan Batu Pertama yang dipimpin langsung Uskup Agung Ende (Sabtu, 1/2/19) dan berakhir sekitar Pukul 22.00 Wita.</p>
<p>Lanjutnya Benediktus, penggalangan dana melalui adat “Minu Ae Petu” juga bertujuan agar warga Kota Ende lintas iman, juga dapat juga berpartisipasi dalam penggangalan dana.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan kotbah Yang Mulia Uskup Agung Ende, dalam Misa Peletakan Batu Pertama  yang menginginkan Gereja menjadi Rumah bagi semua.</p>
<p>Dalam pantuan <em>Ende News</em> warga Kota Ende lintas iman juga turut berpartisipasi. Terlihat cukup banyak warga berpakaian Islami hadir memberikan sumbangan.</p>
<p>Hari ini, acara &#8220;Minu Ae Petu&#8221; dilanjutkan kembali. Acara hari kedua ini telah dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 waktu setempat.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan acara &#8220;Minu Ae Petu&#8221; dalam rangka pembangunan Gereja St. Donatus, Boanawa masih berlangsung.<strong><em> (ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/warga-antusias-ikut-minu-ae-petu-pembangunan-gereja-boanawa/">Warga Antusias Ikut “Minu Ae Petu” Pembangunan Gereja di Boanawa, Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
