<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bandara Haji Hasan Aroeboesman &#8211; Ende News</title>
	<atom:link href="https://endenews.com/tag/bandara-haji-hasan-aroeboesman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endenews.com</link>
	<description>Berita &#38; Budaya Kabupaten Ende</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Sep 2023 12:44:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://endenews.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-100x75.png</url>
	<title>Bandara Haji Hasan Aroeboesman &#8211; Ende News</title>
	<link>https://endenews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</title>
		<link>https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 12:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[indra triyantono]]></category>
		<category><![CDATA[kabandara ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=6350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono menjelaskan, penentuan harga tiket pesawat bukan bagian...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/">Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Indra Triyantono menjelaskan, penentuan harga tiket pesawat bukan bagian dari kewenangan pihak bandara. Hal tersebut dikatakan Indra Triyantono menanggapi mahalnya harga tiket pesawat di Ende beberapa bulan terakhir.</p>
<p>“Sebenarnya harga tiket pesawat bukan kewenangan bandara. Ada yang namanya direktorat angkutan udara, salah satu bagian dari kementrian perhubungan yang memiliki kewenangan itu. Kewenangannya menentukan batas bawah dan batas atas harga tiket, sedangkan kami bandara tidak memilikinya,” kata Indra Triyantono (19/09/23).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://endenews.com/begini-tanggapan-erik-rede-soal-uang-rp-50-juta-dari-tersangka-kasus-korupsi/">Begini Tanggapan Erik Rede Soal Uang Rp 50 juta Dari Tersangka Kasus Korupsi</a></span></strong></li>
</ul>
<p>Harga tiket pesawat merupakan kewenangan direktorat angkutan udara Kementrian Perhubungan yang menentukan batas bawah dan batas atas harga tiket. Penerapan batas bawah dan atas harga tiket dimulai sejak tahun 2019 bertujuan menjaga keseimbangan antara profit pengusaha di satu sisi dan kemampuan ekonomi masyarakat di sisi yang lain.</p>
<p>Sementara pihak bandara di seluruh Indonesia tidak memiliki kewenangan menentukan harga tiket, melainkan sebatas melayani arus penerbangan pesawat.</p>
<p>Mengenai penyebab tingginya harga tiket akhir-akhir ini, kata Triyantono, hal tersebut dipengaruhi oleh masa recovery atau pemulihan pasca pandemi Covid dan kenaikan harga avtur, bahan bakar pesawat yang melonjak amat tinggi.</p>
<p>Kondisi penerbangan di seluruh Indonesia sempat berantakan akibat pandemi Covid-19 dimana maskapai mengurangi penerbangan secara besar-besaran. Pesawat-pesawat yang seharusnya melayani rute penerbangan terpaksa terparkir menjalani <em>maintenance.</em></p>
<p>Hal itu diperparah dengan kedatangan pandemi yang tak terduga oleh maskapai penerbangan sehingga tak sempat membuat perencanaan menghadapi pandemi. Akibatnya masa recovery dunia penerbangan memerlukan waktu yang tidak singkat.</p>
<p>Faktor kedua yang juga amat mempengaruhi, sambungnya, ialah kenaikan harga avtur, bahan bakar pesawat melonjak tajam sejak tahun 2022. Kenaikan harga avtur disebabkan konflik Rusia-Ukraina yang mempengaruhi ketidak-seimbangan arus <em>supply </em>dan <em>demand</em>.</p>
<p>Akibat konflik itu harga avtur mengalami kenaikan drastis hingga mencapai 170 persen pada Juli 2023. Padahal avtur merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya operasional sebuah pesawat melayani penerbangan.</p>
<p>Karena itulah maskapai penerbangan perlu melakukan penyesuaian tarif pada masa recovery seperti saat ini.</p>
<p>Kendati demikian, tutur Triyantono, dengan skema tarif batas bawah dan atas, ia meyakini pemerintah mampu menjaga keseimbangan tarif sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, misalnya, kenaikan tarif tak secara signifikan mempengaruhi pengunaan moda tranportasi tersebut oleh masyarakat. Jumlah penumpang saat ini tergolong normal, rata-rata 250 penumpang per hari, kata Triyantono. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/kabandara-ende-harga-tiket-pesawat-bukan-kewenangan-bandara/">Kabandara Ende : Harga Tiket Pesawat Bukan Kewenangan Bandara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</title>
		<link>https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 04:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peresmian Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, diusulkan menjadi salah satu agenda kerja Presiden RI Joko Widodo. Jika terealisasi maka orang nomor satu di Indonesia itu akan kembali mengunjungi Kabupaten Ende.</p>
<p>Penuturan Kepala Bandara Ende, Indra Priyantono (7/12/22), informasi peresmian terminal Bandara Ende diusulkan kepada Presiden ia terima saat melakukan koordinasi dengan Kementrian Perhubungan beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Untuk peresmian saya masih konfirmasi dengan kementrian, tetapi beberapa waktu yang lalu memang sudah ditarget menjadi salah satu agenda kerja pak Presiden,” sebut Indra Priyantono (7/12).</p>
<p>“Itu sudah ditargetkan agenda dari pak Mentri Perhubungan untuk disampaikan kepada pak Presiden akan ada peresmian di tahun-tahun terakhir masa beliau”.</p>
<p>Jika usulan agenda tersebut disetujui maka Presiden Jokowi akan kembali mengunjungi Ende untuk kedua kalinya. Kata Priyantono, kunjungan meresmikan terminal bandara berbeda dengan kunjungan sebelumnya dimana Presiden memiliki waktu yang cukup banyak dengan masyarakat, kunjungan ini akan berlangsung secara cepat tanpa tambahan agenda lainnya.</p>
<p>Presiden kemungkinan hanya berjalan hingga ke Simpang Lima, Jalan Eltari, persis di depan gerbang Bandara Ende yang tengah dibangun untuk melihat hasil pengerjaan, sebut Priyantono.</p>
<p>“Mungkin tidak sampai keliling kota, paling sampai Simpang Lima ketemu masyarakat karena berada di depan gerbang bandara yang sudah kami bangun ulang”.</p>
<p>Memang, diakuinya, mengundang Presiden meresmikan langsung bukan perkara mudah namun melihat fokus Presiden dalam pembangunan infrastruktur dirinya optimis agenda tersebut dapat disetujui.</p>
<p>Perhatian Presiden terkait infrastruktur tidak sebatas membangun namun hingga mengawasi dan meresmikan langsung program-program infrastruktur pemerintah pusat. Mayoritas pembangunan infrastruktur di Kementrian Perhubungan, sebut Priyantono, diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi baik secara virtual maupun hadir secara langsung.</p>
<p>Dirinya mencontohkan pembangunan terminal Bandara Trunojo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang dibangun saat dia menjadi Kepala Bandara. Terminal bandara yang dibangun kurang lebih dua tahun itu diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.</p>
<p>Mengenai progress pembangunan terminal sendiri, sebut Priyantono, proses pembangunan telah mencapai 94 persen dan tinggal mengerjakan bagian-bagian kecil dari terminal. Penyelesaian pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun atau paling lambat pada bulan Januari tahun depan.</p>
<p>Untuk diketahui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/peresmian-terminal-bandara-ende-diusul-jadi-agenda-kerja-presiden/">Peresmian Terminal Bandara Ende Diusul Jadi Agenda Kerja Presiden</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</title>
		<link>https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 03:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, memasuki tahap akhir atau finishing. Penuturan Kepala Bandara, Indra Priyantono (7/12/22), progress pembangunan terminal bandara telah mencapai 94 persen.</p>
<p>“Progress pembangunan terminal Bandara Ende sekarang sudah mencapai 94 persen,” ucapnya (7/12).</p>
<p>Kemajuan tersebut sejauh ini masih sesuai dengan target yang dicanangkan sejak awal pembangunan terminal. Tutur Priyantono, tahap finishing yang saat masih dikerjakan merupakan bagian-bagian kecil dari terminal sedang bagian inti terminal telah dikerjakan.</p>
<p>“Bagian-bagian inti sudah selesai semua, tinggal bagian-bagian kecil seperti urinoir, pasang wastafel, pembersihan-pembersihan”.</p>
<p>Ruang-ruang inti terminal seperti Ruang Tunggu dan Kedatangan telah dikerjakan begitu pula dengan tempat yang akan digunakan sebagai food court dan cafe. Tempat yang disedikan itu nantinya akan ditata oleh pengusaha yang dipercayakan sebagai pengelola.</p>
<p>“Kalau café di sini kan cuma menyiapkan tempat nanti desain cafenya adalah orang yang mengisi,” sambungnya. Dua tempat itu disediakan bagi jenis makanan modern dan jajanan tradisional seperti Kopi.</p>
<p>Sementara untuk fasilitas eskalator sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.</p>
<p>Pembangunan terminal bandara ditargetkan selesai pada bulan Desember tahun ini namun apabila terjadi pergeseran maka seluruh pekerjaan akan selesai pada bulan Januari tahun depan. Pergeseran dapat terjadi karena beberapa pekerjaan kecil dan periode pemeliharaan yang membutuhkan waktu.</p>
<p>“Desember selesai, kalau toh geser ke Januari perkiraan saya karena ada maintenance periode,” ujarnya.</p>
<p>Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelontorkan anggaran 85,5 miliar untuk pembangunan terminal penumpang Bandar Udara Haji Hasan Aroebusman Ende. Dana tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.</p>
<p>Terkait perencanaan, bangunan tersebut didesain dua lantai dengan luas total 4.320 meter persegi di mana ada lantai satu cek in dan terminal kedatangan; sedangkan lantai dua ruang tunggu dan food court yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti eskalator dan lift. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/pembangunan-terminal-bandara-ende-masuki-tahap-akhir/">Pembangunan Terminal Bandara Ende Memasuki Tahap Akhir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</title>
		<link>https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 12:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai keputusan  Kepala Bandara Ende untuk tidak melanjutkan program perpanjangan runway  karena beberapa alasan harus kita hormati, karena itu merupakan wewenang beliau.</p>
<p>Tentunya kita percaya dan berharap bahwa semua itu sudah diperhitungkan melalui kajian yg komperehensif dari semua aspek. Begitu juga dengan perkiraan  besarnya biaya yang di butuhkan untuk perpanjangan landasan dan fasilitas penunjangnya.</p>
<p>Tapi yang menarik dari pernyataan beliau adalah perpanjangan <em>runway</em> Ende itu bukan suatu hal yang mustahil. Artinya ada kemungkinan untuk bisa diperpanjang, entah kapan . Semua itu kembali lagi pada keinginan, biaya serta kemanfaatannya.</p>
<p>Alasan utama yang dikemukakan mengenai pembatalan perpanjangan tersebut adalah karena adanya kendala secara fisik, anggaran serta masih rendahnya tingkat kebutuhan masyarakat akan transportasi udara.</p>
<p>Dari ke tiga alasan tersebut, menurut saya, alasan anggaran adalah yang paling menjadi perhatian dan memang  harus diakui  itu membutuhkan dana yang besar .</p>
<p>Untuk alasan fisik ,semua memahami untuk perluasan dan perpanjangan <em>runway</em> pastinya ada dampak terhadap kehidupan penduduk di sekitar  bandara. Kultur orang Ende sangat permisif .Mereka akan  mengerti kalau itu demi  pembangunan daerahnya. Apalagi sebelumnya sudah pernah dilakukan  pembebasan sebagian lahan mereka. Semua itu kembali lagi kepada sebuah <em>goodwill </em>dan anggaran yang tersedia.</p>
<p>Dan yang paling menarik dari semua itu adalah alasan  ketiga, yakni  kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah sehingga belum membutuhkan perpanjangan <em>runway.</em> Ada sebagian  masyarakat Ende menanyakan, dan saya pun belum bisa memberikan jawaban yang tepat . Mereka menanyakan, kalau memang tingkat penggunaan transportasi udara di Ende masih rendah, cuma 4 <em>flight</em> per hari, terus apa urgensinya membangun terminal yg besar dan megah dengan biaya miliaran seperti itu.</p>
<p>Saya hanya bisa menjawab tidak tahu, karena yang bisa menjawab ini adalah pihak pihak terkait  seperti  bapak Kepala Bandara atau bapak bapak pengambil kebijakan. Mereka yang berkompeten untuk menjawab  mengenai alasan pembangunan tersebut.</p>
<p>Tapi sudahlah, sepertinya masyarakat mungkin tidak perlu tahu secara gamblang alasan dan urgensitas dari pembangunan terminal itu. Yang mereka harapkan adalah apa yang direncanakan dan yang dibangun sesuai dengan harapan serta bermanfaat bagi mereka, tentu sekalian dengan pembangunan ekonomi Ende yang lebih baik.</p>
<p>Pada dasarnya masyarakat sangat kritis dalam memberikan tanggapan apalagi soal pembangunan di daerah -kalaupun  diam  bukan berarti mereka  tidak mengerti-.</p>
<p><em><strong>Penulis : Capt. Abdurchman Sumbi, Pilot Boeing 777 Garuda Indonesia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/menelisik-keputusan-kabandara-ende-soal-runway/">Menelisik Keputusan Kabandara Ende Soal Runway</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Awal Bandara Ende: Hutang Lahan Bikin Bupati Nyaris Undur Diri</title>
		<link>https://endenews.com/cerita-awal-bandara-ende-hutang-lahan-bikin-bupati-nyaris-undur-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 11:32:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ema]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende H J Gadi Djou]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Bandara Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende, sekarang ini tengah melakukan pembangunan besar-besaran. Terminal bandara yang dibangun...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/cerita-awal-bandara-ende-hutang-lahan-bikin-bupati-nyaris-undur-diri/">Cerita Awal Bandara Ende: Hutang Lahan Bikin Bupati Nyaris Undur Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende, sekarang ini tengah melakukan pembangunan besar-besaran. Terminal bandara yang dibangun dengan anggaran Rp 85 miliar akan memastikan bandara kebanggaan warga Ende itu megah <em>nan</em> nyaman.</p>
<p><em>Siapa nyana</em>, bandar udara yang dahulu susah payah dirintis pada masa-masa awal Kabupaten Ende akan berdiri dua lantai dengan fasilitas glamour. Dahulu, kala merintis bandara itu, bupati-bupati Ende dibuat <em>ngos-ngosan</em> dari mencari lahan apalagi anggaran. Salah satu bupati Ende bahkan nyaris undur diri kala menangani permasalahan bandara.</p>
<p>Bandara Ende pertama kali digagas oleh bupati Ende pertama, Haji Hasan Aroeboesman. Pada masa ini selain menggagas dia juga berkontribusi dalam melobi warga Ende untuk pembebasan lahan.</p>
<p>Aroeboesman berhasil melakukan itu tetapi belum sempat melunasi ganti rugi, masa bhaktinya habis dan digantikan oleh Herman Josef Gadi Djou pada 1973. Sosok yang akrab disapa <em>bupati Ema</em>.</p>
<p>Namun, situasi Kabupaten Ende saat itu (masih Daerah Tingkat II) tidak bisa dibayangkan seperti sekarang. Kondisinya  amat susah bahkan melebihi apa yang bisa dibayangkan.</p>
<p>Cerita Ippi Bethan, Sekretaris Pribadi Bupati Ema saat itu, awal menjabat sebagai bupati Ende, Ema Gadi Djou langsung dihadapkan dengan posisi kas yang kosong. Sampai-sampai, invetaris di rumah jabatan bupati Ende sekalipun cuma telur beberapa butir.</p>
<p>“Awal beliau menjadi Bupati, sangat susah, waktu itu kas minus, bahkan kosong. Jadi beliau setengah mati. Pertama- tama beliau hampir putus asa,” kisah Ippi Bethan dalam <em>75 Tahun Sang Visioner H. J. Gadi Djou (hal. 114).  </em></p>
<p>“Ketika awal menjadi Bupati Ende, rumah jabatan bupati tidak punya inventaris satu pun. Jadi, semuanya beliau yang punya. Mulai dari piring, mangkok sampai hal yang kecil lainnya. Semua barang yang beliau bawa dari Kupang itu yang kemudian dipakai sebagai inventaris”.</p>
<p>Kondisi ini bikin bupati Ema bingung mau melakukan apa. Bupati Ema jadi sering marah-marah tanpa sebab. Sebagai bawahan mereka mengerti apa yang dia rasakan.</p>
<p>Belum selesai dengan urusan kas, suatu ketika warga pemilik lahan bandara datang menemui bupati Ende di kantor dan meminta pembayaran ganti rugi lahan. Sebagai sekretaris pribadi, Ippi Bethan ada di situ menyaksikan bagaimana bupati Ema harus menyelesaikan hutang tanpa kas daerah.</p>
<p>Hutang lahan bandara Ende mencapai Rp 32 juta, nominal yang tergolong besar saat itu.</p>
<p>“Saya sendiri saksikan, waktu itu, orang Ende datang tagih uang pembebasan lahan lapangan terbang H. Hasan Aroeboesman senilai 32 juta rupiah. Orang-orang datang dan duduk di kantor sambil tagih uang”.</p>
<p>Pembayaran yang diminta warga pemilik lahan tidak dapat diberikan.  Bupati Ema pulang ke rumah jabatan dengan perasaan yang nyaris putus asa.</p>
<p>Sampai di rumah jabatan dia lantas menulis surat kepada Gubernur NTT untuk berhenti menjadi bupati.</p>
<p>“Akhirnya pulang ke rumah jabatan, beliau mau kasih surat kepada Gubernur untuk berhenti jadi Bupati”.</p>
<p>“Jadi, karena situasi kas kosong, ketika ada penagihan utang lahan bandara dan inventaris kosong, beliau mau mengirim surat ke Gubernur untuk minta berhenti. Tetapi akhirnya beliau robek kembali.”</p>
<p>Syukurnya, surat pengunduran diri yang sempat ditulis bupati Ema itu ia robek kembali. Bupati Ema lantas berkomitmen menyelesaikan masalah pembebasan lahan bandara dan mulai mencari jalan keluar.</p>
<p>Bupati Ema kemudian bekerja sama dengan mantan bupati Hasan Aroeboesman untuk membuat kesepakatan dengan pemilik lahan. Kesepakatan pun berhasil dicapai. Kedua belah pihak menyepakati pembayaran ganti rugi lahan bandara Ende dibayar secara bertahap.</p>
<p>“Dalam masalah pembebasan lahan Bandar udara Hasan Aroeboesman itu, misalnya, beliau bekerjasama dengan mantan Bupati Hasan Aroeboesman. Beliau membuat kesepakatan bahwa uang yang ditagih itu akan dibayar secara pelan-pelan,” kenang Ippi.</p>
<p>Pembayaran ganti rugi pembebasan lahan bandara dilunasi bupati Ema dalam jangka waktu dua tahun dan proses pembangunan bandara pun dilanjutkan. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/cerita-awal-bandara-ende-hutang-lahan-bikin-bupati-nyaris-undur-diri/">Cerita Awal Bandara Ende: Hutang Lahan Bikin Bupati Nyaris Undur Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</title>
		<link>https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2022 07:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Priyantono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan runway (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana perpanjangan <em>runway</em> (landasan) Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, dipastikan tidak dilanjutkan. hal tersebut disebabkan beberapa kendala fisik dan tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Sebelumnya, rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende dilakukan pada tahun 2017. Pelaksanaan rencana sempat bergulir hingga proses lepas lahan milik warga yang bermukim di sekitar bandara Ende. Proyek tersebut menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 8 miliar sebagai ganti rugi lahan milik warga.</p>
<p>Namun, kendati telah melakukan proses lepas lahan, kelanjutan program tersebut tidak dapat dilanjutkan. Penuturan Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Indra Priyantono (28/7/22), program perpanjangan <em>runway </em>bandara Ende telah dinyatakan tidak dilanjutkan.</p>
<p>Kata Priyantono, atas beberapa pertimbangan yang urgen, dirinya selaku kepala bandara telah menyampaikan kepada Pusat bahwa rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan.</p>
<p>“Sudah saya nyatakan tidak ada perpanjangan bandara,” ucapnya (28/7).</p>
<p>Perpanjangan bandara Ende, sambungnya, tidak dilanjutkan karena memiliki beberapa kendala fisik, anggaran, hingga tingkat kebutuhan masyarakat atas transportasi udara yang masih rendah.</p>
<p>Kendala fisik yang dimaksud Priyantono mengenai pemukiman warga yang berdempetan langsung dengan area bandara. Jika program tersebut dilanjutkan maka pemukiman warga di sepanjang Simpang Lima hingga kantor Dinas Perhubungan Ende harus dibebaskan. Wilayah itu akan menjadi <em>safety area</em> karena didarati pesawat-pesawat besar.</p>
<p>“Kalau mau dilakukan perpanjangan maka seluruh pemukiman warga dari Simpang Lima hingga Dolog harus digusur semua. Harus habis, bersih tidak ada rumah. Kenapa, karena akan dipakai untuk pesawat yang lebih besar maka dibutuhkan area <em>safety </em>yang lebih luas”.</p>
<p>Kendala fisik lainnya adalah bukit di area Dolog yang terletak persis di ujung<em> runway</em> bandara. Bukit itu harus dibongkar berbentuk divergen karena akan menjadi posisi <em>landing</em> yang aman bagi pesawat-pesawat besar.</p>
<p>Kendala itu, kata Priyantono, berhubungan langsung dengan besaran anggaran yang dikucurkan pemerintah. Untuk lepas lahan saja dirinya mengkalkulasi dibutuhkan lahan sekitar 21 hektar dengan perhitungan anggaran paling sedikit Rp 200 miliar.</p>
<p>Anggaran fantastis itu belum termasuk untuk membongkar bukit di area Dolog dan kebutuhan lain. Priyantono memperkirakan total biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 2 triliun.</p>
<p>“Total lahan yang dibutuhkan 21 hektar. 21 hektar, kalau 1 meter persegi lahan itu harga Rp 1 juta maka dibutuhkan anggaran Rp 200 sekian miliar. Itu kalau harga Rp 1 juta, bagaimana kalau harganya Rp 2 juta per meter persegi”.</p>
<p>Kalau pun anggaran tersebut disediakan negara, sambungnya, masih terdapat kendala lain yaitu tingkat kebutuhan masyarakat Ende atas transportasi udara. Jika didarati pesawat berukuran besar tentu jumlah penumpang juga mesti menyesuaikan agar pihak maskapai tidak mengalami kerugian.</p>
<p>Sedangkan, di bandara Ende saat ini frekuensi penerbangan pesawat malah mengalami penurunan akibat penurunan jumlah penumpang. Saat ini bandara Ende memiliki frekuensi penerbangan 3 kali sehari dengan jumlah penumpang maksimal 250 orang. Padahal sebelumnya bandara Ende memiliki 4 hingga 5 frekuensi penerbangan per hari.</p>
<p>“Kemarin 5 kali, sekarang 3 kali, artinya apa, penumpang turun <em>kan.</em> Artinya kebutuhan masyarakat itu belum mendesak,” jelasnya.</p>
<p>Hal itu berbanding terbalik dengan rencana perpanjangan <em>runway</em> bandara yang bertujuan agar bisa didarati pesawat berukuran besar.</p>
<p>Dirinya menekankan, jika bandara Ende menjadi rute bagi pesawat-pesawat besar maka jumlah penumpang harian harus sesuai dengan perhitungan keuntungan maskapai dari rute tersebut. Jika tidak, dirinya memastikan, pihak maskapi akan mengalami kesulitan melayani rute penerbangan dari dan menuju Ende.</p>
<p>“Biaya ini (perpanjang <em>runway</em> bandara Ende) dibutuhkan Rp 2,1 triliun. Kalau <em>toh</em> bisa dilakukan sama negara melalui APBN demi pembangunan berarti nanti yang masuk adalah pesawat-pesawat besar, pertanyaannya, pesawat besar itu terbang ke mana. Kalau ke Bali, apakah bisa setiap hari 200 orang berangkat ke Bali dari Ende”.</p>
<p>Perpanjangan <em>runway</em> bandara Ende sebenarnya tidak mustahil, ucapnya, hanya memang belum bisa dilakukan sekarang mengingat jumlah penumpang harian belum mengalami peningkatan drastis.</p>
<p>Karena itu, dirinya selaku Kepala Bandara Ende, telah menyampaikan ke Pusat bahwa rencana perpanjangan <em>runway </em>bandara tidak dapat dilanjutkan. Lalu, mengenai lahan milik warga yang telah dilepas kepada pemerintah, secara otomatis menjadi tanah milik negara.</p>
<p>“Total Rp 8 miliar dan tanah-tanah itu menjadi tanah negara,” tutupnya. <strong>(ARA/EN)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/rencana-perpanjang-runway-bandara-ende-dihentikan/">Rencana Perpanjang Runway Bandara Ende Dihentikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</title>
		<link>https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 13:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Terminal Bandara Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya membaca berita di salah satu medsos NTT dan Podcast yang memberitakan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/">Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya membaca berita di salah satu medsos NTT dan Podcast yang memberitakan bahwa Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, mendapat kucuran dana Kemenhub sebesar Rp 85.5 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas lebih dari 4000 m2. Artinya satu lagi langkah maju dari kabupaten Ende dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.</p>
<p>Dengan dana sebesar itu diharapkan nantinya akan berdiri sebuah terminal baru yang megah dan bagus dengan fasilitas layaknya bandara- bandara besar lainnya. Diharapkan pula Ende akan menjadi daerah tujuan wisata baru mendampingi Labuan Bajo untuk daratan Flores dan NTT umumnya. Dan juga akan menjadi salah satu kandidat kuat ibukota Provinsi baru seandainya terjadi pemekaran nantinya.</p>
<p>Hanya saja ada beberapa hal yang mungkin jadi bahan pertanyaan saya. lni semua semata-mata hanya sebuah rasa keingintahuan dan sedikit memberi pendapat dari sisi saya, sebagai seorang praktisi penerbangan berdasarkan pengalaman saya selama ini, dan tidak bermaksud mengkritisi apa yang sudah menjadi keputusan yang sedang berjalan.</p>
<p>Saya ingin sedikit bertanya apakah dengan dana sebesar itu hanya untuk pembangunan terminal dan area parkir saja atau berikut perpanjangan landasannya. Karena menurut saya kalau dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan perpanjang landasan tentunya sangat bermanfaat bagi Ende.Tapi seandainya kalau dana sebesar itu hanya untuk pembangunan terminal dan area parkir saja sepertinya kurang efektif.</p>
<p>Akan sangat kontras terlihat antara megahnya terminal dengan kondisi landasannya.Poin pentingnya adalah bagaimana Bandara Ende ini bisa memperbanyak frekuensi penerbangan serta jenis pesawat yang mendarat dan menambah jarak tempuh pesawat yang mengangkut penumpang datang dan berangkat dari Ende. Alangkah bagusnya kalau dalam sehari bisa lebih dari <em>flight </em>yang masuk ke Ende dengan tipe pesawat yang berbeda dari berbagai daerah bukan hanya penerbangan seputar NTT.</p>
<p>Secara ekonomi dan pariwisata pasti akan meningkat seandainya ada type pesawat <em>narrow body</em> jenis Airbus 320 atau Boeing 737 bisa mendarat di Ende. Daerah kita bisa menjadi salah satu pintu masuk pariwisata jika ada penerbangan langsung dari Bali atau Surabaya bahkan dari Jakarta sekalipun.</p>
<p>Wisatawan dari Bali misalnya ,mereka datang ke Flores melalui Labuan bajo dan kembali ke Bali melalui Ende ataupun sebaliknya. Selama perjalanan darat mereka bisa menikmati keindahan alam Flores .dan Secara tidak langsung memberi <em>income</em> tersendiri bagi daerah- daerah yang mereka lalui. Belum lagi penumpang dari pulau Jawa Bali, selama ini mereka harus melalui Kupang atau Labuan bajo sebagai bandara transit.</p>
<p>Ende mempunya potensi sebagai hub baru di daerah Flores. Kalau mendengar penjelasan Kepala Bandara Ende di sebuah podcast mengatakan bahwa kedepannya frekuensi penerbangan akan ditingkatkan hingga L0 kali dalam sehari. Pertanyaannya apakah semua penumpang dalam kesepuluh <em>flight</em> itu nanti semua nya bertujuan dari dan ke kupang atau ke Labuan saja?.</p>
<p>Tentu tidak, karena kemungkinan 50 -70% penumpangnya akan melanjutkan perjalanannya keluar NTT.Tentunya akan lebih efektif efisien dari segi biaya dan waktu seandainya kita mempunyai penerbangan langsung tanpa harus transit terlebih dulu. Begitu juga dengan arus pengiriman barang dan kargo. Sepengetahuan saya bisnis ini sangat membutuhkan ketepatan waktu. Para pengusaha Ende dapat mengirim atau mendatangkan barang lebih cepat tanpa harus terlebih dahulu transit. Artinya biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil dan berdampak pada harga jual yang lebih rendah.</p>
<p>Akan tetapi bagaimana kita mau menambah frekuensi penerbangan dari daerah lain kalau <em>apron</em> kita sempit, bagaimana mau menggunakan pesawat yg lebih besar kalau landasan kita tidak kuat, bagaimana mau terbang ke destinasi yang lebih jauh kalau landasannya pendek. Begitupun dengan fungsi terminal yang kita bangun ini, Apakah akan berfungsi secara optimal atau tidak. Dengan kemegahannya nanti kalau hanya dengan 4 &#8211; 5 <em>flight</em> per hari rasanya tidak sebanding dengan biaya operasional dan perawatannyanya.</p>
<p>Lantai 1 dipakai untuk <em>check in</em> dan kedatangan sedangkan lantai 2 untuk ruang tunggu keberangkatan. Apakah nantinya juga dipasang <em>Aerobridge/ Garbarata</em> atau belalai gajah untuk penumpang naik ke pesawat. Atau kah mereka tetap akan kembali turun melalui tangga baru kemudian menuju ke pesawat. Karena untuk pesawat jenis ATR tidak mungkin dihubungkan dengan <em>Garbarata</em> tersebut. Menurut saya itu tidak efektif.</p>
<p>Memang sudah saatnya terminal lama dipindahkan dan diperluas. Tapi seharusnya juga dibarengi dengan perpanjangan, pengerasan dan pelebaran landasan sebagai infrastruktur utama dari sebuah bandara. Karena landasan atau <em>runway </em>merupakan titik sentral dari semua kegiatan di Bandara.</p>
<p>Apalah artinya pembanguanan lingkungan bandara yang megah kalau landasannya pendek dan sempit, tapi sebaliknya walaupun terminalnya sederhana tapi kalau landasannya panjang, pesawat sebesar apapun bisa masuk dan mendarat. Jadi jangan dibalik logika cara berpikirnya.</p>
<p>Kita seharusnya menyediakan infrastrukturnya dulu sebelum mengundang orang lain masuk dan berinvestasi. Begitupun dengan bandara sebagai salah satu pintu masuk ke daerah kita. Menurut saya Bandara H.Hasan Aroeboesman ini masih memungkinkan untuk diperpanjang . Panjang landasan sekarang kurang lebih 1658 m dan masih bisa diperpanjang menjadi 2000 &#8211; 2100 m lalu diperlebar menjadi 45 m.</p>
<p>Kalaupun ada <em>obstacle</em> atau hambatan di kedua ujungnya tentunya ada cara dan hitungan teknis yang bisa dilakukan, seperti menghitung kekuatan landasan, beban pesawat, panjang landasan yang diperlukan untuk <em>take off</em> dan landing begitu juga sudut awal lepas landas dan mendarat.</p>
<p>Setelah diperpanjang menjadi 2100 m, titik landing pesawat ke arah barat atau <em>runway</em> 27 bisa diundur beberapa ratus meter sehingga manuver <em>base leg</em> pesawat dari samping Wolotopo dan Ngalupolo bisa lebih tinggi, otomatis ketinggian pesawat diatas pulau Koa juga bisa lebih tinggi dan lebih aman.</p>
<p>Dan sebaliknya pesawat juga bisa mendarat dari arah barat ke arah timur atau <em>runway</em> 09 dari arah kota, yang selama ini tidak pernah dilakukan karena alasan <em>obstacle</em> atau tebing di sisi tersebut, kecuali jenis pesawat Twin Otter dulu di tahun 80-an. Begitu juga dengan perhitungan <em>take off</em>, dengan landasan yang panjang pesawat juga sudah dapat <em>take off</em> mengarah ke dua arah barat dan timur. Bukan cuma ke arah timur saja seperti sekarang ini.</p>
<p>Titik awal take off pun sudah bisa kearah barat membelakangi pulau Koa, dalam bahasa penerbangannya karena <em>Take Off Distance Availablenya</em> (TODA) sudah semakin panjang. Sekali lagi semua ini bisa dikaji secara tehnis dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Beberapa bandara didaerah seperti Bandung Jambi atau Palu, kondisinya mirip dengan kondisi lingkungan bandara Ende, bahkan Bandung mempunyai hambatan yang lebih besar karena arah <em>landing</em> dan manuvernya diatas pemukiman dan gedung-gedung.</p>
<p>Mengenai pembangunan terminal penumpang, menurut saya, kita seharusnya mempunyai rencana untuk pembangunan dan pemakaian jangka panjang. Dengan bertambahnya frekuensi dan jenis pesawat tentunya membutuhkan area parkir dan <em>apron</em> yang lebih luas agar bisa menampung pesawat yang lebih besar dan banyak. Begitu juga dengan <em>taxiway</em>, jalan penghubung antara landasan dan <em>apron.</em></p>
<p>Sisi selatan bandara merupakan posisi paling ideal dan strategis untuk sebuah terminal baru. Pembangunan terminal yang besar pastinya bukan sekedar menjadi area rekreasi atau kuliner baru dengan jam kunjungan terbatas tapi harus disertai dengan target-target tertentu yang bersifat strategis yang sesuai dengan fungsi utamanya. Salah satu targetnya adalah estimasi pertumbuhan jumlah penumpang yang bisa ditampung dari tahun ke tahun.</p>
<p>Jangan sampai berbagai fasilitas yang sudah dibangun nantinya malah tidak digunakan. Apalagi bandara tersebut nantinya juga mempunyai pelayanan <em>valet parking</em> dan <em>CIP Lounge</em>. Fasilitas ruang tunggu berbayar bagi penumpang, yang menyediakan layanan makanan dan minuman sambil menunggu keberangkatan, seperti yang diutarakan Kepala Bandara Ende dalam wawancara di lintas pagi RRI Pro 1 Ende.</p>
<p>Mudah mudahan fasilitas itu diminati penumpang umum .Karena kalau dilihat darijarak tempuh penerbangan yang rata-rata yang hanya dibawah satu jam, rasanya mereka akan berpikir panjang untuk mengeluarkan biaya tambahan sebesar 10-30o/o dari harga tiketnya. Jadi semuanya harus benar &#8211; benar dipikirkan secara matang. Jangan sampai dengan tenaga dan biaya besar yang sudah dikeluarkan tidak membuat perubahan yang berarti selain kemegahan fisik semata dan kurang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ende.</p>
<p>Perkembangan ekonomi dan pariwisata daerah akan maju dan berkembang kalau semua pintu masuknya kita benahi secara maksimal, dan salah satunya adalah bandara dengan semua infrastrukturnya.</p>
<p>Dan saya yakin, dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, disertai keinginan yang tulus dan kerja keras</p>
<p>Pemda serta masyarakat Ende, semuanya akan bisa terwujud. Mudah-mudahan ini dapat memberikan sedikit pemahaman dan pencerahan bagi masyarakat awam kita, dengan adanya pembangunan terminal baru bandara H.Hasan Aroeboesman Ende, dipandang dari sisi saya sebagai seorang praktisi Penerbangan. Dan juga sebagai sebuah sumbang saran bagi para pengambil kebijakan didaerah kita. Mohon Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan,tapi ini semua demi kemajuan daerah kita tercinta “Ende Lio Sare Pawe”.</p>
<p><strong><em>Capt</em>. Abdurachman Sumbi </strong></p>
<p><strong>Pilot Boeing 777 Garuda Indonesia</strong></p>
<p><strong>Putra Asli Ende</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/geliat-pembangunan-terminal-bandara-ende-suatu-masukan/">Geliat Pembangunan Terminal Bandara Ende, Suatu Masukan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Lift, Eskalator, Hingga Food Court: Terminal Bandara Ende Dibangun Megah</title>
		<link>https://endenews.com/ada-lift-eskalator-hingga-food-court-terminal-bandara-ende-dibangun-megah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 12:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Bandara Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=5425</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, yang sedang dibangun oleh Kementrian Perhubungan RI akan...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ada-lift-eskalator-hingga-food-court-terminal-bandara-ende-dibangun-megah/">Ada Lift, Eskalator, Hingga Food Court: Terminal Bandara Ende Dibangun Megah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terminal Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, yang sedang dibangun oleh Kementrian Perhubungan RI akan membuat bandara tersebut kian nyaman bagi penumpang. Soalnya, pembangunan terminal yang menelan biaya Rp 85 miliar itu tak sebatas memperluas area terminal tetapi juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas. Fasilitas-fasilitas seperti lift, eskalator, hingga<em> food court </em>nantinya akan tersedia di terminal bandara.</p>
<p>Uniknya lagi, <em>food court</em> di terminal bandara tidak dikhususkan bagi penumpang saja melainkan terbuka bagi masyarakat umum. Selain Lift, eskalator dan <em>food court</em>, terminal bandara Ende nantinya juga akan memiliki <em>lounge</em> dan menyediakan<em> valet</em>.</p>
<p>Pembangunan terminal di Bandara Haji Hasan Aroeboesman dimulai pada bulan Februari tahun ini direncanakan rampung pada bulan Desember. Penuturan Kepala Bandara Ende, Indra Triyantono (28/7/22), target penyelesaian pembangunan memang ditetapkan pada akhir tahun namun jika terjadi kendala maka proses pembangunan akan selesai paling lambat bulan Februari tahun 2023.</p>
<p>Indra Priyantono menyebut, hingga saat ini progres pembangunan terminal sudah mencapai 35 persen.</p>
<p>Pembangunan terminal bandara Ende bertujuan memperluas area terminal dan membuatnya lebih nyaman bagi penumpang. Terminal saat hanya memiliki luas 1.000 meter persegi dengan kapasitas 30 orang, karena itu perlu perluasan mengingat bandara Ende melayani 3 hingga 4 pesawat per hari.</p>
<p>“Nah, dengan ramainya pesawat di Ende, sehari kita bisa sampai 3-4 pesawat, dua kali ke Kupang, satu kali ke Bajo dan satu kali ke Sabu, dibutuhkan terminal yang lebih besar,” ucap Kepala Bandara Ende, Indra Triyantono (28/7/22).</p>
<p>Dalam master plan pembangunan terminal bandara Ende, area terminal akan diperluas dan dibuat dua lantai. Area terminal ditingkatkan dari 1.000 meter persegi menjadi 4.000 meter persegi, begitupun dengan kapasitas terminal yang semula 30 orang menjadi 300 orang.</p>
<p>Keluasan area terminal sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk kenyamanan penumpang, sebut Triyantono. Hal itu nampak dari desain ruang keberangkatan, ruang kedatangan, ruang <em>check in, </em>ruang tunggu biasa, dan <em>lounge </em>atau tempat bersantai yang berbayar. Untuk yang terakhir itu, <em>lounge</em>, didesain secara elegan dilengkapi fasilitas.</p>
<p>Karena dibangun dua lantai, di terminal bandara Ende disediakan dua eskalator dan satu buah lift bagi penumpang. Khusus untuk lift disediakan bagi kalangan disabilitas dan para lansia.</p>
<p>Tak sampai disitu, nantinya terminal bandara Ende juga akan ada <em>food court</em> atau area jajanan yang didesain mirip tempat tongkrongan. <em>Food court</em> ini tak dikhususkan bagi penumpang saja melainkan terbuka bagi masyarakat, oleh karena itu food court di bandara Ende akan dibuka hingga jam 8 malam.</p>
<p>“Keunikannya yang menjadi beda dengan terminal bandara yang lain, di Bandara Ende ini nanti saya ingin ada <em>food court</em> yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Jadi bukan cuma penumpang pesawat saja yang bisa makan di situ tetapi semua masyarakat luas,” tuturnya.</p>
<p><em>Food court</em> di bandara Ende akan diisi dengan produk luar maupun brand lokal seperti kopi Flores. Sekarang ini pihak bandara Ende tengah menjajaki <em>tenant-tenant</em> untuk dilakukan kerjasama.</p>
<p><em>Valet</em> atau jasa pelayanan juga tidak luput dari pelayanan bandara Ende bagi penumpang yang membutuhkan. Menutur Indra Priyantono, pihaknya menyedikan valet bagi penumpang kelas atas yang menginginkan pelayanan privasi.</p>
<p>“Bagi yang ingin privasi disediakan <em>valet. </em>Penumpang tinggal naik saja ke atas, dikasih kartu sama petugas di bawah (lantai satu), pemeriksaan, langsung masuk. Nanti <em>check in</em>-nya, bagasinya, diurus sama petugas yang penting bayar jasa pelayanan”.</p>
<p>Dirinya meyakini pelayanan yang disediakan bandara Ende seperti food court, lounge atau valet nantinya akan meningkatkan pendapatan bandara. Hal tersebut amat berguna, ujarnya, sebab menjadi pemasukan yang disetorkan ke kas negara.</p>
<p>“Jadi, ada bisnis di bandara yang bisa disetorkan ke negara, namanya Pendapatan Negara Bukan Pajak, PNBP”. <strong>(ARA)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/ada-lift-eskalator-hingga-food-court-terminal-bandara-ende-dibangun-megah/">Ada Lift, Eskalator, Hingga Food Court: Terminal Bandara Ende Dibangun Megah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Hercules Tak Langsung Landing, Malah Kitari Bandara Ende</title>
		<link>https://endenews.com/mengapa-hercules-tak-langsung-landing-malah-kitari-bandara-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 13:07:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka]]></category>
		<category><![CDATA[Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka]]></category>
		<category><![CDATA[Pelangi Nusantara Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaratan Perdana Pesawat Hercules di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tim penerbang TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan uji coba pendaratan Hercules C-130, di Bandar Udara...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengapa-hercules-tak-langsung-landing-malah-kitari-bandara-ende/">Mengapa Hercules Tak Langsung Landing, Malah Kitari Bandara Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tim penerbang TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan uji coba pendaratan Hercules C-130, di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende (4/8/20). Uji coba tersebut dalam rangka persiapan event <em>Pelangi Nusantara</em>, yang akan digelar di Kabupaten Ende.</p>
<p>Uji coba pendaratan perdana Hercules dilakukan oleh tim TNI Angkatan Udara. Tim pilot dipimpin oleh Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka, Msc.</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA</span> <a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/galeri-foto-sejarah-pertama-kali-hercules-mendarat-di-ende/">Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende</a></span></strong></span></p>
<p>Dalam pendaratan perdana itu, warga yang menonton sempat dibuat gelisah. Pasalnya, pesawat Hercules C-130 yang diterbangkan dari Kupang itu, tak langsung mendarat.</p>
<p>Saat mendekati landasan Bandara Ende, pesawat tak langsung mendarat, melainkan mengitari area bandara sebanyak 1 kali. Momen itu menimbulkan tanda tanya, apakah pesawat batal mendarat?</p>
<p>Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka, yang diwawancarai <em>Ende News</em> menjelaskan, pihaknya memang merencanakan proses pendaratan tak langsung dilakukan.</p>
<p>“Kita memang datang ke sini bukan hanya langsung <em>landing</em> saja,” kata Yulius Aryaka. Melainkan, pihaknya juga mempelajari area bandara.</p>
<p>Ketika Hercules yang dipilotinya terbang persis di atas badan landasan, jelasnya, tim penerbangan sedang mempelajari kondisi. “Kita mempelajari area sekitar, baik dari ujung <em>runway</em> 27 (awal landasan) dan <em>runway</em> 09 (akhir)”.</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="color: #000000; background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA :</span> <a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/pilot-tni-ceritakan-proses-pendaratan-perdana-hercules-di-ende/">Pilot TNI Ceritakan Proses Pendaratan Perdana Hercules di Ende</a></strong></span></p>
<p>Alasan utama ketika Hercules mengitari Bandara Ende, ialah TNI AU sedang mempelajari dan membuat standart prosedur pendaratan, yang nantinya akan dipatenkan.</p>
<p>“Kami membuat standart prosedur, yang harapannya, bisa dipergunakan kali berikutnya,” jelas Letkol Pnb Yulius Aryaka.</p>
<p>“Apabila penerbang lainnya datang ke Bandara Ende, kita sudah mempunyai standart dari skuadron yang akan kita patenkan, sehingga aman untuk laksanakan pendaratan,” lanjutnya.</p>
<p>Untuk diketahui, setelah melakukan pendaratan perdana, pesawat Hercules C-130 diterbangkan kembali ke Kupang mengangkut logistik. Pengangkutan logistik ke Ende, untuk kedua kalinya itu, dilakukan pada hari ini juga. Logistik yang dimuat pada pendaratan perdana sebanyak 4 ton, berisi bantuan saat event <em>Pelangi Nusantara</em> nantinya.</p>
<p>Letkol Pnb Yulius Aryaka bersama tim penerbang TNI AU bersyukur, pendaratan perdana yang dilaksanakan hari ini berjalan sesuai rencana. <strong><em>(ARA/EN) </em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/mengapa-hercules-tak-langsung-landing-malah-kitari-bandara-ende/">Mengapa Hercules Tak Langsung Landing, Malah Kitari Bandara Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende</title>
		<link>https://endenews.com/galeri-foto-sejarah-pertama-kali-hercules-mendarat-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[EndeNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 09:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Haji Hasan Aroeboesman]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bandara Haji Hasan Aroeboesman Auriyadin Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka]]></category>
		<category><![CDATA[Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Pertama Kali Hecules Mendarat di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endenews.com/?p=1430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesawat jenis Hercules telah melakukan uji coba pendaratan di Bandar Udara Hasan Aroeboesman, Kota Ende...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/galeri-foto-sejarah-pertama-kali-hercules-mendarat-di-ende/">Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pesawat jenis Hercules telah melakukan uji coba pendaratan di Bandar Udara Hasan Aroeboesman, Kota Ende (4/8/20). Uji coba tersebut dalam rangka persiapan event <em>Pelangi Nusantara</em>, yang akan digelar di Kabupaten Ende.</p>
<p>Uji coba pendaratan pesawat Hercules dilakukan oleh tim dari TNI Angkatan Udara. Dipimpin oleh Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka, Msc.</p>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA :</span> <a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/besok-hercules-akan-mendarat-di-ende-bawa-7-ton-logistik/">Besok, Hercules Akan Mendarat di Ende Bawa 7 Ton Logistik</a></span></strong></span></p>
<p>Saat mendekati landasan pacu, pesawat tak langsung mendarat, melainkan mengitari area Bandara sebanyak 1 kali. Setelah itu, pesawat kembali ke arah timur, dan secara perlahan turun ke landasan.</p>
<p>Pesawat Hercules tipe C-130 itu mendarat mulus di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, hari ini 4 Agustus 2020. Momen tersebut, dipastikan Kepala Bandara, Auriyadin Saleh sebagai sejarah, pertama kalinya pesawat Hercules mendarat di Kabupaten Ende.</p>
<p>Berikut ini galeri foto, momen pertama kali Hercules mendarat di Ende.</p>
<figure id="attachment_1431" aria-describedby="caption-attachment-1431" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1431 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116107908_3162734630483837_1471622144058322626_n-e1596534277937-1024x659.jpg" alt="Pesawat Hercules tipe C-130 itu mendarat mulus di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, Selasa 4 Agustus 2020" width="696" height="448" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 2"><figcaption id="caption-attachment-1431" class="wp-caption-text">Pesawat Hercules tipe C-130 itu mendarat mulus di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Kota Ende, Selasa 4 Agustus 2020</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1433" aria-describedby="caption-attachment-1433" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-1433 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/117282135_2783777471851538_7865917322311285019_n-1024x683.jpg" alt="Pesawat Hercules tipe C-130 menuju area parkir landasan pacu Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Ende" width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 3"><figcaption id="caption-attachment-1433" class="wp-caption-text">Pesawat Hercules tipe C-130 menuju area parkir landasan pacu Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Ende</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1434" aria-describedby="caption-attachment-1434" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-1434 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116719341_334639641256896_6879081367020138493_n-e1596533805255-1024x623.jpg" alt="Pesawat Hercules tipe C-130 menuju area parkir landasan pacu Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Ende" width="696" height="423" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 4"><figcaption id="caption-attachment-1434" class="wp-caption-text">Pesawat Hercules tipe C-130 menuju area parkir landasan pacu Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, Ende</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1436" aria-describedby="caption-attachment-1436" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1436 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/117305152_619363875663856_2560962709498239977_n-1024x683.jpg" alt="(Dari Kiri) Asisten II Setda Ende, Subhan Wanda, Kadis Perhubungan Mustaqim Mberu, Kepala Bandara Auriyadi Saleh, dan Kepala Kesbangpol Gabriel Dala menjemput tim penerbang TNI AU " width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 5"><figcaption id="caption-attachment-1436" class="wp-caption-text">(Dari Kiri) Asisten II Setda Ende, Subhan Wanda, Kadis Perhubungan Mustaqim Mberu, Kepala Bandara Auriyadi Saleh, dan Kepala Kesbangpol Gabriel Dala menjemput tim penerbang TNI AU</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1437" aria-describedby="caption-attachment-1437" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1437 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116297416_599588490701405_4764823815656294175_n-e1596532686274-1024x634.jpg" alt="Tim penerbang TNI AU, dipimpin Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka, turun dari pesawat Hercules" width="696" height="431" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 6"><figcaption id="caption-attachment-1437" class="wp-caption-text">Tim penerbang TNI AU, dipimpin Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka, turun dari pesawat Hercules</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1438" aria-describedby="caption-attachment-1438" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1438 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/117182627_1003213726770948_3399940659312413990_n-1024x683.jpg" alt="Penyambutan tim penerbang TNI AU oleh Pemerintah Kabupaten Ende" width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 7"><figcaption id="caption-attachment-1438" class="wp-caption-text">Penyambutan tim penerbang TNI AU oleh Pemerintah Kabupaten Ende</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1439" aria-describedby="caption-attachment-1439" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1439 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116422067_745098229637728_6016269551728659398_n-e1596533013296-1024x719.jpg" alt="Pengalungan kepada pimpinan tim penerbang, Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka" width="696" height="489" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 8"><figcaption id="caption-attachment-1439" class="wp-caption-text">Pengalungan kepada pimpinan tim penerbang, Komandan Skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Letkol Penerbang (Pnb) Yulius Marvin Aryaka</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_1441" aria-describedby="caption-attachment-1441" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1441 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/117158258_492879088243335_7702983262439929284_n-1024x683.jpg" alt="Tim penerbang TNI AU, perwakilan Pemda Ende, petugas Bandara Haji Hasan Aroeboeman, dan pegiat Paralayang Ende melakukan foto bersama di depan Hercules C-130" width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 9"><figcaption id="caption-attachment-1441" class="wp-caption-text">Tim penerbang TNI AU, perwakilan Pemda Ende, petugas Bandara Haji Hasan Aroeboeman, dan pegiat Paralayang Ende melakukan foto bersama di depan Hercules C-130</figcaption></figure>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-1444" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116719341_735328863958543_2137616031960454542_n-1024x683.jpg" alt="116719341 735328863958543 2137616031960454542 n" width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 10"></p>
<figure id="attachment_1442" aria-describedby="caption-attachment-1442" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1442 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/117120016_617145002544158_5748446655145778762_n-1024x683.jpg" alt="Kadis Perhubungan, Mustaqim Mberu dan Asisten II Setda Ende, Subhan Wanda menjajal ruang pilot" width="696" height="464" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 11"><figcaption id="caption-attachment-1442" class="wp-caption-text">Kadis Perhubungan, Mustaqim Mberu dan Asisten II Setda Ende, Subhan Wanda menjajal ruang pilot</figcaption></figure>
<figure id="attachment_1445" aria-describedby="caption-attachment-1445" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1445 size-large" src="https://endenews.com/wp-content/uploads/2020/08/116224602_764421460987911_9054276969869318907_n-e1596533431691-1024x680.jpg" alt="Pemda Ende dan pihak Bandara Haji Hasan Aroeboesman melakukan ramah-tamah dengan tim penerbang TNI AU" width="696" height="462" title="Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende 12"><figcaption id="caption-attachment-1445" class="wp-caption-text">Pemda Ende dan pihak Bandara Haji Hasan Aroeboesman melakukan ramah-tamah dengan tim penerbang TNI AU</figcaption></figure>
<p><span class="td_btn td_btn_md td_3D_btn" style="background-color: #ccffff;"><strong><span style="color: #000000;"><span style="color: #ff0000;">BACA JUGA : </span><a style="background-color: #ccffff; color: #000000;" href="https://endenews.com/paus-emeritus-benediktus-xvi-dikabarkan-sakit-keras/">Paus Emeritus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Keras</a></span></strong></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://endenews.com/galeri-foto-sejarah-pertama-kali-hercules-mendarat-di-ende/">Galeri Foto: Sejarah, Pertama Kali Hercules Mendarat di Ende</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://endenews.com">Ende News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
