<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andreas Hugo Parera AHP &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/andreas-hugo-parera-ahp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Oct 2023 16:03:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Andreas Hugo Parera AHP &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</title>
		<link>https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 15:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Legislator Andreas Hugo Parera, akrab disapa AHP, menceritakan pengalaman unik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/">AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Legislator Andreas Hugo Parera, akrab disapa AHP, menceritakan pengalaman unik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala mengujungi Ende. Pengalaman itu, kata AHP, paling sering ia dengar kalau Megawati menceritakan Ende.</p>
<p>Pengalaman unik Megawati kala mengunjungi Ende diceritakan kembali oleh AHP saat acara gunting pita pembukaan kantor baru DPC PDI Perjuangan Ende, Senin 16 Oktober 2023.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/kantor-baru-dpc-pdi-perjuangan-ende-diresmikan/">Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende Diresmikan</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Kata AHP, pengalaman unik Megawati kala mengunjungi Kota Ende terjadi pada tahun 80-an, saat posisi Megawati masih sebagai anggota DPR RI alias legislator.</p>
<p>“Saya ingat apa yang selalu disampaikan oleh ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri), bahwa tahun-tahun 80-an, ketika beliau masih menjadi anggota DPR waktu itu, beliau sering bercerita kalau beliau ke Ende,” cerita Andreas Hugo Parera, membuka sambutannya (16/10).</p>
<p>Ketika berada di Ende Megawati sering menginap di Susteran, kala itu Uskup Agung Ende masih dijabat mendiang Mgr Donatus Djagom.</p>
<p>Ketika menginap di Susteran suatu peristiwa unik dialami oleh Megawati. Ia melihat beberapa orang pria berdiri di luar di sekitar kamarnya, seperti sedang berjaga.</p>
<p>Peristiwa seperti itu tak cuma sekali tetapi terjadi berkali-kali. Setiap dia nginap, pasti ada beberapa pria yang <em>standby</em> menjaganya di sekitar kamar.</p>
<p>“Beliau sering bercerita bahwa ketika beliau di Ende, beliau selalu menginap di Susteran, waktu itu (Uskup Agung Ende) masih Mgr Donatus Djagom. Dan seringkali ketika beliau menginap, dia lihat ada orang di luar yang siap (jaga), di luar terus di sekitar tempat beliau menginap”.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Pria yang selalu menjaga Megawati ketika nginap di Susteran, sambungnya, terdiri dari beberapa orang berperawakan orangtua dan anak-anak muda. Yang orangtua biasanya mengenakan pakaian adat, sementara anak muda pakaiannya bebas saja.</p>
<p>Megawati keheranan lalu memutuskan bertanya. Dan, jawaban yang ia dapat nampaknya cukup mengejutkan.</p>
<p>“Kemudian beliau tanya, ini siapa mereka ini, kenapa mereka ada di sini,” lanjutnya. “Ternyata itu teman-teman dari pemuda katolik dan juga para <em>mosalaki</em> (pemangku adat-<em>red</em>) yang diperintahkan oleh bapak Mgr Uskup Donatus Djagom menjaga ibu Mega”.</p>
<p>Pengalaman unik itu menjadi peristiwa yang paling sering diceritakan oleh Megawati tentang kunjungannya di Ende. Dan karena itu juga, kata AHP, acara-acara di PDI Perjuangan Ende ditekankan agar melibatkan para tokoh agama dan tokoh adat. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ahp-cerita-pengalaman-unik-megawati-kala-kunjungi-ende/">AHP Cerita Pengalaman Unik Megawati Kala Kunjungi Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende Diresmikan</title>
		<link>https://endenews.com/kantor-baru-dpc-pdi-perjuangan-ende-diresmikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 13:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Fransikus Taso]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende diresmikan oleh ketua umum Megawati Soekarnoputri. Kantor DPC PDI...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kantor-baru-dpc-pdi-perjuangan-ende-diresmikan/">Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende Diresmikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende diresmikan oleh ketua umum Megawati Soekarnoputri. Kantor DPC PDI Perjuangan diresmikan Megawati secara online bersama 26 kantor DPC PDIP lainnya di seluruh Indonesia, Senin, 16 Oktober 2023.</p>
<p>Khusus acara peresmian di Ende, DPP PDI Perjuangan mengutus legislator Andreas Hugo Parera atau akrab disingkat AHP, hadir langsung menggunting pita penanda kantor mulai beroperasi.</p>
<p>Acara peresmian di Ende dihadiri oleh seluruh pengurus DPC dan PAC PDIP Ende, tokoh agama, serta tokoh adat. Hadir pula dalam acara tersebut, anggota DPRD Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus sebagai perwakilan DPW PDIP NTT.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Legislator AHP, dalam acara tersebut mengatakan, pembangunan kantor partai di seluruh Indonesia merupakan program pengurus DPP PDIP periode saat ini. PDI Perjuangan, kata dia, menginginkan kehadiran partai mesti ditunjukkan dengan eksistensi kantor-kantor partai di seluruh Indonesia.</p>
<p>Kantor partai dibangun sebagai aset yang dapat digunakan bersama antara pengurus PDIP dan masyarakat. Karena itulah AHP mengistilahkan kantor DPC PDI Perjuangan Ende sebagai kantor bersama rakyat.</p>
<p>“Kantor partai ini dibangun bukan hanya untuk kader-kader partai, tapi kantor partai dibangun untuk rakyat datang dan berkumpul, dimana kita bersama-sama menggunakan kantor ini untuk kepentingan rakyat,” kata Andreas Hugo Parera (16/10/23).</p>
<p>“Itu prinsip daripada kantor partai. Kantor partai itu adalah kantor bersama rakyat,” ucapnya lagi.</p>
<p>Pembangunan kantor PDIP Ende dibuat megah dilengkapi aksesoris dan furniture untuk menguatkan aspek kesejarahan. Kantor ini dibangun dua lantai memadukan interior modern dan nuansa kesejarahan melalui gambar-gambar perjuangan Bung Karno.</p>
<p>Nuansa kesejarahan di kantor PDIP Ende, kata AHP, memang sengaja dikesankan untuk menguatkan sejarah pembuangan Bung Karno di Ende.</p>
<p>“Memang di NTT ini baru pertama kantor partai yang lumayan bagus, karena memang kita punya sejarah” tutur AHP. “Terutama dengan kehadiran bung karno di tahun 30-an ketika beliau dibuang di Kota Ende, sehingga salah satu simbolisasi yang perlu kita perjuangankan adalah, <em>ya </em>dengankehadiran kantor yang representatif di kota Ende ini,” sambungnya.</p>
<p>AHP sendiri merupakan inisiator sekaligus pelaku utama pembangunan kantor baru PDIP Ende. Penuturan ketua DPC PDIP Ende, Fransiskus Taso, keterlibatan legislator AHP tidak saja menginisiasi melainkan mencari lahan hingga memantau perkembangan pembangunan sampai selesai.</p>
<p>“Beliau (AHP) yang urus dari pertama sampai terakhir, sampai hari ini,” kata Fransiskus Taso. “Jadi saya, sekali lagi, mengucapkan terimakasih kepada <em>pak</em> Andreas Hugo Parera”.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/4-kali-beraksi-seorang-remaja-di-ende-curi-uang-hp-hingga-sarung/">4 Kali beraksi, Seorang Remaja di Ende Curi Uang, Hp, Hingga Sarung</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Di tempat sama, Bupati Ende Djafar Achmad, mengapresiasi kolaborasi antara DPP PDIP dan pengurus cabang berhasil membangun kantor yang menjadi kebanggaan bersama.</p>
<p>Bupati, yang juga menjabat sebagai dewan pertimbangan DPC PDIP Ende ini, menuturkan, misi menjadikan kantor tersebut sebagai rumah rakyat merupakan tujuan yang mesti diwujudkan oleh seluruh kader PDI Perjuangan di Ende.</p>
<p>Kantor PDIP Ende diharapkan menjadi kantor bersama antara kader dan masyarakat dari berbagai elemen untuk memperjuangkan aspirasi.</p>
<p>Selaku kepala daerah, aku Djafar, dirinya akan membuka diri bagi aspirasi-aspirasi dari kantor PDIP Ende.</p>
<p>“Siapa pun, petani, nelayan, kita terima di sini aspirasinya,” tutur Djafar Achmad. “Sehingga aspirasi sampai ke bupati melalui baju merah, ini yang perlu saya tekankan,” tutupnya.<strong> (ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kantor-baru-dpc-pdi-perjuangan-ende-diresmikan/">Kantor Baru DPC PDI Perjuangan Ende Diresmikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</title>
		<link>https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 03:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Cerelina Judisari]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar Film Kadet 1947 di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Celerina Judisari, produser film Kadet 1947, menghadiri Nonton Bareng alias Nobar film Kadet 1947 di...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Celerina Judisari, produser film <em>Kadet 1947</em>, menghadiri Nonton Bareng alias Nobar film <em>Kadet 1947</em> di Ende, Kamis, 12 Oktober 2023.</p>
<p>Film <em>Kadet 1947</em> sendiri merupakan film yang dirilis tahun 2021. Film ini mengisahkan perjuangan tujuh orang kadet atau siswa Angkatan Udara yang dengan kenekatan mereka menyerbu markas Belanda.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Nobar film Kadet 1947 digelar di aula Garuda, Kantor Bupati Ende, diadakan oleh legislator Andreas Hugo Parera atau akrab disapa AHP, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ende.</p>
<p>Celerina, datang ke Ende mengikuti acara Nobar memenuhi undangan AHP dan panitia penyelenggara. Usai Nobar, Celerina yang diwawancara media ini, mengatakan, film yang diproduserinya itu merupakan kisah perjuangan remaja zaman dahulu yang dibahasakan sesuai konteks sehingga dapat diterima oleh remaja hari ini.</p>
<p>Beberapa film mengisahkan perjuangan juga dibuatnya, namun Kadet 1947, kata Cerelina, dirasanya lebih mengena bagi para remaja masa kini. Gaya membahasakan, alur cerita, lengkap dengan bumbu percintaan, membuat para remaja akan betah menyaksikan Kadet 1947. Kendatipun sebenarnya mengisahkan peristiwa serius yang terinspirasi kisah nyata.</p>
<p>“Kita memang membuat film yang bisa berbahasa sama. Jadi film perjuangan tapi bisa diterima (anak-anak muda), tadi <em>kan</em> anak-anak duduk manis <em>ya</em>, mereka nggak keluar, karena memang bahasanya sama,” kata Celerina Judisari (12/10).</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/4-kali-beraksi-seorang-remaja-di-ende-curi-uang-hp-hingga-sarung/">4 Kali beraksi, Seorang Remaja di Ende Curi Uang, Hp, Hingga Sarung</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Kesesuaian antara alur cerita Kadet 1947 dan minat para remaja, sambungnya, diketahui melalui suatu riset yang dilakukan sebelum pembuatan film. Riset dilakukan untuk memahami keinginan para remaja sehingga betah menyaksikan Kadet 1947 dari awal hingga akhir.</p>
<p>Pemaknaan film pun mudah ditangkap sebab para tokoh di dalam film adalah remaja, kata Celerina. Yang membedakan hanyalah waktu dan tanggung jawab masing-masing generasi.</p>
<p>“Jadi ini bisa nyambung di sesama remaja, cuma beda di waktu. Perjuangannya sudah berbeda, dulu fisik mempertahankan Indonesia, kalau sekarang perjuangannya mengisi kemerdekaan,” tuturnya.</p>
<p>Kisah perjuangan kemerdekaan, aku Celerina, memang sesuatu yang kurang popular di dunia perfilman akhir-akhir ini. Celerina tak memungkiri sisi komersil di dunia perfilman yang memaksa industri perfilman mengikuti trend permintaan penonton.</p>
<p>Namun bagi dia, memori-memori bangsa yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme juga mesti mendapat porsi di dunia perfilman. Sebab, memori bangsa dalam visualisasi suatu film lebih mampu mengungkap suatu peristiwa lengkap dengan pemaknaan.</p>
<p>“Harus ada yang begitu <em>ya</em>, kayaknya. Dan memang dalam satu waktu atau periode harus ada yang mengeluarkan film-film seperti ini, walaupun mungkin <em>nggak </em>popular buat orang-orang, tapi pada saat mereka menyaksikan, mereka balik lagi ke diri masing-masing, saya sudah melakukan apa buat bangsa, buat daerah misalnya,”ucap Celerina.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Di tempat sama, legislator Andreas Hugo Parera, mengatakan, Nobar film Kadet 1947 memiliki beberapa alasan sehingga diadakan di Ende. Ende, kata AHP, merupakan kota bersejarah tempat pembuangan bung Karno sehingga nuansa kesejarahan lebih terasa.</p>
<p>Sementara dari sisi perfilman, sambungnya, Ende merupakan tempat dimana film <em>Ria Rago</em> dibuat pada 1923, itu berarti film <em>Ria Rago</em> mendahului film <em>Loetoeng Kasaroeng</em> (1926) yang diclaim pemerintah sebagai film pertama Indonesia. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</title>
		<link>https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 03:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Hugo Parera AHP]]></category>
		<category><![CDATA[Celerina Judisari]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar Film Kadet 1947 di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nonton bareng alias Nobar film Kadet 1947 di Ende berlangsung seru dan penuh makna. Demi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nonton bareng alias Nobar film <em>Kadet 1947</em> di Ende berlangsung seru dan penuh makna. Demi acara ini legislator Andreas Hugo Parera alias AHP sampai mendatangkan produser film tersebut, Celerina Judisari ke Ende.</p>
<p>Nobar film <em>Kadet 1947</em> yang berlangsung di aula Garuda, Kantor Bupati Ende, Kamis (12/10/23), merupakan inisiasi legislator AHP dan Pemerintah Kabupaten Ende.  Nobar turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi NTT Emanuel Kolfidus, Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso, serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).</p>
<p>Nobar film Kadet 1947 sendiri melibatkan para remaja mulai dari mahasiswa hingga komunitas-komunitas remaja yang ada di Ende. Demi kesuksesan acara, tak tanggung-tanggung legislator AHP mendatangkan sang produser Celerina Judisari dalam acara.</p>
<p><strong>BACA JUGA </strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/ikut-nobar-di-ende-ini-kata-celerina-judisari-produser-film-kadet-1947/">Ikut Nobar di Ende, Ini Kata Celerina Judisari, Produser Film “Kadet 1947”</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Mengenai acara tersebut, legislator Andreas Hugo Parera (AHP), mengatakan, di era modern sekarang ini film merupakan salah satu kampanye nasionalisme yang paling efektif. Visualisasi film mampu menyimpan memori di pikiran setiap orang dan berpengaruh terhadap perilaku sehingga pembentukan trend dapat terjadi.</p>
<p>Ia mencontohkan fenomena <em>Korean Style</em> yang membudaya di kalangan remaja Indonesia akhir-akhir ini. Hal itu, kata AHP, disebabkan visualisasi film memasuki alam pikiran dan mempengaruhi perilaku setiap orang sehingga terbentuk trend.</p>
<p>“Orang yang nonton film akan masuk di otaknya dan mempengaruhi perilakunya. Kita lihat sekarang, adik-adik dan banyak orang tergila-gila dengan Drakor (Drama Korea), akhirnya semua menjadi Korea, lupa Indonesia,” ucap Andreas Hugo Parera (12/10).</p>
<p>Karena itu kampanye nasionalisme harus memasuki dunia perfilman sebab film dapat menggambarkan secara lebih utuh sejarah perjuangan bangsa lengkap dengan pemaknaan.</p>
<p>Nobar film Kadet 1947 di Ende memiliki beberapa alasan, kata AHP. Ende merupakan kota bersejarah tempat pembuangan bung Karno dan dari sisi perfilman Ende merupakan tempat film Ria Rago dibuat pada 1923. Film <em>Ria Rago</em> mendahului film <em>Loetoeng Kasaroeng</em> (1926) yang diclaim pemerintah sebagai film pertama Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Di tempat sama, produser film Kadet 1947, Celerina Judisari mengatakan bahwa tujuan pembuatan film memang ditujukan untuk mengingatkan generasi hari ini terhadap perjuangan bangsanya. Para remaja, melalui film ini, akan disadarkan bahwa segala kenyamanan yang diterima hari ini merupakan hasil perjuangan para remaja pada zaman dahulu.</p>
<p>Meskipun menceritakan perjuangan para remaja zaman dahulu, film ini menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh generasi hari ini. Hal itu, kata Celerina, merupakan hasil riset yang dilakukan sebelum pembuatan film agar alur cerita Kadet 1947 muda diterima para remaja.</p>
<p>“Jadi kita juga melihat <em>lah</em>, anak-anak muda sekarang juga harus diingatkan bahwa dengan segala kenyamanan yang mereka terima saat ini, sebetulnya dulu itu ada perjuangan anak-anak muda dengan usia yang sama,” kata Celerina Judisari.</p>
<p>“Kita memang membuat film yang bisa berbahasa sama. Jadi film perjuangan tapi bisa diterima (anak-anak muda), tadi <em>kan</em> anak-anak duduk manis <em>ya</em>, mereka nggak keluar, karena memang bahasanya sama,” sambungnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/lomba-bhakti-hingga-literasi-semarak-peringatan-hkgb-di-polres-ende/">Lomba, Bhakti, Hingga Literasi, Semarak Peringatan HKGB di Polres Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Para remaja mengaku senang dan merasa terinspirasi oleh perjuangan yang dikisahkan dalam film. Marselina Jenitris Uta, mahasiswa Uniflor yang ikut Nobar mengatakan, dia amat terharu atas pengorbanan para pemuda di zaman perjuangan.</p>
<p>“Saya, setelah nonton film ini, saya punya perasaan terharu lihat pengorbanan anak-anak muda dulu berjuang rebut kemerdekaan,” ucapnya.</p>
<p>Sambung Marselina, film Kadet 1947 seolah membuatnya sadar atas perbedaan yang amat nampak antara pemuda zaman kemerdekaan dan generasinya hari ini. Perbedaan itu amat nampak dalam sisi tekad dan nasionalisme, kata dia.</p>
<p>“Sekarang berbeda jauh dengan zaman dulu. Bedanya zaman dulu para pemuda sangat bertekad, nasionalisme mereka kuat sekali. Kalau anak muda sekarang tekadnya tidak seperti dulu, seperti asyik dengan diri sendiri begitu,” ucapnya lagi.</p>
<p>Senada dengan Marselina, penonton lain, Yohana Genggu Gedhe Juma juga menyadari hal yang sama setelah menonton Kadet 1947. Menurutnya, para pemuda dahulu mampu memberikan segalanya bagi bangsa, sesuatu yang tidak ditemukannya lagi pada generasi hari ini.</p>
<p>Acara Nobar film Kadet 1947 diakhiri pemberian quiz menarik kepada para penonton. Suasana akrab dan gelak tawa mewarnai sesi ini.  <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/serunya-nobar-film-kadet-1947-di-ende-ahp-sampai-datangkan-produsernya/">Serunya Nobar Film “Kadet 1947” di Ende, AHP Sampai Datangkan Produsernya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
