Bagi para pengangkut sampah disediakan 9 unit mobil untuk berkeliling dan mengangkut sampah di seluruh wilayah kota Ende. Dari 9 unit mobil tersebut ada 5 unit tergolong sudah tua alias sering mogok.
Para pengangkut sampah ini bekerja sesuai jadwal yang ditetapkan oleh DLH Ende dan untuk setiap wilayah berbeda-beda waktu pengangkutan sampah.
BACA JUGA
Beberapa sumber menyebut, persoalan utama masalah sampah di kota Ende ialah faktor sosialisasi jadwal pengangkutan sampah dan minimnya Tempat Penitipan Sampah atau TPS.
Untuk wilayah kelurahan Onekore, kota Ende misalnya, DLH Ende menetapkan jadwal pengangkutan sampah pada setiap hari Senin dan Rabu mulai pagi hari hingga pukul 10.00 Wita. Jadwal tersebut ternyata tidak diketahui oleh warga di wilayah tersebut.
Piter, salah satu warga kelurahan Onekore, mengatakan baru tahu jadwal pengangkutan sampah ketika diwawancarai media ini. Hal serupa juga terjadi di wilayah-wilayah lain.
Minimnya sosialisasi mengenai jadwal pengangkutan menyebabkan sampah sering berserakan di sekitar TPS atau di pinggir-pinggir jalan. Ketidak-tahuan atas jadwal menyebabkan warga membuang sampah diluar jadwal pengangkutan sehingga sampah terlalu lama berada di jalanan atau di sekitar Tempat Penitipan Sampah.
BACA JUGA
DLH Ende coba mengatasi persoalan tersebut dengan mengajak kerjasama pihak kecamatan dan kelurahan membantu melakukan sosialisasi. Namun kerjasama sosialisasi jarang mendapatkan keseriusan sebab persoalan sampah atau program Ende Bersih tidak menjadi perhatian oleh pemerintah sebelumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






