<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aries Dwi Lestari &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/aries-dwi-lestari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Sep 2021 08:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Aries Dwi Lestari &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</title>
		<link>https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 12:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Covid Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende akhirnya menepis kabar bohong atau &#8220;hoax&#8221; terkait pihak Rumah...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/">RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende akhirnya menepis kabar bohong atau &#8220;hoax&#8221; terkait pihak Rumah Sakit meng-Covid-kan pasien. Selain membantah, pihak RSUD Ende juga mempertanyakan pendasaran hoax yang dirasa tidak masuk akal.</p>
<p>Selama ini beredar hoax RSUD Ende meng-Covid-kan pasien. Hoax tersebut telah menyebabkan fatalitas dimana menurunnya kepercayaan masyarakat atas perawatan medis. Akibatnya, sekarang ini, mayoritas pasien terpapar Covid-19 diantar ke RSUD Ende dalam kondisi kritis.</p>
<p>Menurut direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari (27/07/21), fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, sering sekali pasien terlambat mendapat pertolongan medis akibat dibawa dalam kondisi kritis.</p>
<p>“Trend sekarang, pasien itu cenderung takut masuk Rumah Sakit, karena dengan hoax-hoax yang beredar bahwa terjadi meng-Covid-kan (pasien). Akhirnya, Isolasi Mandiri di rumah sudah satu minggu, sudah sesak sekali, baru dibawa ke Rumah Sakit,” kata dokter Aries Dwi Lestari (27/07)</p>
<p>“Ya jelas, besoknya, walaupun dengan sekuat tenaga atau dengan oksigen yang maksimal, kita gagal (menyelamatkan pasien),” sambungnya.</p>
<p>Disampaikan dalam diskusi mingguan Ende News bertema, <span style="background-color: #ffffff; color: #000000;"><em><strong><a style="background-color: #ffffff; color: #000000;" href="https://www.youtube.com/watch?v=gV8VVdWyqdg&amp;t=2651s" target="_blank" rel="noopener">Kontroversi Selama Pandemi</a></strong></em></span>, beredar hoax di masyarakat bahwa RSUD Ende meng-Covid-kan pasien karena alasan dana. Dirinya pun mempertanyakan hal tersebut.</p>
<p>“Jadi kalau meng-Covid-kan (pasien), saya dengar <em>kan</em> karena dana. Dana yang mana sebenarnya dimaksud?”</p>
<p>Mengenai dana, dijelaskannya, Pemerintah Pusat memang menyediakan <em>claim</em> atau pengembalian biaya perawatan pasien Covid. Namun, dana tersebut belum pernah diterima oleh RSUD Ende hingga saat ini. RSUD Ende bersama beberapa rumah sakit lain bahkan belum menerimanya sejak awal pandemi.</p>
<p>“Dari tahun 2020, awal Covid sampai sekarang claimnya tidak bisa keluar”. Kata dokter Aries, proses verifikasi yang amat panjang merupakan penyebab utama lambatnya pencairan. Pencairan claim atas pasien Covid mesti melalui verifikasi Pemerintah Pusat yang cukup panjang.</p>
<p>Hal itu berbanding terbalik dengan claim atas pasien non Covid. Claim atas pasien non Covid ditangani langsung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tanpa melalui verifikasi Pemerintah Pusat, karena itu selalu tepat waktu.</p>
<p>Oleh sebab itu, jika alasan dana menjadi pendasaran hoax maka dirinya merasa aneh dan tidak masuk akal.</p>
<p>Dirinya berharap, masyarakat Kabupaten Ende tidak termakan hoax dan mempercayakan penanganan Covid-19 pada para medis. Ia juga meminta masyarakat membantu Satgas saling memberikan pemahaman. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/">RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</title>
		<link>https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2021 10:22:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19 di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Covid-19 di Ende Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dua orang pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende meninggal dunia (24/06/2021). Keduanya...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/">Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende meninggal dunia (24/06/2021). Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis sebelum menghembuskan nafas terakhir.</p>
<p>Pasien pertama merupakan perempuan berusia 64 tahun. Pasien mulai menjalani perawatan di RSUD Ende pada hari ini sekitar pukul 05.00 Wita.</p>
<p>Menurut direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien telah menjalani Swab Antigen sebelum mendapatkan pertolongan medis. Hasil Swab Antigen terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19.</p>
<p>“Pasien masuk jam 05.00 Wita dengan penurunan kesadaran. Swab Antigennya positif Covid-19,” kata Aries Dwi Lestari (24/06). Lanjutnya, Swab Antigen sudah dapat menyatakan seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 sebab Kabupaten Ende termasuk dalam daerah dengan kriteria C.</p>
<p>Pasien kemudian mendapat penanganan medis setelah itu. Namun, penanganan tak mampu menyelamatkan nyawa pasien. Pasien dinyatakan meninggal pada pukul 09.25 Wita.</p>
<p>Selanjutnya pasien kedua meninggal pada sore hari. Jelas Aries Dwi Lestari, pasien adalah seorang pria berusia 68 tahun.</p>
<p>Pasien merupakan rujukan dari Kabupaten Nagekeo yang mulai menjalani perawatan di RSUD Ende sejak tanggal 21 Juni 2021. Pasien dinyatakan meninggal pada sore ini (24/06), pukul 14.46 Wita.</p>
<p>Mengenai proses pemakaman terhadap pasien, jelas Aries Dwi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Nagekeo guna pemulangan jenazah.</p>
<p>“Pemulasaran dilakukan oleh RSUD Ende, sedangkan pemulangan dan pemakaman ditangani oleh Satgas Nagekeo”.</p>
<p>Untuk diketahui, hingga hari ini korban meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Ende tercatat mencapai 18 orang. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/">Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</title>
		<link>https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 11:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19 di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Ende meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. PW, Lansia...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/">Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Ende meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. PW, Lansia berumur 73 tahun meninggal dunia pada Senin (01/02/21).</p>
<p>Sebelum meninggal dunia PW sempat mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Penuturan Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien menjalani perawatan sejak tanggal 18 Januari.</p>
<p>Dalam masa perawatan, dilakukan pengambilan sampel swab PCR terhadap pasien sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 24 dan 25 Januari.</p>
<p>Tanggal 26, lanjut dokter Aries, sampel tersebut dikirim ke Surabaya. Surabaya menjadi tempat pemeriksaan lantaran Kupang mengalami kelebihan kuota, tambahnya.</p>
<p>“Jadi tanggal 24 (Januari) hari pertama, tanggal 25 hari kedua, kita swab untuk dilakukan PCR. Tanggal 26 kita kirimkan ke, karena Kupang sudah overload, kita kirim ke Surabaya,” kata dokter Aries Dwi Lestari (01/02).</p>
<p>Namun, hasil swab PCR dari Surabaya tak kunjung keluar. Papar dokter Aries, syukurnya pihak RSUD Ende menerima sebagian <em>cartridge</em> Tes Cepat Molekuler (TSM) yang dipesan sebelumnya sehingga pemeriksaan dapat dilakukan.</p>
<p>“Tapi syukur Alhamdulilah, kami punya  <em>cartridge</em> TSM datang sebagian kecil kemarin malam. Jadi langsung kami TCM pakai <em>cartridge</em> yang baru datang itu”.</p>
<p>“Hasilnya positif (Covid-19). Jadi kita sudah bisa bilang bahwa ini terkonfirmasi (karena), TCM itu sama dengan PCR,” tandasnya. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/">Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</title>
		<link>https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 08:51:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[2 ASN di Ende Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Ende baru saja kehilangan 2 orang Aparatur Sipil Negara atau ASN. Hari ini,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/">Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Ende baru saja kehilangan 2 orang Aparatur Sipil Negara atau ASN. Hari ini, Senin (18/1/21), 2 orang ASN berinisial VPP dan AS meninggal dunia setelah dinyatakan probable Covid-19.</p>
<p>Seperti diketahui umum, VPP merupakan ASN di Setda Ende sedangkan AS merupakan ASN di Kantor Camat Ndona.</p>
<p>Sebelum meninggal dunia, keduanya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Menurut Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, VPP dirawat sejak tanggal 16 Januari menyusul kemudian AS pada tanggal 17 Januari.</p>
<p>“ASN di Setda (VPP) itu masuk tanggal 16, kemudian ASN satunya lagi tanggal 17,” jelasnya (18/1/21).</p>
<p>Awal masuk ke RSUD Ende keduanya mempunyai keluhan sama. Kepada para medis, kedua ASN mengeluhkan batuk, pilek, dan sesak napas.</p>
<p>“Kalau (ASN) yang di Setda itu masuknya dengan batuk, pilek, sesak napas. Yang satu lagi juga batuk, pilek, sesak napas,” lanjutnya.</p>
<p>Waktu awal menjalani perawatan kedua pasien tidak terlalu mengeluhkan sesak napas. Padahal, saat itu, saturasi oksigen menunjukkan 50 persen atau jauh dari patokan saturasi normal, 97 persen.</p>
<p>RSUD Ende kemudian melakukan pemeriksaan rapid tes dan swab antigen terhadap kedua pasien. Menurut dokter Aries Dwi Lestari, rapid tes menunjukkan hasil reaktif, begitu pun swab antigen menyatakan positif.</p>
<p>“Dua-duanya rapid tes reaktif, swab antigennya positif. Sama.”</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut RSUD Ende lalu menyatakan kedua pasien, probable Covid-19.</p>
<p>Probable Covid-19, merujuk revisi ke 5 Kemenkes RI, adalah kasus suspek dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat yang berdasarkan gambaran klinis, mengarah secara meyakinkan pada kondisi terpapar Covid-19.</p>
<p>“Jadi ini masuk dalam kasus probable Covid-19. Gejala mengarah ke Covid-19 tetapi swab PCRnya belum”.</p>
<p>Dalam masa perawatan kondisi kedua pasien terus alami penurunan. Papar dokter Aries, saturasi oksigen pasien VPP misalnya bahkan tinggal 37 persen. Itu mengindikasikan karakter virus Covid-19, jelasnya.</p>
<p>“Virus ini (Covid-19) biasanya merusak paru-paru. Jadi dia bekerja merusak paru-paru kemudian menghasilkan lendir yang kental sehingga terjadi obstruktif atau sumbatan di saluran napas”.</p>
<p>“Memang kalau sudah 37 persen (saturasi oksigen) sulit sekali (ditangani)”.</p>
<p>Kondisi keduanya kritis sejak kemarin dan meninggal pada hari ini, Sabtu (18/1). Pasien VPP meninggal pukul 06.00 Wita, sedangkan pasien AS meninggal pada pukul 04.20 Wita. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/">Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</title>
		<link>https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 05:47:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Covid-19 Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pasien di Kabuapaten Ende yang terindikasi terpapar Covid-19 meninggal dunia. SN, perempuan berusia 73...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/">Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pasien di Kabuapaten Ende yang terindikasi terpapar Covid-19 meninggal dunia. SN, perempuan berusia 73 tahun, warga Kelurahan Kelimutu, Kota Ende, menghembuskan nafas terakhir, setelah dinyatakan probable Covid-19 (16/1/21).</p>
<p>Sebelum meninggal, pasien SN sempat mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. SN menjalani perawatan sejak sehari sebelumnya atau pada Jumat (15/1).</p>
<p>Menurut Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien masuk sekitar pukul 09.00 Wita</p>
<p>“Pasien masuk kemarin jam 9 pagi,” kata dokter Aries Dwi Lestari (16/1).</p>
<p>Saat menjalani perawatan di RSUD Ende, pasien telah menjalani rapid antibody dan hasilnya reaktif. Setelah itu dilakukan lagi swab antigen. Hasil swab antigen terhadap pasien ternyata juga positif.</p>
<p>“Jadi rapid antibody reaktif dan swab antigen kepada pasien juga positif”.</p>
<p>Karena itu meninggalnya pasien SN, dinyatakan sebagai probale Covid-19, ucap dokter Aries.</p>
<p>Probable Covid-19, merujuk revisi ke 5 Kemenkes RI, adalah kasus suspek dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat yang berdasarkan gambaran klinis, mengarah secara meyakinkan pada kondisi terpapar Covid-19.</p>
<p>Pasien SN meninggal pada hari ini sekitar pukul 00.40 Wita. Karena dinyatakan probale Covid-19 maka jenazah SN dimakamkan sesuai protokol kesehatan. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/">Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</title>
		<link>https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 06:24:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2133</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hasil online kebutuhan dokter spesialis Anestesi pada RSUD Ende di Kemenkes RI akan diumumkan bulan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/">Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil online kebutuhan dokter spesialis Anestesi pada RSUD Ende di Kemenkes RI akan diumumkan bulan ini. Disampaikan Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari (8/1/21), pengumuman tersebut menyusul pengajuan kebutuhan dokter di RSUD Ende.</p>
<p>“Kita sudah ajukan dan hasil online kebutuhan dokter anestesi diumumkan tanggal 11 Januari,” jelas dokter Aries Dwi Lestari dihubungi media ini (8/1/21).</p>
<p><strong><span style="color: #ffffff; background-color: #000000;">BERITA TERKAIT :</span></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #ff0000;"><a style="background-color: #ffffff; color: #ff0000;" href="https://endenews.com/ketiadaan-dokter-anestesi-begini-kendala-rsud-ende/">Ketiadaan Dokter Anestesi, Begini Kendala RSUD Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Pengajuan online kebutuhan dokter merupakan langkah pihaknya menjawab ketiadaan dokter spesialis anestesi yang dialami RSUD Ende.</p>
<p>Jika hasil pengumuman nantinya positif maka pihaknya segera memproses agar dokter anestesi dapat menjalani tugas secepatnya.</p>
<p>Ditanyakan mengenai peluang RSUD Ende, dirinya optimis hasil online kebutuhan dokter anestesi di Kemenkes RI akan membawa kabar baik.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, kekosongan dokter anestesi terjadi sejak bulan Juli tahun lalu, setelah dokter anestesi yang dikontrak RSUD Ende mengundurkan diri atau tidak memperpanjang kontrak.</p>
<p>Kerjasama dengan dokter kontrak dibatasi durasi yakni satu tahun dan bisa diperpanjang apabila ada kesepakatan kedua pihak. Dengan status sebagai dokter kontrak maka memiliki hak untuk memperpanjang atau memutus kontrak. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/">Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketiadaan Dokter Anestesi, Begini Kendala RSUD Ende</title>
		<link>https://endenews.com/ketiadaan-dokter-anestesi-begini-kendala-rsud-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 05:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2125</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende mengalami ketiadaan dokter spesialis Anestesi. Ketiadaan terjadi setelah dokter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ketiadaan-dokter-anestesi-begini-kendala-rsud-ende/">Ketiadaan Dokter Anestesi, Begini Kendala RSUD Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende mengalami ketiadaan dokter spesialis Anestesi. Ketiadaan terjadi setelah dokter anestesi yang dimiliki RSUD Ende mengundurkan diri.</p>
<p>Menurut direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari (6/1/21), kekosongan dokter anestesi terjadi sejak bulan Juli tahun lalu. Lanjutnya, dokter spesialis anestesi yang mengundurkan diri berstatus dokter kontrak.</p>
<p>Kerjasama dengan dokter kontrak, dijelaskannya, dibatasi durasi yakni satu tahun dan bisa diperpanjang apabila ada kesepakatan kedua pihak. Dengan status sebagai dokter kontrak maka si dokter anestesi, memiliki hak untuk memperpanjang atau memutus kontrak.</p>
<p>“Memang begitu, dokter kontrak itu kontraknya satu tahun. Terserah dia mau memperpanjang atau tidak,” tambah dokter Aris Dwi Lestari (6/1/21).</p>
<p>Status kontrak berbeda dengan dokter berstatus PNS yang terikat penugasan dalam waktu lama. Sayangnya, kata Aries Dwi Lestari, sejauh ini Kabupaten Ende belum memiliki dokter anestesi berstatus PNS.</p>
<p>Menghadapi ketiadaan tersebut, RSUD Ende telah membuka lowongan dokter enestesi dan meng-online-kan kebutuhan dokter di Kementrian Kesehatan. Namun diingatkannya, posisi RSUD Ende sebatas menawarkan lowongan atau tergantung minat pelamar. “Jadi intinya kita menawarkan diri”.</p>
<p>Selama lowongan belum terisi maka pasien RSUD Ende ditangani Penata Anestesi. Jelas dokter Aries, penanganan oleh Penata Anestesi sesuai dan tetap merujuk aturan yang berlaku.</p>
<p>“Jadi kita ada aturannya, kalau suatu daerah tidak ada dokter anestesi, kita boleh memakai Penata Anestesi. Kita dilindungi Undang-undang”.</p>
<p>Penanganan oleh Penata Anestesi terbatas atau tidak seluas dokter spesialis. Karena itu jika mendapati pasien yang tidak boleh ditangani Penata Anestesi maka RSUD Ende memberikan rujukan.</p>
<p>“Misalnya operasi cesar yang tidak ada komplikasi bisa ditangani di sini (RSUD Ende), tetapi yang memiliki komplikasi kami beri rujukan”. <strong><em>(ARA/EN) </em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ketiadaan-dokter-anestesi-begini-kendala-rsud-ende/">Ketiadaan Dokter Anestesi, Begini Kendala RSUD Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sembuh, RSUD Ende Pulangkan Pasien Covid-19 Asal Nagekeo</title>
		<link>https://endenews.com/sembuh-rsud-ende-pulangkan-pasien-covid-19-asal-nagekeo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 12:05:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah lebih dari dua bulan menjalani perawatan di RSUD Ende, pasien Covid-19 asal Kabupaten Nagekeo...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sembuh-rsud-ende-pulangkan-pasien-covid-19-asal-nagekeo/">Sembuh, RSUD Ende Pulangkan Pasien Covid-19 Asal Nagekeo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lebih dari dua bulan menjalani perawatan di RSUD Ende, pasien Covid-19 asal Kabupaten Nagekeo dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Pemulangan pasien dilakukan pada Selasa, 5 Januari 2021.</p>
<p>Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, kepada media ini mengungkapkan rasa syukurnya sebab pasien dirujuk Ende, dalam kondisi tergolong berat.</p>
<p>Papar dokter Aries, pasien perempuan berumur 63 tahun itu, dirujuk pada dini hari 1 November 2020 dalam kondisi sesak nafas. Saat itu saturasi oksigen pasien hanya 44 persen.</p>
<p>“Padahal saturasi oksigen, normalnya diatas 90 persen. Bagusnya 97 atau 98 persen,” jelasnya.</p>
<p>Pasien kemudian diberikan bantuan oksigen. Pemberian oksigen terhadap pasien dilakukan selama satu bulan, khususnya pada 3 minggu fase kritis awal penanganan. Dalam perkembangan selanjutnya, penanganan pasien melibatkan dokter ahli paru.</p>
<p>“Kita punya dokter paru. Memang dia hanya datang 3 kali dalam sebulan, tapi dia konsultan kita. Jadi dia juga meng-advice”.</p>
<p>Kondisi pasien perlahan membaik dan dikategorikan stabil pada 3 minggu terakhir. Namun, pasien belum bisa dipulangkan karena hasil tes PCR sebanyak 3 kali mendapati pasien masih positif Covid-19.</p>
<p>RSUD Ende telah mengirimkan sampel Tes PCR terbaru ke Kupang. Sambil menunggu hasil, menurut RSUD Ende, pasien sudah dapat dipulangkan.</p>
<p>“Ini ada satu lagi tes PCR yang belum ada hasil. Tapi orangnya sudah baik-baik saja, bisa dikarantina mandiri sambil menunggu hasil. Karena Nagekeo juga bisa melakukan swab”.</p>
<p>“Jadi kategori sudah baik sekali, tidak ada keluhan apa-apa, kemudian kita berbicara dengan Pemda Nagekeo bahwa tidak ada gejala apa-apa, cuma masih tunggu hasil swab PCRnya. Dan mereka setuju”.</p>
<p>Untuk diketahui, selama masa pandemi, RSUD Ende menangani 2 orang pasien Covid-19 dengan kategori berat. Satu pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal beberapa hari lalu, sedangkan satu pasien lagi, yakni rujukkan dari Nagekeo, berhasil diselamatkan. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/sembuh-rsud-ende-pulangkan-pasien-covid-19-asal-nagekeo/">Sembuh, RSUD Ende Pulangkan Pasien Covid-19 Asal Nagekeo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
