<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Religi &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/category/religi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Nov 2023 13:35:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Religi &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</title>
		<link>https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 12:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023. Mgr...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/">FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023. Mgr Vincentius Potokota meninggal dunia pada usia 72 tahun.</p>
<p>Kepergian pria kelahiran Desa Saga, Kabupaten Ende, 11 Juli 1951 ini, membuka kembali kenangan-kenangan manis akan masa hidupnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a></strong></span></li>
</ul>
<p>Salah satu kenangan yang paling sulit dilupakan ialah momen ketika ia ditahbiskan menjadi seorang Imam.</p>
<p>Pentahbisan itu terjadi di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, pada 11 Mei tahun 1980.</p>
<figure id="attachment_7148" aria-describedby="caption-attachment-7148" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-7148 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/mgr-02.jpg" alt="Prosesi Misa pentahbisan Imamat Vincentius Sensi Potokota di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)" width="650" height="382" title="FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam 1"><figcaption id="caption-attachment-7148" class="wp-caption-text">Prosesi Misa pentahbisan Imamat Vincentius Sensi Potokota di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)</figcaption></figure>
<p>Kata adik kandung almarhum, Yohanes Don Bosco (21/11/23), menuturkan, kala itu ia dan keluarga beramai-ramai berangkat ke Ende mengikuti pentahbisan saudaranya itu sebagai seorang Imam.</p>
<p>Vincentius Potokota merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Yohanes Don Bosco merupakan adik bungsunya.</p>
<p>“Tahun &#8217;80 dia (Vicentius Potokota) ditahbiskan. Semua keluarga ikut, waktu itu dia tahbis di Gereja Katedral”.</p>
<figure id="attachment_7146" aria-describedby="caption-attachment-7146" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-7146 size-full" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/11/MGR-08.jpg" alt="Momen Vincentius Sensi Potokota ditahbis sebagai Imam di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)" width="650" height="797" title="FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam 2"><figcaption id="caption-attachment-7146" class="wp-caption-text">Momen Vincentius Sensi Potokota ditahbis sebagai Imam di Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, 11 Mei 1980 (foto: dokumentasi keluarga)</figcaption></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/foto-kala-vincentius-potokota-muda-ditahbis-sebagai-imam/">FOTO: Kala Vincentius Potokota Muda Ditahbis Sebagai Imam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</title>
		<link>https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 06:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Regional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Mulia Mgr Vincentius Sensi Potokota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Umat katolik di Kota Ende berjubel menjemput jenazah almarhum Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Umat katolik di Kota Ende berjubel menjemput jenazah almarhum Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota, Selasa 20 November 2022.</p>
<p>Seperti diketahui, Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Sensi Potokota, tutup usia pada Minggu, 19 November 2023, di Jakarta.</p>
<p>Jenazah tiba di Kota ende pada hari ini, Selasa (20/11), sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Umat Katolik, ormas Katolik, pemerintah daerah, tokoh adat, beserta mahasiswa  memadati bandara Hasan Aroeboesman Ende menjemput kedatangan jenazah.</p>
<p>Tiba di Kota Ende, jenazah almarhum Mgr Vincentius Potokota langsung diarak oleh umat yang telah menanti di halaman bandara. Bunyi-bunyian musik tradisional khas Ende mengiringi prosesi perarakan jenazah.</p>
<p>Jenazah Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota diarak menuju Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Ende, untuk disemayamkan.</p>
<p>Prosesi perarakan jenazah, pantauan media ini, dilakukan umat Katolik dengan berjalan kaki dari bandara menuju Gereja Katedral.</p>
<p>Arak-arakan jenazah tiba di Katedral Ende sekira pukul 13.00 waktu setempat, disambut sapaan secara adat di depan halaman Gereja Katedral.</p>
<p>Selanjutnya jenazah akan disemayamkan di Gereja Katedral Ende hingga prosesi pemakaman dilaksanakan.</p>
<p>Jenazah almarhum Mgr Vincentius Potokota akan dikebumikan di pemakaman Uskup dan Pastor Keuskupan Agung Ende yang terletak di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.</p>
<p>Mengenai pemakaman, informasi terbaru, pada hari ini telah dilakukan prosesi adat <em>Neka Tana</em> oleh tokoh adat setempat, sebagai penanda dimulainya proses penggalian makam.</p>
<p>Seperti diketahui, Yang Mulia Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota tutup usia pada Minggu, 19 November 2023.</p>
<p>Mgr Vincentius Potokota menjadi Uskup Agung Ende pada 14 April tahun 2007. Ia sebelumnya menjadi uskup di Keuskupan Maumere pada 14 Desember 2005. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/umat-katolik-di-ende-jemput-dan-arak-jenazah-mgr-vincentius-potokota/">Umat Katolik di Ende Jemput dan Arak Jenazah Mgr Vincentius Potokota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 01:42:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6270</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/">Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : &quot;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&quot; 3" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 38 &#8211; 44, yakni tentang  Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon Petrus dan Orang-orang Lain.</p>
<p>Dalam karya pewartaan dan pelayananNya,  Yesus selalu berjalan keliling dari kota ke kota sambil berbuat baik atau <em>pertransiit benefaciendo</em>. Inilah karya keselamatan yang diwartakan oleh Yesus. Dia tidak hanya mengajar dengan kata kata, tetapi Ia melakukan tindakan nyata.</p>
<p>Atau dengan kata lain, kata kata Nya diwujudkan dalam tindakan, yakni dengan menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir setan setan. Hati Yesus selalu tergerak oleh belas kasihan kepada mereka yang menderita, mereka yang sakit berbagai macam penyakit.</p>
<p>Namun, Yesus tidak cukup hanya dengan belas kasihan, tetapi Dia wujudkan dalam tindakan nyata. Dia tidak  pernah kenal lelah, untuk selalu berjalan keliling sambil berbuat baik, dengan mengajar, menyembuhkan orang orang sakit dan mengusir setan setan.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Adakah hati kita juga seperti hati Yesus yang selalu tergerak oleh belas kasihan kepada sesama yang membutuhkan pertolongan kita? Yesus selalu berjalan keliling sambil berbuat baik. Artinya ke mana saja Yesus pergi, Dia selalu berbuat kebaikan.</p>
<p>Semoga ke mana saja kita pergi atau berjalan, kita selalu melakukan perbuatan baik. Kita, barangkali tidak bisa seperti Yesus yang meletakkan tangannya dan menyembuhkan orang lain, tetapi kita bisa dengan kedua tangan kita untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama.</p>
<p>Dan akhirnya, kita tidak perlu meletakkan tangan untuk menyembuhkan orang orang sakit, tetapi kita dengan kedua tangan terkatup bisa berdoa untuk sesama kita yang menderita, yang sakit. Mudah-mudahan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-ia-meletakkan-tangan-dan-menyembuhkan-mereka/">Renungan Katolik : &#8220;Ia Meletakkan Tangan dan Menyembuhkan Mereka&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 22:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6262</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa&#8221; SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/">Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan” 4" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<h1 style="text-align: center;">&#8220;Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa&#8221;</h1>
</blockquote>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 31 &#8211; 37, yakni tentang Yesus Dalam Rumah Ibadat di Kapernaum. Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan oleh Yesus di rumah ibadat di Kapernaum?</p>
<p>Ada dua peristiwa yang dilakukan oleh Yesus di sana, yakni, <em>pertama</em>, Ia mengajar di sana, dan membuat orang takjub mendengar pengajaranNya. Mengapa orang takjub? Sebab Ia mengajar dengan kata-kata yang penuh kuasa.</p>
<p><em>Kedua</em>, Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Namun, yang menarik adalah bahwa setan mengenal Yesus yang adalah Yang Kudus dari Allah. Namun demikian,  Yesus menghardik setan itu, kataNya: &#8220;Diam, keluarlah dari padanya&#8221;. Maka setan itu pun keluar dari padanya.</p>
<p>Hal itu juga membuat orang takjub dan berkata: &#8220;Alangkah hebatnya perkataan ini”. Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh roh jahat, dan mereka pun keluar.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Sebagai murid Yesus, kita pun harus memiliki kata-kata yang penuh kuasa. Kata-kata yang menghidupkan dan bukan sebaliknya kata-kata yang mematikan. Bahwa setiap kata-kata kita memiliki kekuatan, yang bisa menghidupkan dan juga bisa mematikan.</p>
<p>Kata-kata yang menghidupkan, apabila keluar dari mulut kita adalah kata yang konstruktif, kata-kata yang positif, kata-kata yang memuji, kata-kata yang memotivasi, kata-kata yang penuh kasih sayang.</p>
<p>Sebaliknya, kata-kata yang mematikan yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang destruktif, kata-kata yang negatif, kata-kata yang mencela, menghujat, kata-kata yang menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain, kata-kata yang provokasi.</p>
<p>Oleh karena itu, hati-hatilah dalam setiap perkataan yang diucapkan. Sebab, baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Maka, mari berpikirlah sebelum berbicara atau <em>think before speak</em>. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-kata-kata-yang-menghidupkan/">Renungan Katolik: “Kata-kata yang Menghidupkan”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 01:34:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6257</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/">Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya” 5" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santunan kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 16 &#8211; 30, yakni tentang Yesus Ditolak Di Nazaret.</p>
<p>Pertanyaannya adalah mengapa Yesus di tolak di kampung halamanNya? Alasannya sangat sederhana, yakni hanya karena mereka tahu latar belakang keluarga Yesus. Mereka tahu siapa orang tua Yesus. Mereka tahu apa pekerjaan orang tua Yesus.</p>
<p>Mereka tahu siapa saudara saudara Yesus. Padahal sebelumnya mereka sangat heran, kagum dengan pengajaran Yesus. Mereka heran, kagum dan takjub akan kata kata indah yang diucapkan atau diajarkan oleh Yesus.</p>
<p>Semua itu menjadi sirna, hanya karena alasan mereka tahu latar belakang siapa keluarga Yesus. Mereka menolak keberadaan Yesus, dengan alasan latar belakang keluarga. Andai saja hati dan pikiran mereka terbuka akan rahmat Tuhan, seharusnya mereka bangga bahwa Sang Mesias Juruselamat dunia berasal dari Nazaret.</p>
<p>Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Akibat dari penolakan itu, maka Yesus tidak mengadakan mukjizat di kampung halamanNya. Dan dengan menolak Yesus berarti juga mereka menolak keselamatan hidup yang kekal.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun dalam kehidupan sehari-hari, terkadang juga jatuh ke dalam &#8220;menolak&#8221; sesama hanya karena alasan tertentu, misalkan saja karena persaingan bisnis atau usaha, karena ambisius kekuasaan, jabatan, prestasi, kekayaan atau harta, dll.</p>
<p>Padahal kalau kita memiliki kerendahan hati dan akal yang baik dan sehat, harusnya kita sadar bahwa semua di miliki, dikaruniai dan ditentukan atau ditetapkan oleh Allah sesuai rencana dan kehendak lnya.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak perlu iri hati, tidak perlu cemburu, karena semuanya dikaruniakan oleh Allah sesuai rencana dan kehendak Nya. Tugas kita adalah berusaha untuk mengelola, untuk mengembangkannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, dan biarlahkan Tuhan yang akan menyempurnakan dan menyelesaikannya.</p>
<p>Allah bersabda: &#8220;Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau…&#8221; (Yeremia 1: 5). Maka, sesungguhnya kita menjadi apa atau seperti apa, itu sudah diatur, ditetapkan atau ditentukan oleh Allah untuk sesuai rencana dan kehendak Nya.</p>
<p>Maka, yang terjadi harusnya: kita saling mengakui, saling menghormati dan menghargai kelebihan, kehebatan, keunggulan, prestasi satu sama lain. Dan tentunya kita pun pasti memiliki kelebihan, kehebatan dan keunggulan. Dan kata kuncinya adalah kerendahan hati, untuk menerima sesama, apa adanya, tanpa memandang latar belakang keluarga, suku, agama dan budayanya. Semoga demikian</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-mereka-heran-kata-kata-indah-yang-diucapkannya/">Renungan Katolik: “Mereka Heran Kata-kata Indah yang DiucapkanNya”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 01:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6247</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur?Jangan lupa untuk...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/">Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6213" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik” 6" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur?Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 25: 14 &#8211; 30, yakni Perumpamaan Tentang Talenta. Ada 3 orang hamba dipercayakan untuk mengelola harta milik tuannya berupa talenta. Dalam konteks ini, talenta berarti ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6000 dinar.</p>
<p>Hamba pertama diberi 5 talenta, hamba kedua di beri 2 talenta dan hamba ke tiga diberi 1 talenta. Mereka diberi sesuai dengan kemampuan. Itu artinya tuan atau majikan mereka tahu kemampuan masing masing hambanya.</p>
<p>Namun, lihatlah sikap atau karakteristik ketiga hamba itu. Hamba yang pertama dia mengelola atau mengembangkan 5 talenta menjadi 10 talenta. Demikian pula hamba yang diberi 2 talenta, dia mengelola atau mengembangkan 2 talenta menjadi 4 talenta.</p>
<p>Sedangkan hamba yang diberi 1 talenta, dia menyembunyikan 1 talenta, sehingga tidak memperoleh laba. Akibatnya dia dicap sebagai hamba yang jahat dan malas, serta dianggap hamba yang tidak berguna. Oleh karena itu, ia dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun telah dikaruniai talenta atau kemampuan, atau bakat atau keterampilan, yang berbeda beda sesuai dengan kesanggupan kita masing masing. Dan, kita diberi daya dan akal untuk mengelola atau mengembangkan berbagai talenta yang kita miliki, untuk kemuliaan Tuhan, dan jangan sampai kita seperti hamba yang ketiga yang menyembunyikan talenta yang percayakan tuannya.</p>
<p>Dan jika kita seperti sikap hamba yang ketiga, maka kita juga akan disebut hamba yang jahat dan malas serta akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Oleh karena itu, agar kita tidak bernasib sama seperti hamba yang ketiga, maka kita diminta untuk mengembangkan talenta yang Tuhan telah karuniakan kepada kita masing-masing, dengan terus mengupdate dan mengupgrade diri, agar menjadi lebih kompeten dan profesional dalam bidang tugas kita masing masing.</p>
<p>Ingatlah pula bahwa suatu saat Tuhan akan meminta pertanggung jawaban dari kita atas talenta yang Tuhan anugerahkan kepada kita masing-masing. Akhirnya, talenta atau kemampuan atau bakat keterampilan berasal dari Tuhan, dan akan kembali untuk memuji dan memuliakan Tuhan, melalui sesama yang kita layani. Semoga demikian. Selamat Berakhir pekan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-menjadi-hamba-yang-baik/">Renungan Katolik : “Menjadi Hamba Yang Baik”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 02:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6231</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/">Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt” 7" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 23:;1 &#8211; 12, yakni Tentang Yesus Mengecam Ahli ahli Taurat Dan Orang orang Farisi. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus mengecam mereka? Padahal mereka adalah para pemimpin atau pemuka agama.</p>
<p>Yesus mengecam mereka oleh karena kemunafikan mereka. Sebagai pemimpin atau pemuka agama mereka hanya mengajarkan, tetapi mereka sendiri tidak melakukan apa yang mereka ajarkan.</p>
<p>Oleh karena itu, mereka digolongkan ke dalam kelompok NATO (No Action, Talk Only). Dan sebagai seorang pemimpin atau pemuka agama, seharusnya antara kata dan perbuatan sejalan atau sinkron. Sebab kalau tidak bisa dicap OMDO (Omong Doang), yang berarti hanya pintar omong, tetapi kerja kosong. Atau yang lagi trend, pintar mengolah kata, tetapi hasil kerja kosong.</p>
<p>Jadi, bagi para pemimpin, baik yang formal, informal dan non formal, kata kata atau ucapan mengajarkan, tetapi teladan atau contoh hidup lebih meyakinkan atau memikat atau menarik atau &#8220;Verba Docent, Exempla Trahunt&#8221;.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak menjadi ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi modern, yang selalu memakai topeng kemunafikan, sebagai orang NATO, OMDO, yang pintar bicara, pintar berargumen, berlogika, mengolah kata, pintar mengkritik, tetapi hanya untuk menutupi kebobrokan, dan kelemahan.</p>
<p>Namun, yang diharapkan oleh Yesus dari kita adalah antara kata dan perbuatan harus sejalan. Dan bahkan apa yang dikatakan, itulah yang telah dilakukan. Jadi, mengatakan dan mengajarkan dari apa yang telah dilakukan.</p>
<p>Dan bagi seorang pemimpin, kata-kata menggerakkan, namun teladan hidup lebih memikat atau menarik atau Verba movent, Exempla Trahunt. Atau juga kata-kata mengajarkan, namun teladan hidup lebih meyakinkan atau memikat atau menarik.</p>
<p>Kiranya kita tidak dikecam oleh Yesus sebagai orang orang yang munafik, sebagai ahli ahli Taurat dan orang orang Farisi modern. Mudah mudahan. Selamat berakhir pekan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-verba-docent-exempla-trahunt/">Renungan Katolik : “Verba Docent, Exempla Trahunt”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 23:06:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6227</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/">Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Hukum yang Utama dan yang Pertama” 8" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<blockquote>
<h1 style="text-align: center;">SEMANGAT PAGI</h1>
</blockquote>
<p>Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 34 &#8211; 40, yakni Tentang Hukum yang Terutama.</p>
<p>Hal ini berawal dari seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus, hendak mencobai Dia. Dia bertanya: &#8220;Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?&#8221;. Walau pertanyaan seorang ahli Taurat hendak mencobai Yesus, namun Yesus menjawab sekaligus mengajarkan ahli Taurat yang tidak paham juga tentang hukum yang utama dan yang pertama dalam hukum Taurat.</p>
<p>Maka, Yesus menjelaskan bahwa seluruh isi hukum Taurat dan kitab para nabi tersimpul pada hukum yang utama dan yang pertama, yakni hukum KASIH, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.</p>
<p>Keduanya bagaikan dua sisi mata uang. Artinya ketika kita mengasihi Allah, maka kita juga mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia. Atau sebaliknya, ketika kita mengasihi sesama manusia, itu artinya kita mengasihi Allah.</p>
<p>Sebab, jika kita mengasihi Allah, namun kita membenci atau memusuhi sesama manusia, maka kita adalah seorang pendusta. Jadi, untuk membuktikan bahwa kita sungguh sungguh mengasihi Allah, maka kita harus mewujudkannya dengan mengasihi sesama manusia, teristimewa mereka yang membenci atau memusuhi kita.</p>
<p>Dengan demikian, mengasihi Allah bukan hanya sekedar NARASI, melainkan diwujudkan dalam AKSI nyata, melalui saling mengasihi, saling mengampuni, dan saling melayani dengan tulus. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-hukum-yang-utama-dan-yang-pertama/">Renungan Katolik: “Hukum yang  Utama dan yang Pertama”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 01:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6221</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/">Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6213" aria-describedby="caption-attachment-6213" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6213 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus” 9" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/zzrgzr-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6213" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<blockquote>
<h3><strong>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</strong></h3>
</blockquote>
<p>Pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Pesta Santo Bartolomeus, Rasul. Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 1: 45 &#8211; 51, yakni Tentang Murid Murid Yesus Yang Pertama.</p>
<p>Yang menarik adalah kisah panggilan Natanael yang juga disebut Bartolomeus, yang dipestakan hari ini. Natanael yang juga disebut Bartolomeus mengenal Yesus dari sahabatnya Filipus. Dia berkata kepada Natanael: &#8220;Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yusuf dari Nazaret&#8221;.</p>
<p>Natanael awalnya ragu, yang akhirnya dia percaya kepada Yesus. Dia berkata: &#8220;Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?&#8221;. Untuk memupuskan keraguannya, Filipus membawa Natanael kepada Yesus dengan berkata: &#8220;Mari dan lihatlah&#8221;.</p>
<p>Walau Natanael ragu, namun Yesus tetap memujinya dengan berkata: &#8220;Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya&#8221;. Natanael heran, lalu berkata: &#8220;Bagaimana Engkau Mengenal aku?&#8221;. Dan Yesus menjelaskan hal yang terjadi.</p>
<p>Disinilah Natanael diubah oleh Yesus dari keraguan menjadi keyakinan, dengan berkata: &#8220;Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja Orang Israel&#8221;.</p>
<p>Dari kisah panggilan Natanael ini kita belajar bahwa pewartaan atau kesaksian hidup kita dapat membawa orang lain untuk mengenal atau berjumpa dengan Yesus.</p>
<p>Dan itulah sesungguhnya misi perutusan kita yakni membawa atau mengenalkan Yesus kepada sesama, melalui kesaksian hidup kita atau melalui pewartaan kita. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-bersaksi-tentang-yesus/">Renungan Katolik: “Bersaksi Tentang Yesus”</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</title>
		<link>https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 04:25:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Fr . M. Yohanes Berchmans]]></category>
		<category><![CDATA[renungan katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6208</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/">Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6110" aria-describedby="caption-attachment-6110" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6110 size-medium" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg" alt="Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao-Ende" width="250" height="190" title="Renungan Katolik : &quot;Allah yang Bermurah Hati&quot; 10" srcset="https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-250x190.jpg 250w, https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230804-WA0001-100x75.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 250px) 100vw, 250px" /><figcaption id="caption-attachment-6110" class="wp-caption-text">Oleh Fr . M. Yohanes Berchmans, Bhk &#8211; Ka SMPK Frateran Ndao-Ende</figcaption></figure>
<p>SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur? Jangan lupa untuk memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!</p>
<p>Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 20: 1 &#8211; 16, yakni Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur.</p>
<p>Setelah sepakat dengan para pekerja tentang upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya untuk bekerja. Ada yang datang kerja pukul 9, pukul 12, pukul 15 dan pukul 17. Dan saat malam tiba, mereka diberi upah sesuai kesepakatan.</p>
<p>Mulai dari yang datang kerja pukul 17 di bayar upah satu dinar. Lalu mereka yang datang pagi-pagi juga upah satu dinar. Mereka mengira dibayar upah yang lebih  karena mereka datang pagi-pagi. Tetapi ternyata tidak, tuan kebun anggur tetap bayar sesuai kesepakatan.</p>
<p>Menurut mereka yang datang kerja pagi-pagi, mereka diperlakukan tidak adil. Namun, keadilan bukan terletak pada waktu kerja, melainkan kesepakatan awal tentang upah kerja sedinar sehari.</p>
<p>Sepertinya cara pandang tentang nilai kerja berbeda antara tuan kebun anggur dan para pekerja upahan. Sepertinya tuan kebun anggur tidak melihat lama atau singkatnya waktu kerja, melainkan kualitas kerja.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan hal kerajaan Surga, bukan soal waktu, lama atau singkatnya seseorang mengikuti Yesus, melainkan kualitas hidup, iman dan perbuatan baik seseorang. Itulah yang dilihat oleh Allah yang adalah tuan kebun anggur. Jadi, Allah selalu bermurah Hati kepada siapapun yang mau bertobat.</p>
<p>Dengan datang ke kebun anggur, itu berarti mereka mau bertobat. Sebab, menganggur dan malas malasan adalah termasuk dosa.</p>
<p>Bagaimana dengan kita? Kita pun tidak jauh dari para upahan dalam Injil hari ini. Kita cenderung mengukur upah dari lama atau singkatnya waktu kerja. Padahal Tuhan melihat, mengukur atau menilai dari kualitas hasil kerja.</p>
<p>Demikian pula untuk masuk ke dalam kerajaan Surga, tidak dilihat dari lama atau singkatnya hidup. Tetapi dilihat, di ukur atau dinilai dari kualitas hidup, iman dan perbuatan baik kita. Jadilah pribadi yang bermurah hati kepada sesama, sebagaimana Allah bermurah hati kepada kita. Semoga demikian.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/renungan-katolik-allah-yang-bermurah-hati/">Renungan Katolik : &#8220;Allah yang Bermurah Hati&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
