<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sastra &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/category/sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Oct 2023 12:37:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Sastra &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mitos Ine Pare (Bagian I) : Ine Mbu</title>
		<link>https://endenews.com/mitos-ine-pare-bagian-i-ine-mbu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2019 14:45:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Ende Lio]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Ine Pare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=117</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ine Pare (Ibu Padi) merupakan mitologi asal mula Padi yang diyakini oleh masyarakat Lio, Kabupaten...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mitos-ine-pare-bagian-i-ine-mbu/">Mitos Ine Pare (Bagian I) : Ine Mbu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ine Pare (Ibu Padi) merupakan mitologi asal mula Padi yang diyakini oleh masyarakat Lio, Kabupaten Ende</strong>.</p>
<p>Kisah Ine Pare beserta makna dan fungsinya dijelaskan secara menarik oleh Maria Bali Larasati dalam bukunya, <em>Ine Pare Dalam Komunitas Etnik Lio</em> (2018).</p>
<p>Dalam bukunya, Bali Larasati menemukan bahwa kepercayaan ini tetap bertahan terhadap perubahan. Sekalipun penduduk Lio mayoritas sudah menganut agama Katolik, ritual penyembahan kepada Ine Pare dan siklus pertaniannya masih hidup sampai sekarang.</p>
<p>Kisah Ine Pare menjadi pijakan dari tahapan ritual adat sejak <em>Ngeti Uma</em> (buka ladang baru), <em>Paki Tana-Tedo Pare</em> (penanaman padi), <em>Ka Poka</em> (panen padi), hingga <em>Mi Are</em> (santap nasi baru).</p>
<p>Dalam masyarakat Lio, menurut Bali Larasati, kisah Ine Pare (cerita asal usul Padi) memiliki tiga versi, yakni, versi <em>Ine Mbu, Boby no’o Nombi,</em> dan <em>Ana Kalo</em>.</p>
<p><strong>Ine Mbu (Ibu Mbu)</strong></p>
<p>Mbu merupakan salah satu anak dari sepasang suami-istri yaitu Raja dan Kaja. Dahulu kala mereka tinggal di <em>Nua Ria</em> tanah persekutuan Ndori.</p>
<p>Raja (ayah Mbu) merupakan adik Konde dan Ratu. Konde adalah penguasa danau Kelimutu, Ratu adalah penguasa Mutu Busa (anak danau Kelimutu), sedangkan Raja sendiri adalah penguasa <em>Keli Samba.</em></p>
<p>Ketiga bersaudara itu dimitoskan sebagai kelompok manusia raksasa atau titisan Dewa Penguasa di daerah Lio.</p>
<p>Setelah Raja menikah dengan Kaja, mereka mempunyai tiga orang anak, Ndale putra sulung, Mbu putri tunggal dan Sipi putra bungsu.</p>
<p>Suatu ketika terjadi bencana di seluruh daratan Lio, yang disebut dengan <em>Ae Mesi Nuka Tana Lala</em>. Akibat bencana alam ini, maka perkampungan Raja dan Kaja menjadi dangkalan.</p>
<p>Raja dan Kaja sekeluarga akhirnya mengungsi. Mereka sekeluarga mengungsi di <em>Keli Mbape</em>, dan di tempat ini Raja meninggal dunia.</p>
<p>Nama <em>Keli Mbape</em> kini disebut juga <em>Kolo Kaja</em>. Kaja juga akhirnya meninggal di <em>Nua Kaja.</em></p>
<p>Setelah kematian kedua orangtuanya, Ndale, Mbu, dan Sipi harus hidup mandiri. Atas pertimbangan bersama, mereka memutuskan pindah.</p>
<p>Daerah yang selanjutnya mereka tinggali adalah tanah persekutuan <em>Mbengu</em>, yang sekarang dikenal dengan sebutan <em>Mase Ndale</em>, <em>Koja Ndale</em> atau <em>Nanga Ndale.</em></p>
<p>Ketika Mbu, Ndale, dan Sipi pindah ke <em>Mase Ndale</em> penduduk setempat masih makan serbuk kayu yang sudah lapuk atau disebut <em>fata mewu</em>. Perasaan mereka gundah gulana melihat peristiwa itu.</p>
<p>Suatu hari ketika Mbu mencari kayu bakar di tempat yang berawa-rawa, saat itu tangan Mbu terluka. Darah dari tangan Mbu pun berjatuhan ke lumpur.</p>
<p>Setelah itu tumbuhlah padi di tempat yang terkena darah dari tangan Mbu. Hal semacam ini sering terjadi dan menjadi rahasia ketiga bersaudara.</p>
<p>Dari hari ke hari kehidupan mereka membaik dan jauh lebih makmur dibanding penduduk lain. Sementara itu percobaan pemeliharaan Padi terus dilakukan secara diam-diam.</p>
<p>Makmurnya hidup ketiga bersaudara itu menjadi tanda tanya besar bagi penduduk sekitar. Warga di sekitar penasaran, apa rahasia dibalik kemakmuran mereka? Sayang, sekalipun didesak ketiganya tetap bergeming menyimpan rahasia.</p>
<p>Desakan dari warga sekitar lambat laun berubah menjadi ancaman yang begitu nyata. Ketiga bersaudara akhirnya memutuskan pindah.</p>
<p>Mereka mengungsi ke <em>Watu Kaka</em> di Paga dan terus berkelana jauh meninggalkan tanah persekutuan <em>Mbengu.</em></p>
<p>Tempat-tempat yang mereka lintasi adalah tanah persekutuan <em>Bu, Mbengu, Mego</em>, dan pinggiran barat kerajaan Nita yaitu <em>Koro</em> dekat sungai <em>Endo</em> yang bermuara di <em>Nanga Mbawe</em>.</p>
<p>Untuk menghindari tanah persekutuan <em>Lise</em>, dari wilayah Nita Barat mereka berperahu melewati tanjung <em>Watu</em> <em>Manu</em> dan <em>Tanjung Sada</em> menuju <em>Ndondo</em>. Tempat singgahan mereka di <em>Ndondo</em> dikenal dengan nama <em>Ndondo Naka Taka</em>.</p>
<p>Dari sini mereka terus menuju wilayah gunung <em>Membu</em> <em>Toro</em> agar sampai ke <em>Keli Koja</em> dan <em>Keli Lima</em> agak ke timur menjadi <em>Ndota Keli Lima</em>. Perjalanan mereka erat hubungannya dengan daerah-daerah agraris.</p>
<p>Untuk memberi rasa keadilan kepada orang <em>Lise</em>, Mbu bersama dua saudaranya akhirnya melintasi tanah persekutuan <em>Lise Kurulande.</em> Ini sebabnya ada istilah <em>Lande Wolomage</em> yang berkaitan dengan upacara berladang.</p>
<p>Setelah itu ketiganya berpisah. Mbu dan Ndale menuju <em>Keli Koja,</em> sementara Sipi mengambara menyebarkan Padi ke arah timur mulai dari <em>Kowe Longgo.</em></p>
<p>Perjalanan Mbu dan Ndale menuju <em>Keli Koja</em> dilakukan untuk memenuhi panggilan Mbu sebagai Ine Pare (Ibu Padi). Mbu akan dikorbankan di tempat itu.</p>
<p>Sesungguhnya Ndale tidak tega mengorbankan adiknya, namun demi kepentingan banyak orang dan atas ilham yang diterima oleh Mbu maka upacara pengorbanan jadi tak terhindarkan.</p>
<p>Perjalanan menuju <em>Keli Koja</em> masih jauh namun entah mengapa Ndale ingin mempersembahkan Mbu di tempat mereka beristirahat. Ndale meminta kepada Mbu sebanyak tiga kali tetapi ditolak oleh Mbu.</p>
<p>Perjalanan pun dilanjutkan hingga tibalah mereka di <em>Keli Koja</em>. Kedua bersaudara beristirahat sejenak sebelum melakukan upacara pengorbanan.</p>
<p>Ndale berat hati namun seperti telah dikatakan, ini merupakan suatu keharusan, apalagi demi kepentingan orang banyak.</p>
<p>Akhirnya upacara pengorbanan dilakukan. Mbu meratap dengan suara lantang!</p>
<p><strong>“…<em>Ratu neku mbale dowa awu</em></strong></p>
<p><strong><em>Fara mbale dowa tana</em></strong></p>
<p><strong><em>So aku peno dewa no’o nebo</em></strong></p>
<p><strong><em>Pida no’o bita, ngere embu rara</em></strong></p>
<p><strong><em>Kobe lima rua aku tei tondo</em></strong></p>
<p><strong><em>Wula telu aku te’a, wula sutu aku nuka nua</em></strong></p>
<p><strong><em>Soi renggi aku tei nei</em></strong></p>
<p><strong><em>Sa ripi, sa buku, sa laru</em></strong></p>
<p><strong><em>Beke kau tango</em></strong></p>
<p><strong><em>Nuwa kobe nuwa leja&#8221;</em></strong></p>
<p>Diterjemahkan:</p>
<p><strong>“… <em>Badanku menjadi abu</em></strong></p>
<p><strong><em>dagingku menjadi tanah</em></strong></p>
<p><strong><em>walaupun aku menjadi kotoran</em></strong></p>
<p><strong><em>dilumuri lumpur bagaikan nenek tua</em></strong></p>
<p><strong><em>namun tujuh malam aku tumbuh</em></strong></p>
<p><strong><em>Tiga bulan aku matang, empat bulan aku masuk kampung</em></strong></p>
<p><strong><em>Siapa mengangkat menonggak aku</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku menunduk karena padat isinya</em></strong></p>
<p><strong><em>Beke jaminlah</em></strong></p>
<p><strong><em>Akar bulirku mekar siang dan malam&#8221;</em></strong></p>
<p>Setelah Mbu selesai meratap ia pun dipersembahkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Agustinus Rae</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mitos-ine-pare-bagian-i-ine-mbu/">Mitos Ine Pare (Bagian I) : Ine Mbu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</title>
		<link>https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Carlos Sara]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Marsel Petu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=58</guid>

					<description><![CDATA[<p>Partai Golkar Ende menyenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada Kamis 25 Juli 2019. Terdapat...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/">Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Partai Golkar Ende menyenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada Kamis 25 Juli 2019. Terdapat hal menarik dalam Musdalub yang berlangsung di <em>Syuradikara Mart</em>, Jalan W. J. Yohanes, Kota Ende.</strong></p>
<p>Musdalub yang digelar guna memilih posisi ketua yang ditinggalkan oleh (alm) Marsel Petu dimenangkan oleh Heri Wadhi, setelah mendapatkan 19 suara mengalahkan Magy Sigasare yang mendapat 4 suara.</p>
<p>Menariknya, dalam Musdalub ini terdapat putra Marsel Petu yakni Carlos Sara. Carlos hadir lengkap dengan seragam partai Golkar.</p>
<p>Carlos duduk di deretan kursi paling depan bersama Ince Sayuna, Magy Sigasare, dan sesepuh Golkar.</p>
<p>Kejutan tak hanya sampai di situ, ketika ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena naik ke panggung menutup kegiatan, nama Carlos dibicarakan Melki secara khusus.</p>
<p>Melki Laka Lena meminta kepada Heri Wadhi, yang baru terpilih dalam Musdalub tersebut agar mengakomodir Carlos dalam kepengurusan.</p>
<p>Permintaan Laka Lena tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa Carlos Sara hadir di situ bukan sebagai undangan, melainkan sebagai kader Golkar.</p>
<p><strong>Cerita Carlos Masuk Golkar</strong></p>
<p>Carlos Sara yang ditemui di kediamannya di Jalan Rambutan, Kota Ende <em>(26/7)</em>, membenarkan bahwa dirinya telah mengambil pilihan berpolitik melalui Golkar.</p>
<p>Cerita Carlos, pilihan masuk dunia politik sebenarnya sudah dimulai beberapa bulan sebelum Marsel Petu meninggal.</p>
<p>Carlos, yang saat itu baru menetap di Ende setelah menyelesaian kuliah dari fakultas hukum, Atma Jaya, sering diajak oleh Marsel mengikuti berbagai kegiatan.</p>
<p>Menurut Carlos, hal itu amat berbeda dengan sikap Marsel Petu sebelum dirinya menamatkan kuliah. Sebelumnya, Carlos amat jarang diajak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dijalani Marsel, apalagi kegiatan politik.</p>
<p>“Bapak seperti promo saya,” kata Carlos.</p>
<p>Pernah suatu ketika, ayah-anak ini bersama-sama mengikuti kegiatan yang dihadiri khalayak ramai. Sambil menatap kerumunan orang yang mengikuti kegiatan itu, Marsel berbisik <em>guyon</em> ke Carlos.</p>
<p>“Ini kalau kau maju, ‘rata’ (menang) buat kau,” ulang Carlos, tersenyum.</p>
<p>Karena peristiwa-peristiwa itu Carlos merasa pilihan masuk politik sesuai dengan keinginan ayahnya.</p>
<p>“Maksudnya, dia (Marsel Petu) sudah ada investasi sosial buat saya. Itu yang saya baca,” kata Carlos.</p>
<p>Setelah Marsel Petu meninggal, niat Carlos berpolitik kian mapan. Karena itu ia lantas meminta pandangan ibunya, Ny. Ilmoe.</p>
<p>Ny. Ilmoe berat hati pada mulanya. Menurut Carlos, ibunya masih belum bisa melupakan peristiwa yang dialami Marsel.</p>
<p>Namun akhirnya ia <em>legowo</em> atas niat Carlos. Perasaan Ny. Ilmoe semakin dikuatkan setelah kunjungan dadakan Melki Laka Lena.</p>
<p>Satu hari menjelang Musdalub, Melki Laka Lena ketua DPD Golkar NTT beserta sekretaris, Ince Sayuna bertandang ke kediaman mereka.</p>
<p>“Kita juga tidak tahu, sementara duduk-duduk sore begini, mama (Ny. Ilmoe) lagi duduk di meja do’a, tidak lama ada mobil om Melki datang.”</p>
<p>Terjadi perbincangan antara Ny. Ilmoe, Melki Laka Lena dan Ince Sayuna dalam pertemuan itu. Beberapa saat berselang, mereka bertiga memanggil Carlos <em>nimbrung</em> dalam perbincangan tersebut.</p>
<p>Tanpa diduga Melki Laka Lena dan Ince Sayuna mengajak Carlos bergabung jadi kader Golkar. Ny. Ilmoe setuju.</p>
<p>Padahal, Carlos menuturkan, Melki Laka Lena dan Ince Sayuna tidak pernah mengetahui niatnya yang memang ingin berpolitik melalui Golkar. Karena itu dirinya amat terkejut atas peristiwa yang sejalan secara natural tersebut.</p>
<p>Prospek Carlos di Golkar terlihat pada saat Musdalub berlangsung. Saat hendak menutup kegiatan, Melki Laka Lena kembali menunjukan perhatiannya.</p>
<p>Dari podium Melki Laka Lena meminta kepada Heri Wadhi yang baru saja terpilih, melibatkan Carlos dalam kepengurusan dan berbagai kegiatan partai.</p>
<p>Ditanyakan mengenai hal tersebut Carlos, pada prinsipnya mengatakan siap memulai proses dari jenjang paling bawah.</p>
<p>Dirinya menambahkan, sebelumnya, Ince Sayuna telah memberikan sedikit gambaran mengenai berproses di dalam partai.</p>
<p>Ince Sayuna memang sering menceritakan pengalaman pribadinya ketika pertama kali berpartai, untuk memotivasi kader. Hal itu juga ia berikan kepada Carlos.</p>
<p>Pengalaman Ince tergolong <em>berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian</em>. Ince memulai karirnya di Golkar sebagai<em> tukang bantu-bantu</em> (bantu antar surat, angkat kursi, <em>dsj</em>), tetapi sekarang ini jabatannya <em>mentereng</em>: sekretaris DPD Golkar NTT.</p>
<p>Berkaca dari pengalaman Ince Sayuna, Carlos merasa dirinya termotivasi dan akan bekerja sebaik mungkin di posisi manapun ia ditempatkan.</p>
<p>Terkait masa depan Carlos di Golkar, Heri Wadhi, ketua terpilih Golkar Ende yang dihubungi <em>endeh.id</em> <em>(26/7)</em> menyatakan apresiasinya atas pilihan yang diambil Carlos.</p>
<p>Menurut Heri langkah yang diambil Carlos sejalan dan bertepatan dengan geliat Golkar NTT saat ini yang sedang berupaya memasukan anak-anak muda dalam kepengurusan.</p>
<p>Langkah mengakomodir kalangan milenial ke Golkar telah dimulai dan berhasil di lakukan di tingkat propinsi oleh Laka Lena.</p>
<p>Karenanya, langkah tersebut akan disusul oleh dirinya selama memimpin Golkar Ende. Dan Carlos, menurut Heri berada pada momentum yang tepat.</p>
<p>“Carlos layak masuk dalam kepengurusan, karena memang usianya sudah sangat dewasa untuk terjun di dunia politik, dan saya ikuti terus perkembanganya. Saya kira anak-anak muda perlu kita masukan, sesuai amanat pak ketua Golkar Propinsi,” kata Heri.</p>
<p>Langkah-langkah lainnya yang telah berhasil dilakukan oleh Golkar di tingkat propinsi juga akan diupayakan terealisasi. Misalnya menjadikan Golkar sebagai partai yang akrab dengan kalangan milenial.</p>
<p>Namun, ia menekankan bahwa 6 bulan ke depan atau selama kepemimpinannya, fokus utama Golkar Ende tetaplah kepada konsolidasi partai.</p>
<p><em><strong>Agustinus Rae</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/putra-marsel-petu-carlos-sara-masuk-golkar-ende/">Putra Marsel Petu, Carlos Sara Masuk Golkar Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</title>
		<link>https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:46:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=55</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda (IM) beberapa waktu lalu membuka turnamen sepak bola usia...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/">Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda (IM) beberapa waktu lalu membuka turnamen sepak bola usia dibawah 12 tahun (27-28 Juli 2019).</p>
<p>Turnamen yang digelar di lapangan SMAK Syuradhikara selama dua hari tersebut merupakan turnamen internal. Maksudnya, turnamen digelar dalam rangka evaluasi internal IM sekaligus memperkenalkan SSB IM Ende kepada masyarakat umum.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/karir-sepakbola-ronald-sambi-top-skor-piala-bupati-ende-2022/">Karir Sepakbola Ronald Sambi, Top Skor Piala Bupati Ende 2022</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Menurut Hasrur Azwar, wakil ketua SSB IM Ende, manajemen IM sekarang ini telah mencapai tahap akhir dalam pengesahan IM sebagai sekolah sepak bola yang resmi.</p>
<p>Dirinya menceritakan, pada tahap awal, proses pengajuan diberikan kepada Asosiasi Sepak Bola (Askab), dalam hal ini Askab Ende. Jika dilihat layak maka Askab akan mengeluarkan rekomendasi.</p>
<p>Setelah itu proses dilanjutkan ke Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov), lalu ke PSSI untuk mendapatkan akta pendirian Sekolah Sepak Bola.</p>
<p>“Nah, sekarang, SSB Indonesia Muda tahapnya sudah sampai di Asprov,” kata Hasrul.</p>
<p>Melihat proses pengajuan yang tinggal tahap-tahap akhir, Hasrul memprediksi keabsahan SSB Indonesia Muda paling lambat akan terealisasi pada tahun depan.</p>
<p>Karena itulah turnamen yang digelar Indonesia Muda kali ini bertujuan memperkenalkan kepada publik, SSB IM Ende.</p>
<p><strong>Sejarah IM Ende</strong></p>
<p>Nama organisasi Indonesia Muda sepertinya tidak asing bagi para aktifis atau pemerhati sejarah dan sosial politik. Dan benar saja, Indonesia Muda yang sekarang ini merambah ke berbagai bidang, dahulunya merupakan organisasi pergerakan.</p>
<p>Indonesia Muda didirikan pada 1930 sebagai organisasi pergerakan. Indonesia Muda merupakan buah dari tanaman Sumpah Pemuda 1928.</p>
<p>Pada masa-masa setelah kemerdekaan, kiprah IM beralih ke dua ranah yakni kesenian dan olahraga, guna mengisi kemerdekaan.</p>
<p>Selanjutnya, pada 1956/1957 Organisasi Sepak Bola Indonesia Muda bermarkas di Salemba Tengah, Jakarta dan terdiri dari para pemain senior.</p>
<p>Perkembangan organisasi IM di dalam olahraga secara perlahan mengalami perkembangan setelahnya. Sekitar tahun 1968 hingga 1975 sudah terdapat IM basket, IM Bola Volly, IM Renang, <em>dll.</em></p>
<p>Semua cabang olahraga yang digeluti IM bernaung secara organisatoris kepada Pengurus Besar Indonesia Muda, kendati pengurus pusat saat itu kurang menampakan fungsinya.</p>
<p>Pada 1988 sejarah IM mulai tertulis di kabupaten Ende. Herman Josef Gadhi Djou yang kala itu menjabat selaku bupati mendirikan IM sepakbola di Ende.</p>
<p>Sempat aktif beberapa tahun, cerita mengenai IM terhenti karena mengalami kevakuman hingga tahun 1998.</p>
<p>Di tahun 1998 beberapa tokoh sepakbola Ende yakni, Ahmad Mochdar, Djafar Edy,  Rifai, Hidayat, dan Boldi Daga berhasil mengaktifkan kembali IM.</p>
<p>Namun, setelah itu nasib IM kembali mengalami kevakuman karena kurang aktifnya beberapa tokoh.</p>
<p>Tak lama kemudian tepatnya pada 1999, Rizaldy Ambuwaru dengan dukungan Boldi Daga akhirnya menghidupkan IM.</p>
<p>Di tangan Rizaldy Ambuwaru inilah, cerita tentang IM Ende tertulis hingga saat ini secara konsisten. Bahkan bisa dikatakan yang paling konsisten.</p>
<p>Untuk diketahui, dalam penelusuran Ende News, masa kejayaan klub-klub sepak bola di kabupaten Ende khususnya di wilayah kota, dinikmati terakhir kali di era 90-an.</p>
<p>Cerita kejayaan klub-klub sepak bola pada 90-an, menurut Ahmad Mochdar <em>(26/6)</em>, telah dimulai sejak klub sepak bola <em>Sapoe</em>, sekitar 1946 dan memuncak di era 80-an dan 90-an.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="http://endeh.id/berita/detail/ali-topan-dan-candra-halim-ayahanak-berseragam-perse" data-cke-saved-href="http://endeh.id/berita/detail/ali-topan-dan-candra-halim-ayahanak-berseragam-perse" data-cke-saved- target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Ali Topan dan Candra Halim, Ayah-Anak Berseragam Perse</span></a></strong></li>
</ul>
<p>Memasuki era 2000-an, klub-klub sepakbola berguguran satu per satu, tak terurus dan akhirnya hilang. Ada banyak faktor yang mempengaruhi fenomena ini.</p>
<p>Syukurnya, IM menjadi salah satu klub yang bertahan hingga kini.</p>
<p>IM satu-satu klub sepakbola di Ende yang mempunyai kepengurusan tetap, menyelenggarakan kompetisi, rutin mengikuti berbagai kompetisi. Bahkan, IM satu-satunya klub di Ende yang mempunyai jadwal latihan rutin.</p>
<p>Sejak dipegang Rizaldy Ambuwaru, prestasi IM tercatat pernah menjadi juara 1 Muthmainah Cup (2003), juara 1 IM Ende Cup (2007), juara 2 FKPPI Cup (2012), juara 2 Ema Gadi Djou Cup (2015), juara 2 Menpora Cup U-14 Zona Ende (2016), juara 1 Bupati Cup U-20 (2016).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/selenggarakan-turnamen-ini-sejarah-klub-sepak-bola-im-ende/">Selenggarakan Turnamen, Ini Sejarah Klub Sepak Bola IM Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</title>
		<link>https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:44:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Noval Mandaka]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=52</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peringatan HUT RI selalu akrab dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Tahun...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/">Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peringatan HUT RI selalu akrab dengan yang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Tahun ini warga Ende patut berbangga, sebab, salah satu siswa asal kabupaten tersebut lolos seleksi menjadi Paskibraka Nasional</strong>.</p>
<p>Nama siswa yang berhasil lolos setelah melewati seleksi yang amat ketat itu adalah Noval Ramadhan Mandaka.</p>
<p>Noval Ramadhan Mandaka merupakan alumni SD GMIT Ende IV dan SMP Negri I Ende, yang sekarang ini sedang menempuh pendidikan di SMA Islam Muthmainnah.</p>
<p>Beberapa siswa yang di temui <em>endeh.id</em> di Muthmainnah mengatakan bahwa Noval adalah sosok pendiam namun berprestasi dalam bidang kurikuler dan ekstra kurikuler.</p>
<p><strong>Diam-diam Berprestasi</strong></p>
<p>Pendapat tersebut dibenarkan oleh ibunda Noval Mandaka, Nur Aini.</p>
<p>Nur Aini, yang ditemui <em>endeh.id (31/7/19)</em> membenarkan bahwa Noval memang sosok pendiam. Selain itu, ia juga bukan <em>anak gaul </em>alias ia keluar rumah seperlunya saja.</p>
<p>“Iya, Noval itu anaknya pendiam. Anaknya ‘rumahan,’ ” kata Nur Aini <em>(31/7). </em></p>
<p>Jika tidak ada kegiatan di luar rumah, menurut Nur Aini, Noval memilih membantu orang tua di rumah dan di toko milik mereka.</p>
<p>Mengenai prestasi Noval dalam ekstra kurikuler Nur Aini menceritakan bahwa ekstra kurilkuler khususnya olahraga merupakan kegemaran Noval sejak kecil.</p>
<p>“Dia (Noval) itu hobi olahraga sekali. Memang dari kecil hobi olahraga, bola, karate,” kata Nur Aini.</p>
<p>Untuk sepak bola, Noval gemar bermain olahraga ini bersama temannya. Ia juga sempat bergabung dalam skuad <em>Sakunu Rana</em> <em>FC</em>, yang biasa mengikuti <em>Liga Pantai </em>di Ende.</p>
<p>Prestasi Noval dalam sepak bola yakni saat Muthmainnah menjuarai lomba futsal <em>Uniflor Cup 2018</em>. Nama Noval ada dalam skuad Muthmainnah yang menjurai turnamern tersebut.</p>
<p>Namun, prestasi Noval dalam sepak bola kalah mentereng dibandingkan prestasinya dalam olahraga Bela Diri, Inkai.</p>
<p>Prestasi Noval dalam olahraga ini bermula bahkan sejak ia masih berada di bangku Sekolah Dasar.</p>
<p>Cerita bermula saat masih di Taman Kanak-kanak, Noval sering diajak ayah mengantar kakaknya, Fabio latihan Inkai. Saat itu Noval belum ikut.</p>
<p>“Sering ikut antar kakak latihan, akhirnya Noval bilang ke bapaknya, ingin ikut juga.”</p>
<p>Nah, ketika menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD GMIT Ende IV, ayah Noval mendaftarkanya ikut latihan Bela Diri.</p>
<p>Sejak saat itu, olahraga Inkai digeluti Noval hingga saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.</p>
<p>Lama berkutat dalam dunia karate Inkai, kata Nur Aini, telah banyak prestasi diraih Noval dalam berbagai event. Saking banyaknya sampai-sampai Nur kesulitan untuk merincikannya.</p>
<p>Cerita Nur Aini tentang prestasi Noval ternyata dibenarkan oleh Evlin Ludji, pelatih Perguruan Inkai, Ranting Polres Ende, tempat Noval berlatih.</p>
<p>Evlin yang dihubungi <em>endeh.id </em>menjelaskan, Noval bergabung dengan tempat latihan binaannya tersebut sejak masih di Sekolah Dasar.</p>
<p>“Itu dia (Noval) masuk kelas 2 SD, pas tahun ajaran baru,” kata Evlin <em>(1/8).</em></p>
<p>Satu tahun berselang, tepatnya saat kelas 3 SD, Noval diikutkan bertanding dalam event <em>Inkai Prestasi </em>di Kupang.</p>
<p>“Waktu itu saya turunkan dia untuk pertama kali, di kelas <em>Kumite</em> (tarung). Dia dapat juara 3.”</p>
<p>Tahun berikutnya saat kelas 4 SD, Noval kembali diikutkan dalam turnamen Inkai di Manggarai Barat.</p>
<p>Kali ini dia diturunkan dalam dua kelas, <em>Kumite</em> dan <em>Kata</em> (jurus/ragam). Novel kembali meraih juara 3 di dua kelas tersebut.</p>
<p>Tahun-tahun berikutnya prestasi Noval di bidang ini makin cemerlang.</p>
<p>Tahun 2014, Noval telah mancapai <em>Sabuk Hitam.</em> Ia juga didaulat sebagai asisten pelatih di Perguruan.</p>
<p>“Tahun berikutnya lagi, sudah masuk tahun 2015, 2016, 2017, itu dia (Noval) sudah mulai juara 1, juara 2, juara 1, juara 2.”</p>
<p>Prestasi-prestasi yang Noval raih sejak 2015 hingga 2017 meliputi level kabupaten, propinsi, hingga luar negeri.</p>
<p>Misalnya pada 2017, Noval merupakan juara 1 dalam ajang <em>Frauntera Cup</em>, yang berlangsung di Timor Leste.</p>
<p>Bahkan, saat <em>Kejuaraan Nasional</em> tahun 2017 yang berlangsung di Jakarta, nama Noval Mandaka masuk 6 besar atlet terbaik.</p>
<p>Pada tahun ini, atau 2019, sebenarnya dia direncanakan dikirim mengikuti Olimpiade Siswa Nasional (O2SN). Namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena Noval terpilih menjadi Paskibraka Nasional.</p>
<p><strong>Proses Seleksi</strong></p>
<p>Lolosnya Noval menjadi Paskibraka Nasional dikonfirmasi oleh pihak SMA Islam Muthmainnah Ende. Untuk diketahui, Noval merupakan siswa kelas XI IPS, SMA Muthmainnah Ende.</p>
<p>Kepala Sekolah SMA Muthmainnah Ende, Lukman Pua Rangga, Spd, yang ditemui <em>endeh.id (31/7)</em> mengonfirmasi bahwa sekarang ini Noval telah berada di Jakarta mengikuti latihan.</p>
<p>Terkait proses Noval menjadi Paskibraka, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut dimulai sejak Noval berproses dalam ekstra kurikuler yang di terdapat di Muthmainnah.</p>
<p>Di sekolah Muthmainnah terdapat ekstra kurikuler yang diberi nama <em>Paskibra Sekolah. </em>Dan Noval, merupakan salah satu anggotanya.</p>
<p>“Mereka ini dilatih terus baris-berbaris dan dilaksanakan secara periodik,” kata Lukman.</p>
<p>Ekstra kurikuler ini dibentuk karena melihat potensi siswa dalam bidang tersebut. Hal itu dibuktikan dengan seringnya Muthmainnah menjuarai lomba <em>Deville</em> atau baris-berbaris di kabupaten Ende.</p>
<p>“Tahun 2017, 2016, 2015 tahun 2014, kami juara semua. Ada yang kami juara 1, ada yang juara 2.”</p>
<p>Noval yang tertarik, lalu memutuskan ikut dalam ekstra kurikuler tersebut dan giat berlatih.</p>
<p>Pada bulan Maret 2019, Muthmainnah menerima surat dari Dinas Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Ende untuk mengikuti seleksi Paskibraka 2019.</p>
<p>Menanggapi surat tersebut pihak sekolah melakukan seleksi intern atau antar-kelas.</p>
<p>Seleksi antar-kelas terpaksa dilakukan lantaran ekstra kurikuler <em>Paskibra Sekolah</em> membuat Muthmainnah memiliki banyak stok.</p>
<p>Noval lolos seleksi antar-kelas dan didaulat mewakili Muthmainnah.</p>
<p>Setelah itu dilakukan lagi seleksi antar-sekolah di tingkat kabupaten. Seleksi ini bukan lagi domain sekolah melainkan Dinas PPO Ende.</p>
<p>Proses seleksi di tingkat kabupaten dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Yeremias Bore, kepala Dinas PPO kabupaten Ende menjelaskan, perwakilan dari sekolah di seleksi dari tingkat kecamatan terdahulunya.</p>
<p>“Kalau dulu kan, asal ambil. Sekarang kita proses di kecamatan sudah harus diseleksi. Nanti ada utusan-utusan dari kecamatan,” kata Yeremias <em>(1/8).</em></p>
<p>Lebih dari seratus siswa ikut dalam seleksi ini untuk mendapatkan 72 orang Paskibra untuk tingkat kabupaten, 2 orang untuk tingkat propinsi, dan 1 orang untuk tingkat nasional.</p>
<p>Pada seleksi terakhir mencari perwakilan untuk nasional, terdapat 4 orang kandidat yang dinilai layak. Hal tersebut diungkapkan oleh Sersan Mayor Usman S. R, Bintara Pelatih Kodim 1602 Ende yang bertugas melatih Paskibra.</p>
<p>“Setelah itu disaring lagi, tinggal 2 orang, Noval dari SMA Islam Muthmainnah, dengan yang satu siswa dari Smansa (SMA Negri 1 Ende),” jelas Usman <em>(31/7).</em></p>
<p>Seleksi ini amat ketat sebab semuanya dinilai oleh para pelatih. Proses ini berlangsung selama satu minggu.</p>
<p>”Akhirnya, nilai yang bagus dari postur, ketahanan fisik, dan juga dari IQ (<em>Intelligence Quotient</em>) antara 2 orang, sehingga Noval yang kita sampaikan untuk perwakilan kabupaten Ende ke Jakarta.”</p>
<p>Noval kemudian diberangkatkan ke Kupang untuk mengikuti seleksi tingkat propinsi sebelum dinyatakan layak mewakili NTT.</p>
<p>Kata Kadis PPO, Yeremias Bore, keberangkatan Noval ke kupang didanai oleh Pemda sedangkan dari Kupang ke Jakarta, karena merupakan agenda nasional, maka dibiayai pemerintah pusat.</p>
<p>Keberangkatan Noval ke Jakarta menjadi Paskibraka Nasional, dengan sendirinya mengulang sejarah SMA Islam Muthmainnah pada 1975, yang pernah mengirim Paskibraka Nasional.</p>
<p>Untuk diketahui, pada 1975, siswa Muthmainnah atas nama Aksa Jamaludin pernah meraih prestasi yang sama.</p>
<p>Untuk kabupaten Ende sendiri, prestasi Noval tahun ini mengulang sejarah tahun 2008. Namun, pada tahun 2008 itu Paskibraka Nasional asal Ende yang mewakili NTT, dipulangkan karena alasan kesehatan.</p>
<p>Karenanya Sersan Mayor Usman S. R, sebagai pelatih Paskibra Ende 2019, mengingatkan bahwa belum saatnya untuk “bertepuk dada,” sebab Noval masih berproses di Jakarta.</p>
<p>Dirinya hanya berpesan kepada Noval agar berupaya sekuat tenaga, masuk ke dalam pasukan 8 atau pasukan 17. Pasukan bergengsi pengibar Sang Saka Merah Putih.</p>
<p><strong>Agustinus Rae</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/profil-noval-mandaka-paskibraka-nasional-2019-asal-ende/">Profil Noval Mandaka, Paskibraka Nasional 2019 Asal Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemda Akan Sediakan News Room Bagi Jurnalis</title>
		<link>https://endenews.com/pemda-akan-sediakan-news-room-bagi-jurnalis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:42:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=49</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Ende akan menyediakan News Room bagi para jurnalis yang melakukan peliputan terhadap kegiatan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pemda-akan-sediakan-news-room-bagi-jurnalis/">Pemda Akan Sediakan News Room Bagi Jurnalis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pemerintah Kabupaten Ende akan menyediakan <em>News Room</em> bagi para jurnalis yang melakukan peliputan terhadap kegiatan pemerintah</strong>.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Bupati Ende, Djafar Ahmad dalam pertemuan dengan para jurnalis, bertempat di <em>Raba Beach (Minggu, 5/8/19).</em></p>
<p>Rencananya, News Room bagi para jurnalis akan menggunakan salah satu ruangan di Kantor Bupati Ende. Tidak hanya berjanji, Djafar juga langsung menanyakan kesiapan kepada  Kabag Humas, Gabriel Dala yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.</p>
<p>Jika terealisasi maka keberadaan News Room tersebut merupakan peristiwa bersejarah bagi kedua belah pihak,  baik Pemda Ende maupun para jurnalis.</p>
<p>Menurut Djafar, adanya dukungan terhadap kerja jurnalis merupakan hal penting mengingat peran sentral pers dalam pembangunan.</p>
<p>Tak hanya News Room, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekda Agustinus Ngasu, Asisten II Nyo Cosmas, Kadis PU Fransiskus Lewang, serta unsur OPD lainnya itu, disepakati juga beberapa poin penting guna menguatkan kerjasama antara kedua belah pihak.</p>
<p><em>Pertama</em>, Pemda Ende berencana menyiapkan fasilitas guna memudahkan awak media melakukan peliputan.</p>
<p><em>Kedua</em>, menguatkan kerjasama dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Khusus untuk hal ini, Pemda Ende akan memberikan akses kepada pers seluas-luasnya.</p>
<p>Hal tersebut menjadi poin yang amat penting dalam pertemuan mengingat kendala yang dialami para jurnalis selama ini. Misalnya, adanya beberapa Dinas yang enggan diwawancarai.</p>
<p>Disaksikan <em>endeh.id</em>, Djafar Ahmad terlihat kaget mendengar hal tersebut. Dirinya pun berjanji, ke depan hal semacam itu tidak terjadi lagi.</p>
<p>Kesepakan terakhir dalam pertemuan tersebut adalah Pemda Ende dan para jurnalis akan melaksanakan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali.</p>
<p>Menutup momen pertemuan, Djafar Ahmad mengucapkan terimakasihnya sebab pertemuan yang diinisiasi Pemda tersebut, dihadiri seluruh wartawan se kabupaten Ende.</p>
<p>Djafar mengaku telah lama menginginkan adanya pertemuan dengan seluruh insan pers namun karena kesibukan, dirinya baru dapat merealisasikannya.</p>
<p>&#8220;Sudah lama saya merindukan pertemuan dengan seluruh dengan wartawan seperti ini. Namun karena kesibukan kita baru bertemu pada hari ini,&#8221; kata Djafar.</p>
<p>Dirinya juga apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini konsisten memberikan informasi dan menjadi mitra kritis bagi Pemda.</p>
<p><strong>Rian Laka</strong></p>
<p><strong><em>Editor,</em> Agustinus Rae</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pemda-akan-sediakan-news-room-bagi-jurnalis/">Pemda Akan Sediakan News Room Bagi Jurnalis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam 2 Hari, Djafar Lantik 5 Penjabat Kepala Desa Persiapan</title>
		<link>https://endenews.com/dalam-2-hari-djafar-lantik-5-penjabat-kepala-desa-persiapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 18:40:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Djafar Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kelimutupos.com/?p=46</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam 2 hari terakhir, Senin dan Selasa, (6-7/8/2019), Plt. Bupati Ende, Djafar Ahmad melantik 5...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dalam-2-hari-djafar-lantik-5-penjabat-kepala-desa-persiapan/">Dalam 2 Hari, Djafar Lantik 5 Penjabat Kepala Desa Persiapan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dalam 2 hari terakhir, Senin dan Selasa, (6-7/8/2019), Plt. Bupati Ende, Djafar Ahmad melantik 5 orang sebagai Penjabat Kepala Desa Persiapan</strong>.</p>
<p>Pada hari Senin <em>(6/8)</em> Djafar melantik Penjabat Desa  Persiapan Kota Baru Tengah dan Mautenda Selatan. Lalu, pada Selasa <em>(7/8)</em>, Djafar melantik Penjabat Desa Persiapan Woloara Barat, Waga, dan Mbuli Waragheta.</p>
<p>Acara pelantikan diawali dengan penyerahan Surat Keputusan Tentang Desa Persiapan dari pemerintah daerah kepada panitia Persiapan Desa setempat.</p>
<p>Setelah itu, dilakukan proses pelantikan Penjabat Desa Persiapan. Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ende Tentang Pengangkatan Kepala Desa Persiapan.</p>
<p>Dalam sambutan setelah acara pelantikan, Djafar menekankan bahwa peresmian Desa Persiapan merupakan wujud tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, percepatan pembangunan akan semakin signifikan karena kian dekat dengan warga, atau tidak lagi bergantung kepada Desa Induk.</p>
<p>“Peristiwa peresmian Desa Persiapan ini, tentu menjawab kerinduan masyarakat agar berbagai pelayanan yang selama ini dilaksanakan di Desa Induk dapat dilaksanakan di Desa setempat,” ucap Djafar.</p>
<p>Dirinya mengharapkan, setelah peresmian dan pelantikan Penjabat Desa, masyarakat setempat mulai menata Desanya masing-masing.</p>
<p>Aspek penataan ini, ditekankan Djafar meliputi beberapa hal yang harus dipersiapkan.</p>
<p>“Pertama, Penjabat Kepala Desa siapkan batas wilayahnya,” jelas Djafar.</p>
<p>Aspek penting kedua, adalah pengelolaan anggaran yang akan diterima setiap Desa Persiapan dari Desa Induk.</p>
<p>Terkait pengelolaan anggaran ini, Djafar meminta kepada Penjabat Desa Persiapan agar pengolaan anggaran dilakukan secara profesioanal dan tepat guna.</p>
<p>Pengelolaan anggaran dilakukan dengan memetakan terlebih dahulu potensi yang ada di setiap Desa. Hal ini menurut Djafar agar pembangunan di Desa  sesuai dengan potensi dan karater Desa itu sendiri.</p>
<p>Saat melantik Penjabat Desa Persiapan Woloara Barat misalnya, Djafar mengharapkan Desa yang merupakan bagian dari wilayah Penyangga Danau Kelimutu itu, menyiapkan penyewaan kuda kepada para turis.</p>
<p>“Jadi (warga) di sini siapkan kudanya. Di sini terkenal dengan turis ke Danau Kelimutu pakai kuda.”</p>
<p>Dengan langkah-langkap kreatif seperti itu maka di satu sisi Desa akan berkembang sesuai potensi dan di lain sisi akan menambah pendapatan masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Langkah-langkah kreatif amat dibutuhkan mengingat fungsi pendekatan pelayanan yang melekat di dalam pembentukan sebuah Desa.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh pimpinan DPRD Ende, Erick Rede, ketika mengikuti proses Pelantikan untuk Desa Persiapan Woloara Barat.</p>
<p>Erick juga mengingatkan kepada struktur di Desa agar bekerja secara optimal dan serius mengurus Desa.</p>
<p>Menurut Erick, sering terjadi masyarakat hanya semangat diawal namun <em>melempem</em> ketika telah menjadi Desa Defenitif.</p>
<p>“Jangan nanti kalau sudah Defenitif, kita ke Kantor kosong, tidak ada orang,” kata Erick <em>(7/8)</em>.</p>
<p><strong>Cerita Pembentukan Desa Persiapan</strong></p>
<p>Proses hingga ke tahap pembentukan Desa Persiapan bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Anggota DPRD Ende, Eman Sala yang hadir dalam Pelantikan Penjabat Kepala Desa Persiapan Waga, menceritakan, butuh sekitar 4 tahun hingga tiba ke tahap ini.</p>
<p>Cerita Eman, pada awal masa kepemimpinan Marsel-Djafar periode pertama, Eman bersama para tokoh masyarakat Wada dan Pora menemui pimpinan daerah.</p>
<p>Ketika itu permintaan pembentukan Desa disampaikan kepada Djafar selaku wakil bupati.</p>
<p>Permintaan mereka tak langsung disetujui karena mesti melihat kesiapan desa yang akan dibentuk disesuaikan dengan aturan yang berlaku.</p>
<p>Setelah itu anggota DPRD yang sedikit lagi akan berakhir masa jabatannya ini, selalu mengikuti jalan proses dan mengingatkan pemerintah.</p>
<p>Bahkan, Eman mengaku sempat melakukan interupsi kepada Marsel saat sidang di DPRD, tepatnya sebelum Marsel berangkat ke Kupang mengikuti pelantikan untuk peride kedua.</p>
<p>Namun, Pemda saat itu tak dapat berbuat banyak. Menurut Kadis BPMD, Anis Laka, saat itu tengah terjadi pergantian di tingkat propinsi, maka proses pengajuan Desa Persiapan terpaksa ditunda.</p>
<p>Baru pada awal kepemimpinan Marsel-Djafar periode kedua pengajuan dapat terealisasi.</p>
<p>Karena itulah, Eman mengharapkan pembentukan Desa Persiapan dioptimalkan sebaik mungkin mengingat perjuangan yang cukup pelik hingga tiba di tahap ini.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Yohana Bedhi, Penjabat Kades Persiapan Waga, mengatakan siap melaksanakan tugas.</p>
<p>Diwawancarai <em>endeh.id</em>, Yohana menuturkan, selama satu tahun sebagai Penjabat Kades Persiapan, dirinya akan bekerja optimal hingga Waga menjadi Desa Definitif.</p>
<p>Untuk diketahui, Pembentukan Desa Persiapan yang dilaksanakan di 5 Desa tersebut merupakan bagian dari 9 Desa yang direncanakan.</p>
<p>Pemerintah daerah masih menyisahkan 4 Desa Persiapan lainnya untuk diserahkan Surat Keputusan dan dilantik.</p>
<p>Menurut Asisten I Pemda Ende, Cornelis Wara, proses untuk 4 Desa akan dilaksanakan secepatnya. Sebab, mulai tanggal 8 Agustus, agenda Pemda Ende dipusatkan pada penyelenggaraan Sepekan Pesta Danau Kelimutu.</p>
<p><em><strong>Agustinus Rae</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dalam-2-hari-djafar-lantik-5-penjabat-kepala-desa-persiapan/">Dalam 2 Hari, Djafar Lantik 5 Penjabat Kepala Desa Persiapan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
