STPM Santa Ursula Ende Gelar Wisuda 203 Mahasiswa

  • Bagikan
Ketua STPM Santa Ursula Ende, Ngea Andreas, S.sos, M.Si, memindahkan tali toga para wisudawan (24/11/21)

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula-Ende menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata I, Rabu 24 November 2021. Tahun ini STPM Santa Ursula mewisuda sebanyak 203 orang mahasiswa.

Hadir dalam acara tersebut kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XV NTT, profesor Mangadas Gaol, Bupati Ende Djafar Achmad, serta jajaran Forkompinda Kabupaten Ende.

Acara diawali dengan orasi ilmiah dosen STPM Santa Ursula, Elias Cima, S.sos, M.A, dilanjutkan dengan pemindahan tali toga para wisudawan oleh ketua STPM Santa Ursula, Ngea Andreas, S.sos, M.Si.

Tahun ini STPM Santa Ursula mewisuda sebanyak 203 mahasiswa. Angka tersebut menurut ketua panitia wisuda, Richard Touwala, merupakan wisudawan terbanyak sepanjang sejarah kampus. Lanjut dosen Ilmu Pemerintahan tersebut, 203 wisudawan terdiri dari 92 orang prodi Sosiatri dan 111 mahasiswa Ilmu Pemerintahan.

Baca Juga:  50 Persen Rumah Makan di Ende Belum Kantongi Izin

“Dalam sejarah STPM, wisudawan tahun ini merupakan yang terbanyak. Ada 203 mahasiswa yang diwisuda, 92 dari Sosiatri dan 111 dari Ilmu Pemerintahan,” jelasnya (24/11).

Pelaksanaan wisuda tahun ini berlangsung secara ketat memperhatikan situasi pandemi yang masih berlangsung. Karenanya pihak panitia telah mendiskusikan kegiatan tersebut dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende sebelum pelaksanaan acara.

Pihak panitia mewajibkan wisudawan memiliki sertifikat vaksin Covid-19 dan mesti melakukan swab test sebelum acara berlangsung. Swab test juga diwajibkan bagi para orangtua yang mendampingi wisudawan. Selain itu, orangtua atau pendamping wisudawan dibatasi hanya boleh satu orang.

Baca Juga:  Penyebab Tewasnya Korban Dalam Kasus Pengeroyokan di Mautapaga

“Orangtua diwakilkan hanya satu orang, tidak seperti dulu dua orang perwakilan”.

Bupati Ende Djafar Achmad dalam sambutannya, mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat tidak saja berdampak positif melainkan juga negatif. Menghadapi kemajuan tersebut, tandasnya, diperlukan kualitas sumber daya manusia yang handal dan mampu beradaptasi dengan modernisasi.

“Layaknya pedang bermata dua, perkembangan Iptek membawa dampak positif dan negatif. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia berkulitas, handal, yang mampu mengatasi dan memanfaatkan Iptek itu sendiri bagi peningkatan kesejahteraan manusia,” kata Bupati Djafar.

Baca Juga:  Erik Rede Undur Diri dari Dewan : “Post Power Syndrome” Tidak Akan Ada

Sebagai lembaga ilmiah peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan oleh pemerintah, lanjutnya. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Ende selalu membuka diri berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam memajukan daerah. Dirinya juga mendorong para wisudawan agar kembali dan membangun desa masing-masing sesuai kompetensi yang dimiliki.

Menariknya, dalam acara tersebut, Bupati Ende secara langsung mengangkat wisudawan terbaik STPM Santa Ursula, Aprilin Ende Mondo, sebagai pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Ende. Hal yang tidak terduga itu sontak disambut riuh tepuk tangan para undangan. (ARA/EN)

  • Bagikan