<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RSUD Ende &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/rsud-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jul 2024 05:54:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>RSUD Ende &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Uang RSUD Ende Rp 3 Miliar Diduga Hilang, Begini Kronologisnya</title>
		<link>https://endenews.com/uang-rsud-ende-rp-3-miliar-diduga-hilang-begini-kronologisnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 05:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=7640</guid>

					<description><![CDATA[<p>Uang sebesar Rp 3 miliar milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende diduga kuat telah...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/uang-rsud-ende-rp-3-miliar-diduga-hilang-begini-kronologisnya/">Uang RSUD Ende Rp 3 Miliar Diduga Hilang, Begini Kronologisnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Uang sebesar Rp 3 miliar milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende diduga kuat telah raib alias hilang. Hilangnya uang dalam jumlah tidak sedikit itu diketahui saat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ende menggelar rapat bersama pihak RSUD Ende (24/07/24).</p>
<p>Dalam rapat tersebut pihak RSUD Ende menyampaikan kepada DPRD Ende bahwa uang sebesar Rp 3 miliar hilang setelah dikalkulasi oleh bendahara.</p>
<p>RSUD Ende menyatakan terdapat selisih sebesar Rp 3 miliar dalam kas penerimaan yang tidak dapat dijelaskan atau diduga telah hilang.</p>
<p>Mengenai raibnya uang tersebut, kepala RSUD Ende, dokter Ester Jelita (25/07), menjelaskan, hilangnya uang Rp 3 miliar diketahui setelah dirinya mengganti jabatan bendahara penerima di RSUD Ende.</p>
<p><strong>BACA JUGA</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://endenews.com/kemelut-di-kubu-djafar-achmad-relawan-walk-out-hingga-tarik-dukungan/">Kemelut di Kubu Djafar Achmad, Relawan Walk Out Hingga Tarik Dukungan</a></strong></li>
</ul>
<p>Pergantian bendahara, kata dokter Ester Jelita, dilakukan pada awal menjabat sebagai kepala rumah sakit milik Pemkab Ende tersebut. Pergantian bendahara penerima ia lakukan lantaran jabatan tersebut belum pernah dilakukan pergantian selama 5 tahun.</p>
<p>“Terkait dugaan penyalahgunaan keuangan, waktu itu setelah saya dilantik, saya melakukan pergantian bendahara penerima,” kata dokter Ester Jelita Puspita.</p>
<p>“Kenapa saya mengganti bendahara, karena mengingat bendahara yang lama sudah 5 tahun jadi kita perlu pergantian bendahara,” sambungnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/uang-rsud-ende-rp-3-miliar-diduga-hilang-begini-kronologisnya/">Uang RSUD Ende Rp 3 Miliar Diduga Hilang, Begini Kronologisnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</title>
		<link>https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 12:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Covid Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende akhirnya menepis kabar bohong atau &#8220;hoax&#8221; terkait pihak Rumah...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/">RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende akhirnya menepis kabar bohong atau &#8220;hoax&#8221; terkait pihak Rumah Sakit meng-Covid-kan pasien. Selain membantah, pihak RSUD Ende juga mempertanyakan pendasaran hoax yang dirasa tidak masuk akal.</p>
<p>Selama ini beredar hoax RSUD Ende meng-Covid-kan pasien. Hoax tersebut telah menyebabkan fatalitas dimana menurunnya kepercayaan masyarakat atas perawatan medis. Akibatnya, sekarang ini, mayoritas pasien terpapar Covid-19 diantar ke RSUD Ende dalam kondisi kritis.</p>
<p>Menurut direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari (27/07/21), fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, sering sekali pasien terlambat mendapat pertolongan medis akibat dibawa dalam kondisi kritis.</p>
<p>“Trend sekarang, pasien itu cenderung takut masuk Rumah Sakit, karena dengan hoax-hoax yang beredar bahwa terjadi meng-Covid-kan (pasien). Akhirnya, Isolasi Mandiri di rumah sudah satu minggu, sudah sesak sekali, baru dibawa ke Rumah Sakit,” kata dokter Aries Dwi Lestari (27/07)</p>
<p>“Ya jelas, besoknya, walaupun dengan sekuat tenaga atau dengan oksigen yang maksimal, kita gagal (menyelamatkan pasien),” sambungnya.</p>
<p>Disampaikan dalam diskusi mingguan Ende News bertema, <span style="background-color: #ffffff; color: #000000;"><em><strong><a style="background-color: #ffffff; color: #000000;" href="https://www.youtube.com/watch?v=gV8VVdWyqdg&amp;t=2651s" target="_blank" rel="noopener">Kontroversi Selama Pandemi</a></strong></em></span>, beredar hoax di masyarakat bahwa RSUD Ende meng-Covid-kan pasien karena alasan dana. Dirinya pun mempertanyakan hal tersebut.</p>
<p>“Jadi kalau meng-Covid-kan (pasien), saya dengar <em>kan</em> karena dana. Dana yang mana sebenarnya dimaksud?”</p>
<p>Mengenai dana, dijelaskannya, Pemerintah Pusat memang menyediakan <em>claim</em> atau pengembalian biaya perawatan pasien Covid. Namun, dana tersebut belum pernah diterima oleh RSUD Ende hingga saat ini. RSUD Ende bersama beberapa rumah sakit lain bahkan belum menerimanya sejak awal pandemi.</p>
<p>“Dari tahun 2020, awal Covid sampai sekarang claimnya tidak bisa keluar”. Kata dokter Aries, proses verifikasi yang amat panjang merupakan penyebab utama lambatnya pencairan. Pencairan claim atas pasien Covid mesti melalui verifikasi Pemerintah Pusat yang cukup panjang.</p>
<p>Hal itu berbanding terbalik dengan claim atas pasien non Covid. Claim atas pasien non Covid ditangani langsung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tanpa melalui verifikasi Pemerintah Pusat, karena itu selalu tepat waktu.</p>
<p>Oleh sebab itu, jika alasan dana menjadi pendasaran hoax maka dirinya merasa aneh dan tidak masuk akal.</p>
<p>Dirinya berharap, masyarakat Kabupaten Ende tidak termakan hoax dan mempercayakan penanganan Covid-19 pada para medis. Ia juga meminta masyarakat membantu Satgas saling memberikan pemahaman. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rsud-ende-tepis-hoax-meng-covid-kan-pasien/">RSUD Ende Tepis Hoax Meng-Covid-kan Pasien</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</title>
		<link>https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2021 10:22:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19 di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Covid-19 di Ende Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=3050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dua orang pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende meninggal dunia (24/06/2021). Keduanya...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/">Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende meninggal dunia (24/06/2021). Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis sebelum menghembuskan nafas terakhir.</p>
<p>Pasien pertama merupakan perempuan berusia 64 tahun. Pasien mulai menjalani perawatan di RSUD Ende pada hari ini sekitar pukul 05.00 Wita.</p>
<p>Menurut direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien telah menjalani Swab Antigen sebelum mendapatkan pertolongan medis. Hasil Swab Antigen terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19.</p>
<p>“Pasien masuk jam 05.00 Wita dengan penurunan kesadaran. Swab Antigennya positif Covid-19,” kata Aries Dwi Lestari (24/06). Lanjutnya, Swab Antigen sudah dapat menyatakan seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 sebab Kabupaten Ende termasuk dalam daerah dengan kriteria C.</p>
<p>Pasien kemudian mendapat penanganan medis setelah itu. Namun, penanganan tak mampu menyelamatkan nyawa pasien. Pasien dinyatakan meninggal pada pukul 09.25 Wita.</p>
<p>Selanjutnya pasien kedua meninggal pada sore hari. Jelas Aries Dwi Lestari, pasien adalah seorang pria berusia 68 tahun.</p>
<p>Pasien merupakan rujukan dari Kabupaten Nagekeo yang mulai menjalani perawatan di RSUD Ende sejak tanggal 21 Juni 2021. Pasien dinyatakan meninggal pada sore ini (24/06), pukul 14.46 Wita.</p>
<p>Mengenai proses pemakaman terhadap pasien, jelas Aries Dwi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Nagekeo guna pemulangan jenazah.</p>
<p>“Pemulasaran dilakukan oleh RSUD Ende, sedangkan pemulangan dan pemakaman ditangani oleh Satgas Nagekeo”.</p>
<p>Untuk diketahui, hingga hari ini korban meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Ende tercatat mencapai 18 orang. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/dua-pasien-covid-19-di-rsud-ende-meninggal-dunia/">Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapolres Albertus Andreana Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Ende</title>
		<link>https://endenews.com/kapolres-albertus-andreana-penerima-pertama-vaksin-covid-19-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 09:48:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19 di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Sinovac. Penyuktikan dilakukan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kapolres-albertus-andreana-penerima-pertama-vaksin-covid-19-di-ende/">Kapolres Albertus Andreana Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Sinovac. Penyuktikan dilakukan dalam vaksinasi perdana Covid-19 yang digelar Pemerintah Kabupaten Ende, Kamis (04/02/21).</p>
<p>Proses vaksinasi hari ini sedianya diberikan kepada 10 pejabat dan tokoh masyarakat yang telah terdata sebelumnya. Namun, dalam screening atau penyaringan yang dilakukan sebelum penyuktikan vaksin, beberapa orang dinyatakan tidak lolos.</p>
<p>Beberapa peserta yang tidak lolos screening termasuk Sekda Ende Agustinus Ngasu, yang dijadwalkan sebagai penerima pertama. Sedangkan beberapa lainnya yang lolos screening tetap menjalani penyuktikan vaksin.</p>
<p>Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana menjadi orang pertama diikuti Kejari Ende, Romlan Robin. Lalu, tokoh masyarakat Romo Reginal Piperno, menjadi orang ketiga yang disuntik vaksin.</p>
<p>Direktur RSUD Ende dokter Aries Dwi Lestari dan beberapa pejabat daerah lainnya juga dinyatakan lolos screening dan menjalani vaksinasi. Total ada 10 orang penerima vaksin Sinovac dalam pembukaan hari ini.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Ende Djafar Achmad, dalam sambutan membuka vaksinasi Covid-19 Kabupaten Ende, mengatakan, seluruh masyarakat harus bekerja dan berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.</p>
<p>Bupati Djafar meminta seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Ende.</p>
<p>Sebelumnya, diberitakan media ini, Bupati Ende Djafar Achmad tidak dapat menjalani vaksinasi karena batas usia penerima vaksin. Begitu pun dengan Ketua Majelis Ulama (MUI) Ende, tidak dapat menjalani vaksinasi karena faktor yang sama. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kapolres-albertus-andreana-penerima-pertama-vaksin-covid-19-di-ende/">Kapolres Albertus Andreana Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</title>
		<link>https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 11:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19 di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Ende meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. PW, Lansia...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/">Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Ende meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. PW, Lansia berumur 73 tahun meninggal dunia pada Senin (01/02/21).</p>
<p>Sebelum meninggal dunia PW sempat mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Penuturan Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien menjalani perawatan sejak tanggal 18 Januari.</p>
<p>Dalam masa perawatan, dilakukan pengambilan sampel swab PCR terhadap pasien sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 24 dan 25 Januari.</p>
<p>Tanggal 26, lanjut dokter Aries, sampel tersebut dikirim ke Surabaya. Surabaya menjadi tempat pemeriksaan lantaran Kupang mengalami kelebihan kuota, tambahnya.</p>
<p>“Jadi tanggal 24 (Januari) hari pertama, tanggal 25 hari kedua, kita swab untuk dilakukan PCR. Tanggal 26 kita kirimkan ke, karena Kupang sudah overload, kita kirim ke Surabaya,” kata dokter Aries Dwi Lestari (01/02).</p>
<p>Namun, hasil swab PCR dari Surabaya tak kunjung keluar. Papar dokter Aries, syukurnya pihak RSUD Ende menerima sebagian <em>cartridge</em> Tes Cepat Molekuler (TSM) yang dipesan sebelumnya sehingga pemeriksaan dapat dilakukan.</p>
<p>“Tapi syukur Alhamdulilah, kami punya  <em>cartridge</em> TSM datang sebagian kecil kemarin malam. Jadi langsung kami TCM pakai <em>cartridge</em> yang baru datang itu”.</p>
<p>“Hasilnya positif (Covid-19). Jadi kita sudah bisa bilang bahwa ini terkonfirmasi (karena), TCM itu sama dengan PCR,” tandasnya. <em><strong>(ARA/EN)</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/seorang-lansia-di-ende-meninggal-akibat-covid-19/">Seorang Lansia di Ende Meninggal Akibat Covid-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pegawai PLN, Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal</title>
		<link>https://endenews.com/pegawai-pln-pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 12:25:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Ende News]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Probable Covid-19 di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2371</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus meninggalnya pasien probable Covid-19 di Kabupaten Ende bertambah satu lagi. MNS salah satu pasien...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pegawai-pln-pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal/">Pegawai PLN, Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus meninggalnya pasien probable Covid-19 di Kabupaten Ende bertambah satu lagi. MNS salah satu pasien probable Covid-19 menghembuskan nafas terakhir hari ini, Kamis (21/1/21) di RSUD Ende.</p>
<p>MNS, pria berusia 54 tahun, merupakan pegawai BUMN pada PT PLN UP3 Flores Barat. Sebelum meninggal ia sempat mendapat pertolongan dari rumah sakit.</p>
<p>Kabar meninggalnya MNS dibenarkan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, dokter Aries Dwi Lestari.</p>
<p>“Ya, info itu benar,” kata dokter Aries Dwi Lestari (21/1).</p>
<p>Dirinya juga membenarkan bahwa MNS berstatus sebagai pasien probable Covid-19 hasil pemeriksaan swab antigen.</p>
<p>“Pasien dinyatakan probable Covid-19 hasil swab antigen”.</p>
<p>Dengan meninggal MNS hari ini, maka total kasus probable meninggal di Kabupaten Ende telah mencapai 6 orang. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pegawai-pln-pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal/">Pegawai PLN, Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</title>
		<link>https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2021 08:51:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[2 ASN di Ende Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Ende baru saja kehilangan 2 orang Aparatur Sipil Negara atau ASN. Hari ini,...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/">Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Ende baru saja kehilangan 2 orang Aparatur Sipil Negara atau ASN. Hari ini, Senin (18/1/21), 2 orang ASN berinisial VPP dan AS meninggal dunia setelah dinyatakan probable Covid-19.</p>
<p>Seperti diketahui umum, VPP merupakan ASN di Setda Ende sedangkan AS merupakan ASN di Kantor Camat Ndona.</p>
<p>Sebelum meninggal dunia, keduanya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Menurut Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, VPP dirawat sejak tanggal 16 Januari menyusul kemudian AS pada tanggal 17 Januari.</p>
<p>“ASN di Setda (VPP) itu masuk tanggal 16, kemudian ASN satunya lagi tanggal 17,” jelasnya (18/1/21).</p>
<p>Awal masuk ke RSUD Ende keduanya mempunyai keluhan sama. Kepada para medis, kedua ASN mengeluhkan batuk, pilek, dan sesak napas.</p>
<p>“Kalau (ASN) yang di Setda itu masuknya dengan batuk, pilek, sesak napas. Yang satu lagi juga batuk, pilek, sesak napas,” lanjutnya.</p>
<p>Waktu awal menjalani perawatan kedua pasien tidak terlalu mengeluhkan sesak napas. Padahal, saat itu, saturasi oksigen menunjukkan 50 persen atau jauh dari patokan saturasi normal, 97 persen.</p>
<p>RSUD Ende kemudian melakukan pemeriksaan rapid tes dan swab antigen terhadap kedua pasien. Menurut dokter Aries Dwi Lestari, rapid tes menunjukkan hasil reaktif, begitu pun swab antigen menyatakan positif.</p>
<p>“Dua-duanya rapid tes reaktif, swab antigennya positif. Sama.”</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut RSUD Ende lalu menyatakan kedua pasien, probable Covid-19.</p>
<p>Probable Covid-19, merujuk revisi ke 5 Kemenkes RI, adalah kasus suspek dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat yang berdasarkan gambaran klinis, mengarah secara meyakinkan pada kondisi terpapar Covid-19.</p>
<p>“Jadi ini masuk dalam kasus probable Covid-19. Gejala mengarah ke Covid-19 tetapi swab PCRnya belum”.</p>
<p>Dalam masa perawatan kondisi kedua pasien terus alami penurunan. Papar dokter Aries, saturasi oksigen pasien VPP misalnya bahkan tinggal 37 persen. Itu mengindikasikan karakter virus Covid-19, jelasnya.</p>
<p>“Virus ini (Covid-19) biasanya merusak paru-paru. Jadi dia bekerja merusak paru-paru kemudian menghasilkan lendir yang kental sehingga terjadi obstruktif atau sumbatan di saluran napas”.</p>
<p>“Memang kalau sudah 37 persen (saturasi oksigen) sulit sekali (ditangani)”.</p>
<p>Kondisi keduanya kritis sejak kemarin dan meninggal pada hari ini, Sabtu (18/1). Pasien VPP meninggal pukul 06.00 Wita, sedangkan pasien AS meninggal pada pukul 04.20 Wita. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kronologi-lengkap-meninggalnya-2-asn-probable-covid-19-di-ende/">Kronologi Lengkap, Meninggalnya 2 ASN Probable Covid-19 di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</title>
		<link>https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2021 05:47:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien Covid-19 Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pasien di Kabuapaten Ende yang terindikasi terpapar Covid-19 meninggal dunia. SN, perempuan berusia 73...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/">Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pasien di Kabuapaten Ende yang terindikasi terpapar Covid-19 meninggal dunia. SN, perempuan berusia 73 tahun, warga Kelurahan Kelimutu, Kota Ende, menghembuskan nafas terakhir, setelah dinyatakan probable Covid-19 (16/1/21).</p>
<p>Sebelum meninggal, pasien SN sempat mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. SN menjalani perawatan sejak sehari sebelumnya atau pada Jumat (15/1).</p>
<p>Menurut Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari, pasien masuk sekitar pukul 09.00 Wita</p>
<p>“Pasien masuk kemarin jam 9 pagi,” kata dokter Aries Dwi Lestari (16/1).</p>
<p>Saat menjalani perawatan di RSUD Ende, pasien telah menjalani rapid antibody dan hasilnya reaktif. Setelah itu dilakukan lagi swab antigen. Hasil swab antigen terhadap pasien ternyata juga positif.</p>
<p>“Jadi rapid antibody reaktif dan swab antigen kepada pasien juga positif”.</p>
<p>Karena itu meninggalnya pasien SN, dinyatakan sebagai probale Covid-19, ucap dokter Aries.</p>
<p>Probable Covid-19, merujuk revisi ke 5 Kemenkes RI, adalah kasus suspek dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) berat yang berdasarkan gambaran klinis, mengarah secara meyakinkan pada kondisi terpapar Covid-19.</p>
<p>Pasien SN meninggal pada hari ini sekitar pukul 00.40 Wita. Karena dinyatakan probale Covid-19 maka jenazah SN dimakamkan sesuai protokol kesehatan. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pasien-probable-covid-19-di-ende-meninggal-dunia/">Pasien Probable Covid-19 di Ende Meninggal Dunia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPP Pratama Ende Berikan Penghargaan Kepada RSUD</title>
		<link>https://endenews.com/kpp-pratama-ende-berikan-penghargaan-kepada-rsud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 04:14:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[KPP Pratama Ende]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ende memberikan Piagam Penghargaan kepada Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ende....</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kpp-pratama-ende-berikan-penghargaan-kepada-rsud/">KPP Pratama Ende Berikan Penghargaan Kepada RSUD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ende memberikan Piagam Penghargaan kepada Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ende. Penyerahan penghargaan berlangsung di gedung KPP Pratama Ende, Senin 11 Januari 2021.</p>
<p>Penghargaan diberikan langsung oleh kepala KPP Pratama Ende, Edwin Nurdin. Sementara dari pihak RSUD Ende, hadir dokter Aries Dwi Lestari selaku pimpinan.</p>
<p>Penghargaan kepada RSUD Ende diberikan karena menilai komitmen RSUD Ende dalam pelaksanaan kewajiban pajak. Dijelaskan Edwin Nurdin, RSUD Ende tergolong disiplin menjalankan kewajiban pajak selama tahun 2020.</p>
<p>“Apresiasi dan penghargaan kepada stakeholder (wajib pajak) dalam hal ini RSUD Ende, atas kontribusi dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan tahun 2020,” jelas Edwin Nurdin (11/1/21).</p>
<p>Selain itu, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi KPP Pratama Ende terhadap kinerja RSUD selama masa pandemi Covid-19.</p>
<p>KPP Pratama Ende menyadari, diperlukan upaya tidak mudah menangani pasien Covid-19, karena itu segenap pihak perlu mendorong dan menyemangati para pejuang kemanusiaan.</p>
<p>Di tempat sama, direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari menyampaikan terimakasihnya atas penilaian positif KPP Pratama Ende. Penghargaan kepada RSUD Ende, dikatakan dokter Aries, akan menguatkan pihaknya menjalankan dua hal tersebut. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kpp-pratama-ende-berikan-penghargaan-kepada-rsud/">KPP Pratama Ende Berikan Penghargaan Kepada RSUD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</title>
		<link>https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2021 06:24:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Aries Dwi Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=2133</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hasil online kebutuhan dokter spesialis Anestesi pada RSUD Ende di Kemenkes RI akan diumumkan bulan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/">Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil online kebutuhan dokter spesialis Anestesi pada RSUD Ende di Kemenkes RI akan diumumkan bulan ini. Disampaikan Direktur RSUD Ende, dokter Aries Dwi Lestari (8/1/21), pengumuman tersebut menyusul pengajuan kebutuhan dokter di RSUD Ende.</p>
<p>“Kita sudah ajukan dan hasil online kebutuhan dokter anestesi diumumkan tanggal 11 Januari,” jelas dokter Aries Dwi Lestari dihubungi media ini (8/1/21).</p>
<p><strong><span style="color: #ffffff; background-color: #000000;">BERITA TERKAIT :</span></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="background-color: #ffffff; color: #ff0000;"><a style="background-color: #ffffff; color: #ff0000;" href="https://endenews.com/ketiadaan-dokter-anestesi-begini-kendala-rsud-ende/">Ketiadaan Dokter Anestesi, Begini Kendala RSUD Ende</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Pengajuan online kebutuhan dokter merupakan langkah pihaknya menjawab ketiadaan dokter spesialis anestesi yang dialami RSUD Ende.</p>
<p>Jika hasil pengumuman nantinya positif maka pihaknya segera memproses agar dokter anestesi dapat menjalani tugas secepatnya.</p>
<p>Ditanyakan mengenai peluang RSUD Ende, dirinya optimis hasil online kebutuhan dokter anestesi di Kemenkes RI akan membawa kabar baik.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, kekosongan dokter anestesi terjadi sejak bulan Juli tahun lalu, setelah dokter anestesi yang dikontrak RSUD Ende mengundurkan diri atau tidak memperpanjang kontrak.</p>
<p>Kerjasama dengan dokter kontrak dibatasi durasi yakni satu tahun dan bisa diperpanjang apabila ada kesepakatan kedua pihak. Dengan status sebagai dokter kontrak maka memiliki hak untuk memperpanjang atau memutus kontrak. <strong><em>(ARA/EN)</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/online-kebutuhan-dokter-anestesi-di-kemenkes-diumumkan-bulan-ini/">Online Kebutuhan Dokter Anestesi di Kemenkes Diumumkan Bulan Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
